Tampilkan postingan dengan label One Day One Post. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label One Day One Post. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Februari 2020

Yuk, Nyalon Kepribadian! ☺

Semut di seberang lautan tampak, gajah di deoan mata tidak tampak.

Judul buku : Salon Kepribadian Jangan Jadi Muslimah Nyebelin
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : Asma Nadia Publishing House
Cetakan ke : 11
Tahun Terbit : 2015

Masya Allah, sebuah pepatah atau lebih tepat pada sebuah 'ledekan' yang sungguh luar biasa benar. Asma Nadia dalam bukunya berjudul "Salon Kepribadian Jangan Jadi Muslimah Nyebelin" halaman ix.

Prolog yang sungguh mengena bagi pembaca tentunya. Ada apakah gerangan sang Asma membuat prolog tersebut. Mari kita simak. 

Asma memang sungguh penulis yang keren dan hebat dapat menuangkan sebuah gagasan yang dapat menghipnotis pembacanya.  Beliau memaparkan bahwa karakter manusia yang memang JAUH lebih mampu menangkap, melihat, dan memerhatikan apa yang ada di luar, ketimbang yang ada pada dirinya sendiri.

Sehingga beliau mengupas semua kepribadian muslimah dalam bukunya, beliau tak ingin kebanyakan muslimah mempunyai watak yang nyebelin, cuek, tak pedulian dan lain sebagainya. Beliau  berharap muslimah dapat memperbaiki kepribadiannya sehingga tampaklah dari mereka muslimah yang cantik lahir dan bathinnya.

Gaya bahasa yang beli gunakan menggunakan bahasa yang sangat sederhana, gaul dan mudah di pahami. Dalam halaman terakhir ia paparkan mengenai beberapa ibadah yang dapat menambah kecantikan dalam seorang wanita atau lebih dikenal dengan inner beauty.

So, makin penasaran kan dengan isi bukunya? Saya pribadi tak bosan membaca buku tersebut. Bolak balik. Sedikit demi sedikit memahami isi bacaan. Hingga nancep ke ulu hati. Dan berazzam bahwa AKU BISA LEBIH BAIK LAGI!

Pada intinya, buku ini sangat bermanfaat untuk kita semua para muslimah. Buku non fiksi Asma Nadia dan materinya yang mendaging sekali, sangat praktis dan memandu muslimah untuk berproses. Buku ini akan membantu kita "memeriksa" diri kita secara tajam dan kemudian akan membuat kita bergegas memperbaiki penampilan diri dan hati.

Mari kita baca bukunya bersama dan memperbaiki diri bersama-sama.

Selamat membaca dan Salam Literasi 😍

#RCObatch7
#TantanganPertama

Selasa, 31 Desember 2019

Asma bersama Putri Semata Wayangnya


Asma Bersama Putri Semata Wayangnya

Rinai hujan tiada henti beberapa hari ini, Asma bersama puteri semata wayangnya asik bergumul dalam selimut hangat di sebuah kamar berpetak ukuran yang tak terlalu besar. Tembok kamar yang berhiaskan lukisan langit biru dan awan putih. Menjadikan keduanya betah lama di kamar. Ia sedang berlibur di Kota Madinah tempat saudaranya. Asma dan Nayya merupakan sosok keturunan Arab. Sehingga mereka masih bisa berkunjung ke Madinah ke tempat saudara-saudara yang lain.

Dalam sebuah kamar tempat kakak Ayahnya Asma. Terdapat Sebuah rak buku berwarna cokelat keemasan bertengger di ujung kamar. Buku-buku banyak yang menempati rak itu. Gemericik air hujan terus terdengar hingga menjelang larut malam, namun Asma dan Nayya masih belum bisa memejamkan mata. Tak seperti biasa kota Madinah di guyur hujan.

Asma akhirnya menemukan sebuah buku bersampulkan warna biru, dihiasi corak bunga nan indah, kemudian bertuliskan “Sirah Shahabiyah Kisah Para Sahabat Wanita”. Sembari membolak-balik buku tersebut Asma bertanya kepada Nayya, “Dek, mau ummi ceritakan beberapa kisah dari buku ini?” suara lembut Asma membuat Nayya mengangguk sebagai pertanda setuju ia ingin mendengar cerita buku itu.

“Baiklah, sayang….yuk, kita ambil posisi yang enak supaya ummi bisa fokus bercerita dan kamu bisa mendengar cerita ummi dengan seksama.” Ajak Asma kepada putri semata wayangnya sembari mengambil bantal, lalu ia letakkan di pangkuannya.

Namun, sebelum  Asma memulai cerita. Nayya pun penasaran memegang buku berwarna biru itu dengan perlahan, membolak-balik buku lembar demi lembar. Nayya makin penasaran dan bertanya kepada Asma, “Ummi, sepertinya buku ini bagus ya? Aku jadi penasaran isinya apa ya?”

“iya, sayang. Mari bukunya ummi pinjam sebentar, ummi akan segera bercerita isi buku ini ya?” ajak Asma dengan lembut.

Asma memulai cerita dengan penuh semangat, ia mengambil napas panjang dan mengembuskannya perlahan supaya ketika bercerita dapat memaksimalkan ekspresi dan intonasi dalam ceritanya. Berharap putri semata wayangnya mampu menangkap cerita yang akan ia sampaikan.

“Sayang… Buku ini sangat bagus sekali isinya. Ummi akan membawamu ke masa Sahabat Rasul bernama Asma Binti Abu bakar.”

***

Asma’ adalah putri Abu Bakar Ash Shidiq. Asma adalah sosok muslimah yang berjiwa tegar. Dia terbiasa melakukan segala sesuatunya sendiri. Sehingga membuat Asma menjadi perempuan yang mandiri.  Asma menjadi anak yang gigih dan berusaha bekerja keras. Selama masih ada pekerjaan, Asma tak pernah berpangku tangan.

“Maksud berpangku tangan itu apa, ummi?” sela Nayya karena penasaran dengan cerita yang sedang Asma ceritakan.

“Maksudnya, Asma terus bekerja tak kenal lelah. Contohnya, Nayya rajin bantu ummi beberes rumah selagi belum beres. Nayya terus berusaha membantu ummi untuk dapat menyelesaikan pekerjaan tanpa mengeluh. Nayya bantu ummi menyapu ruangan, mencuci piring, membantu memasak di dapur.” Jelas Asma kepada putrinya yang menginjak kelas 2 bangku sekolah dasar.

“OHHH…lanjut ummi!” Jawab Nayya sembari penasaran cerita selanjutnya.

Asma’ termasuk pendahulu yang meyakini ajaran Rasulullah. Asma’ berjanji tak akan pernah berpaling dari Allah. Asma’ membuktikan ucapannya. Seluruh ajaran Rasulullah dilaksanakannya.

Suatu ketika, Rasulullah dan Abu Bakar, Abu Bakar adalah Ayah Asma’. Berhijrah. Melakukan perjalanan menuju Kota Madinah, Asma membekali keduanya dengan makanan. Namun sangat disayangkan, Tidak ada tali untuk mengikat bungkusan.

“Ayah, bagaimana ini? Tak ada tali untuk membawa kedua bungkusan bekal Ayah dan Rasulullah?” Tanya Asma kepada Ayahnya.

“Belahlah selendangmu menjadi dua,” Jawab Abu Bakar.

Kemudian Asma mematuhi perintah Ayahnya. Asma melakukan hal yang Ayahnya minta. Karena itu, Rasulullah SAW menjulukinya “Dzaatun Nithaaqain”. Yang artinya “Perempuan pemilik dua selendang kain”.

Sampai akhir hayatnya, Asma tetap bertakwa. Ia menjadi seorang muslimah yang mulia hingga akhir hayat.

“Nah, seperti itu cerita dari Asma’ Binti Abu Bakar, sayang…” ucap Asma sembari menutup buku tersebut.

“Asma benar-benar wanita yang mulia ya, ummi. Tapi kok sama ya namanya seperti ummi?” Tanya Nayya.

“Iya, Sayang. Ayah ummi memberi nama Asma karena berharap ummi bisa seperti Asma’ Binti Abu Bakar, menjadi sosok wanita yang mulia.” Jelas Asma kepada putrinya.

Nayya pun mengangguk dan ia tak tahan lagi menahan rasa kantuknya. Lalu ia merebahkan badannya sembari memegang buku Sirah.

#Tulisan ini terinspirasi dari Buku Sirah Sahabiyah kisah sahabat wanita Rasulullah. Teringat seorang teman yang masih keturunan Arab. Sehingga menjadikan saya membuat cerita ini. Semoga dapat berkenan mewakili Tugas Tantangan pecan 4 kelas Reading Challenge batch 6 ini

Judul : Sirah Shahabiyah Kisah Para Sahabat Wanita
Penulis :Mahmud Mahdi Al Istambuli dan Musthafa Abu AnNashr Asy Syalabi
Penerbit :Maktabah Salafy Press
Tebal Buku : 362 Halaman



#RCO6
#OneDayOnePost

Rabu, 18 Desember 2019

Tugas 2 RCO6 : Review Buku Harry Potter dan Batu Bertuah


Judul Asli : Harry Potter and  the Philosopher’s Stone
Penulis : J. K. Rowling
Penerjemah : Listiana Srisanti
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 382 Halaman

Joanne Kathleen Rowling, Siapa sih yang tak kenal dengan penulis satu ini. Yups, betul sekali. Orang tua yang tengah berjuang membesarkan seorang putrinya ketika ia memulai menuliskan kisah Harry Potter dan Batu Bertuah pada carikan-carikan kertas di kafe setempat. Dewan seni Skotlandia secara tak terduga memberinya penghargaan yang memungkinkan ia menyelesaikan bukunya. Setelah terbit, buku  pertama ini menjadi fenomena internasional, mendapat ulasan luas di media massa, dan meraih berbagai penghargaan termasuk Buku Anak-Anak Tahun ini dari British Book Awards dan The Smarties Prize.

Harry Potter dan Batu Bertuah adalah sebuah novel pertama dalam seri Harry Potter karangan J. K. Rowling yang akan terdiri dari tujuh buku dan menampilkan Harry Potter, seorang penyihir muda. Buku ini terdiri dari 17 bab menggambarkan bagaimana Harry mmengetahui bahwa dia adalah seorang penyihir, membuat teman akrab dan beberapa musuh di Sekolah Ilmu Ghaib dan Ilmu Sihir Hogwarts, dan dengan pertolongan teman-temannya menghalangi kembalinya penyihir jahat Voldemort, yang membunuh orang tua Harry dan mencoba membunuh Harry ketika dia masih berumur satu tahun.

Judul aslinya dalam bahasa Inggris adalah Harry Potter and  the Philosopher’s Stone atau Harry Potter and  the Sorcerer’s Stone di Amerika Serikat. Buku ini pertama kali diterbitkan pada 26 juni 1997 di London oleh Bloomsburry. Mengikuti suksesnya seri ini, sudah dibuat pula seri film dan gamesnya.

Harry potter belum pernah jadi bintang tim Quidditch. Mencetak angka sambil terbang tinggi naik sapu. Dia tak tahu mantra sma sekali, belum pernah membantu menetaskan naga ataupun memakai Jubah Ghaib yang bisa membuatnya tidak kelihatan.

Selama ini dia hidup menderita beserta paman dan bibinya, serta Dudley, anak mereka yang gendhut dan manja. Kamar Harry adalah lemari sempit di bawah tangga loteng, dan selama sebelas tahun. Belum pernah sekal I pun dia merayakan ulang tahun.

Tetapi semua itu berubah dengan datangnya surat misterius yang dibawa oleh burung hantu. Surat yang mengundangnya dating ke tempat yang luar biasa, tempat yang tak terlupakan bagi Harry dan siapa saja yang membaca kisahnya. Karena di tempat itu dia tak hanya menemukan teman, olahraga udara, dan sihir dalam segala hal, dari pelajaran sampai makanan, melainkan juga takdirnya untuk menjadi penyihir besar. Kalau Harry berhasil selamat berhadapan dengan musuh bebuyutannya.

Buku ini mengandung banyak Persamaan dan perbedaan dari segi nilai budayanya, yaitu:

1.       Negara Amerika, inggris dan Indonesia sama-sama menganut paham kepercayaan seperti pada tema perdukunan atau ilmu sihir.
2.       Orang-orang Negara Amerika d, inggris dan Indonesia sama-sama suka bercanda
3.       Perbedaan terlihat karakter sopan santun dalam berjalan, orang Amerika dan inggris terbiasa setiap ada orang berjalan di belakang orang berjalan pasti akan mempersilahkan yang dibelakangnya untuk berjalan terlebih dahulu, sedangkan diindonesia belum terbiasa seperti itu. Hal itu terlihat jelas dalam penggalan cerita harry ini.
4.       Perbedaanya adalah pergaulan bebas, di Amerika Serikat dan inggris sudah terbiasa antara laki-laki dan perempuan bermain bebass. Sedangkan di Indonesia itu budaya tersebut tidak ada. Hanya sekarang-sekarag ini saja Negara Indonesia sudah mulai terjajah dengan masuknya pergaulan bebas
Jika mau dikupas lebih mendalam sebenarnya masih banyak lagi persamaan dan perbedaan budaya dari asal buku ini. Demikian ulasan Buku Terjemahan dari saya, semoga bermanfaat.

#Tugas2RCO6
#OneDayOnePost


Minggu, 15 Desember 2019

Tantangan Pekan 4 : Mencatat Impian sebagai Resolusi Menulis Pribadi di Tahun 2020


Mencatat Impian sebagai Resolusi Pribadi Di Tahun 2020

Impian? Hamper semua orang mempunyai banyak impian. Impian itu sendiri memiliki makna sesuatu yang diharapkan atau dicita-citakan. Nah, impian tak hanya sebagai impian. Seseorang jika ingin impiannya tercapai, maka harus segera menuliskannya dan melakukan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Pada kesempatan kali ini, saya pribadi ingin mengingat kembali apa harapan, cita-cita dan impian selama ini. Yah, setelah telisik demi telisik. Alhamdulillah, ucap syukur tak terhingga kepada Allah yang Maha Segalanya. Tanpa kuasanya di tahun 2019 ini saya masih menjadi pribadi yang introvert dan tak berkembang.

Namun, tak henti-hentinya juga ucap syukur kepada teman yang selalu mensupport saya untuk dapat mengembanagkan bakat dan minat saya dalam dunia kepenulisan. Meski tulisan saya masih seperti urap atau kluban yang semua jenis sayuran dicampur dan diurap-urap menggunakan sambal dan parutan kelapa. Hemmm, kalau dimakan enak sih tak apa. kalau tak enak? Hanya akan menjaadi makanan mubadzir yang dibuang sia-sia.

Berkaitan dengan hal menulis ini, saya tak ingin beberapa tulisan saya berisi sampah yang dapat dibuang kapan saja. Saya ingin menjadi pribadi yang produktif dan menghasilkan sebuah tulisan yang bermanfaat bagi pembaca.

Pada awal tahun 2019 ini, saya pribadi memberanikan diri mengikuti sebuah komunitas menulis, waktu itu belum mengenal komunitas one day one post. Tepatnya komunitas writing challenge ini yang memfasilitasi saya menjadi pribadi yang tidak introvert. Saya menjadi pribadi yang berani menuangkan segala rasa danbeban di dalam hati menjadi sebuah tulisan.

Karena dengan menulis bagi saya pribadi adalah menjadi terapi jiwa, teman berbagi dikala suka dan duka. Nah, pertengahan 2019 saya dapat mewujudkan impian saya berupa buku antologi puisi dengan judul buku “Kidung Ramadhan” bersama teman-teman Komunitas Nderes Literasi.

Tak jauh dari itu saya bertemu dengan komunitas odop, tepatnya bulan ramadhan yaitu Ramadhan Writing Challenge.  Di komunitas ini, saya semakin mendapat suntikan semangat dalam dunia kepenulisan. Dari berbagai banyak karakter teman saya pahami dan saya baca bagaimana gaya penulisannya. Saya menjadi semakin belajar bagaimana cara menuangkan ide sebuah tulisan menjadi tulisan yang bermanfaat.

Dari semua itu, saya dapat mengambil kesimpulan. Jika ingin menjadi pribadi yang produktif dalam kepenulisan, maka perbanyaklah berlatih dengan bergabung komunitas menulis.

Nah, di akhir 2019 ini, saya semakin tertantang mengikuti kelas Non Fiksi One Day One Post. Meski pada awalnya saya salah masuk kelas. Tak berminat di non fiksi. Namun apa boleh buat ternyata saya semakin banyak mendapatkan ilmu yang bermanfaat, seperti optimasi blog. Selama ini blog yang saya miliki belumlah apa-apa. Masih terbengkalai hanya sebagai tempat curahan hati melalui menulis.

Setidaknya di tahun 2020 saya ingin mencatat beberapa impian sebagai resolusi menulis,
1.       Saya ingin Membuat buku aktivitas anak usia dini dengan metode Montessori
2.     Saya ingin semakin banyak mengikuti komunitas menulis sebagai alat pengasah kemampuan menulis saya
3.   Saya ingin berbagi ilmu kepenulisan dengan mengenalkan literasi pada lingkungan sekitar dimulai dari anak usia dini hingga anak remaja

Ketiga impian kecil saya di tahun 2020 mendatang, semoga tak hanya sebuah catatan impian belaka. Setidaknya saya harus berproses untuk menggapai impian itu.

Bismillah, jangan pernah berhenti menulis dan menorehkan karya. Hanya dengan karya adalah sebagai warisan ilmu yang tak pernah berhenti mengalir. Terus menulislah, ora nulis tuman! Semboyan saya semenjak mengikuti komunitas menulis.

Terima kasih pula kepada komunitas ODOP Batch 7, ilmu yang luar biasa saya dapatkan dari komunitas ini tak akan pernah terlupakan bagi saya. Sebagai pelecut saya untuk terus berkarya. Meski saya pribadi masih menuliskan sebuah tulisan sampah, setidaknya jangan pernah berhenti berkarya.

Kesan yang luar biasa saya dapatkan dari komunitas ini, meski saya pribadi adalah peserta yang tak aktif, setidaknya saya adalah seorang pengamat semua teman-teman di grup. Meski banyak hal yang membuat hati saya sensitive, namun saya berusaha menjadi pribadi yang dapat menerima segala perbedaan. Setiap manusia mempunyai banyak karakter. Terlebih dalam hal menuangkan ide. Isi Kepala orang masing-masing juga berbeda. Setidaknya dari perbedaan itu diambil hikmah dan pelajarannya.

Sukses selalu untuk ODOP, TERUSLAH MENELORKAN BIBIT-BIBIT PENULIS YANG LUAR BIASA! HIDUP ODOP, Salam LITERASI…CAYOOOO 😍🤗

#KelasNonFiksi
#OneDayOnePost
#TantanganPekan4
#KesanPesanOdoPbATCH7

Sabtu, 14 Desember 2019

Hore....Aku Bisa Membatik


Teman-teman tentu sudah tahu kan, bahwa batik merupakan warisan budaya leluhur kita. Bahkan sampai-sampai ada negara yang ingin mengakui warisan budaya leluhur kita loh....sehingga pada akhirnya Pemerintah Indonesia atas putusan UNESCO menetapkan Hari Batik Nasional tepat pada tanggal 2 Oktober. Nah, teman-teman setiap memperingati hari batik disuruh menggnakan baju Batik sebagai bentuk peringatannya.

Berkaitan dengan Hari Batik, bulan Oktober kemarin. Adik-adik tercinta kita dari Kampus Pelangi Ceria KB Al Irsyad 02 Cilacap & TK. Al Irsyad Cilacap jalan beo timur mengadakan kegiatan praktik membatik.

Tujuan diadakannya kegiatan tersebut ialah sebagai pembelajaran yang menghargai warisan budaya leluhur dan kreativitas nenek moyang. Kali ini tamu gang diundang untuk membimbing seorang pengusaha batik tradisional dari Kamoung Asmat, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Itu loh, tempatnya tepat di dekat Bandara Tunggul Wulung Cilacap.

Perusahaan Home Industry tesebut dimiliki oleh Bu Sumarni, yang hadir bersama teman-temannya dalam rangka mengajar cara membatik. Anak-anak nampak sangat antusias dan penasaran ingin segera praktik membatik.

Kegiatan tersebut dimulai pukul 08.30, dimulai dengan penjelasan pengantar tentang proses membatik oleh Bu Sumarni.

Aktivitas diawali dengan persiapan, dimana anak-anak akan diberi kain putih yang sudah dibentuk berbagai motif, seperti bunga, ikan, daun, angry bird dan lain sebagainya. Kemudian setelah mendapatkan selembar kain, anak-anak diminta memulai membatik dengan melukis menggunakan lilin atau malam yang dipanaskan. Alat lukis yang digunakan adalah bernama canthing, peralatan khusus membatik. Diharapkan anak-anak mengikuti pola yang sudah disediakan sebelumnya.

Kegiatan ini kelihatannya mudah ya teman-teman....tapi ternyata praktiknya tidak semudah yang kita bayangkan. Dalam.menggunakan canthing lukis, teman-teman harus belajar mengendalikan diri dan penuh kehati-hatian supaya hasil lukisannya sesuai yang diharapkan. Belum lagi kalau ada lilin yang tumpah dari canthing, maka hasilnya tidak akan sesuai yang diinginkan.

Untuk tahapan selanjutnya adalah kegiatan mewarnai. Sebelum kain di celupkan ke pewarna, anak-anak diminta untuk meneliti ulang, apakah lukisannya sudah sesuai harapannya. Setelah itu dimasukkan ke dalam air garam yang dicampur dengan pewarna agar warna yang dihasilkan tidak luntur.

Setelah kain dicelupkan ke pewarna, barulah tahapan berikutnya melepaskan lilin-lilin yang menempel pada kain. Seharusnya, proses dilakukan dengan cara merebus kain hingga lilinnya larut. Namun, untuk lebih mudah praktiknya di Kampus Pelangi Ceria, maka langsung saja dibilas dengan air aki sambil digosok-gosok supaya hilang lapisan lilinnya. Proses terakhir adalah penjemuran kain. Selesai deh teman-teman, praktik membatik kita kali ini hehe....

Prosesnya begitu mudah dan sederhana kan, teman-teman? Kegiatan membatik dapat menjadi proses pengenalan kepada anak-anak didik di Kampus Pelangi Ceria ini. Jika teman-teman tertarik, tentunya teman-teman bisa belajar membatik dengan Bu Sumarni, atau ahli membatik lainnya yang ada di Kota tempat tinggal teman-teman. Hehe.... Hore....akhirnya kami bisa membaik ! Hehe

#kelasNonFiksi
#OneDayOnePost

Kamis, 12 Desember 2019

Review Buku Siswa Senang Guru Gemilang


Judul Buku : Siswa Senang Guru Gemilang
Penulis : Arif Yosodipuro
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2013
Tebal Buku : 169 Halaman

Strategi Mengajar Yang Menyenangkan dan Mendidik Dengan Cerdik


Mengajar memiliki keunikan tersendiri. Ada guru yang secara akademis lulusan sekolah keguruan, tetapi cara mengajarnya tidak menarik. Di sisi lain ada guru yang bukan jebolan sekolah keguruan, namun mengajarnya enak dan menarik.

Kenapa demikian?

Mengajar merupakan aktivitas yang tidak hanya memerlukan kecakapan lahir, namun juga perlu melibatkan aktivitas bathin karena mengajar melibatkan jiwa, rasa, dan karsa. Tidak terlibatnya rasa dan karsa dalam mengajar membuat suasana mengajar hambar, sekadar ritual saja. Artinya kegiatan belajar-mengajar hanya sekadar penyampaian materi, tidak tercipta komunikasi yang kondusif antara guru dan siswa. Komunikasi yang terjadi sebatas guru bicara di depan kelas tanpa memperhatikan bagaiamana kondisi dan kebutuhan siswa.

Mengajar dan mendidik sebenarnya bukan monopoli orang tertentu. Karena sejak lahir manusia memiliki fitrah atau insting mendidik generasinya sesuai dengan kebutuhan. Orangtua yang hidupnya sebagai petani akan mendidik atau mengajari anaknya untuk bertani.

Nah, kali ini Pak Arif Yosodipuro, yang mempunyai asal dari daerah Rembang. Beliau sudah bergelut dan berpengalaman dalam dunia mengajar dan mendidik. Untuk itu, di tahun 2013 ia memberanikan diri menulis buku dengan judul “Siswa Senang Guru Gemilang”.

Buku ini ia susun berdasarkan pengalaman, dialog, dan observasi kepada rekan guru dalam proses pembelajaran di sebuah lembaga pendidikan. Kemudian penulis merangkum kiat dan strategi mengajar yang penulis anggap menyenangkan dan memotivasi siswa.

Bahasa yang digunakan berbentuk informasi dan dialog. Hal ini dimaksudkan agar tercipta komunikasi dengan pembaca yang budiman. Apa yang penulis sampaikan bukan bermaksud menggurui namun semata-mata sebagai sharing opinion kepada Bapak atau Ibu yang bergelut dalam bidang pendidikan—formal maupun informal.

Berhasil-tidaknya proses belajar mengajar dipengaruhi salah satunya oleh kualitas guru. Guru dituntut memiliki strategi mengajar yang menyenangkan, ia juga harus kreatif dan inovatif. Cara mengajar yang menarik dan menyenangkan akan membangkitkan dan meningkatkan gairah belajar siswa, memberikan motivasi dan memsacu prestasi mereka.

Selain stratei, sosok siswa yang memiliki beragam karakter dan latar belakang harus pula dipahami guru agar tercipta komunikasi yang kondusif. Fakta menunjukkan bahwa ada siswa yang ogah-ogahan belajar dan dianggap bodoh tapi ternyata ia genius; dan siapa sangka orang yang drop out ternyata kemudian sukses dalam berbisnis. Ini menunjukkan bahwa kesuksesan dalam kehidupan tidak ditentukan oleh nilai akademis belaka.

Lantas, bagaimana guru dapat membantu siswa menggali potensi mereka?

Memiliki dan temukan informasi selengkapnya dalam Siswa Senang, Guru Gemilang ini. Buku ini mengupas strategi mengajar yang menyenangkan dan mendidik dengan cerdik, yang merupakan hasil dialog, wawancara, dan observasi terhadap rekan-rekan pengajar di berbagai lembaga pendidikan. Dilengkapi contoh-contoh kasus riil yang hari-hari dihadapi guru, isi buku ini dikemas dalam bahasa yang jelas, lugas, dan komunikatif. Buku ini antara lain menyajikan;

·         Setiap orang adalah pendidik
·         Idealisme dan realitas dalam pendidikan
·         Siswa serupa tapi tak sama
·         Menguak strategi tikus
·         Lima kontriversi karakter guru
            Kiat mengajar yang menyenangkan dan mendidik dengan  cerdik

Nah, makin penasaran bukan? Buku ini memang benar-benar buku yang direkomendasikan bagi orang tua dan para pendidik loh. Enggak bakalan nyesel deh setelah baca buku ini. Setelah baca buku ini rasanya semakin semangat dan antusias ingin berkreasi dan berinovasi dalam mendampingi siswa dan siswi nya di sekolah. Mari, segera baca ya. Jangan sampai ketinggalan informasi yang bermanfaat dari buku ini loh. Yuk, segera baca ya…

#KelasNonFiksi
#OneDayOnePost

Fenomena Gejala Erep-erep atau Sleep Paralysis



Teman-teman pernah merasakan yang namanya erep-erepen? Erep-erepen berasal dari bahasa jawa yang artinya ketindihan. Fenomena erep-erep atau tindihan, adalah suatu fenomena kaku atau lumpuhnya seluruh anggota tubuh ketika hendak terjaga dari tidur. Seluruh anggota tubuh tidak bisa berbicara. Erep-erep biasanya diikuti atau didahului oleh halusinasi atau mimpi yang menakutkan.

Mengapa erep-erep terjadi? Ada yang berpendapat bahwa hal itu terjadi karena ada urat saraf yang terjepit sehingga menghalangi proses ‘menuju sadar penuh’. Bahkan ada pula yang berpendapat bahwa erep-erep adalah akibat diganggu, diduduki atau dihisap napasnya oleh setan. Benarkah demikian? Tentu tidak demikian. Sebenarnya erep-erep bukan  dikarenakan urat saraf yang terjepit, ditindih atau diduduki oleh setan aat kita tidur, tetapi karena tidak siapnya tubuh saat otak kita sudah bangun dari tidur. Dalam istilah medis disebut Sleep Paralysis.

Begini penjelasannya. Tidur, sebenarnya memiliki tahapan-tahapan. Mulai dari tidur ringan  (setengah sadar), tidur dalam, tidur lebih dalam, dan tahap REM (Rapid Eye Movement = gerak mata cepat ). Saat tidur berada pada tahap REM inilah mimpi terjadi. Saat kondisi tubuh terganggu (missal karena kelelahan, kurang tidur atau stress), maka gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Pada kondisi tersebut, kesadaran  tubuh bergeser dari  tahap sadar ke tahap tidur yang paling ringan, kemudian langsung melompat ke tahap REM.  Oleh sebab itu, ketika otak tiba-tiba terbangun dari tahap REM, Tubuh ternyata belum siap. Disinilah kelumpuhan tidur terjadi. Saat otak telah sadar, tapi ternyata tidak diikuti oleh tubuh, sehingga badan seakan lumpuh atau tak bisa bergerak.

Pertanyaan selanjutnya ialah mengapa kejadian tersebut hampir selalu diikuti atau didahului oleh halusinasi munculnya sosok lain, bayangan seram, orang asing atau orang-orang yang kita kenal? Hal ini bisa dijelaskan bahwa halusinasi atau ‘penampakan’ tersebut sebenarnya adalah mimpi dari tidur tahap REM yang masih terbawa saat tubuh lumpuh.

Jadi, jelas bahwa Sleep Paralysis bukan dikarenakan urat saraf terjepit atau diduduki setan, tetapi karena tidak selarasnya kesiapan otak dan tubuh untuk bangun dari tidur. Meski demikian, penyebab terjadinya sleep paralysis secara medis belum diketahui pasti. Diantara beberapa factor yang diduga sebagai penyebab munculnya sleep paralysis, antara lain: kurang tidur, kelelahan, stress atau terlalu banyak beban pikiran. Bahkan, penggunaan obat-obat tertentu juga dapat menjadi pemicu munculnya sleep paralysis.

Apakah Sleep Paralysis bisa dicegah atau di atasi?

Memang belum ada riset spesifik untuk meneliti bagaimana mencegah dan mengatasi Sleep paralysis ini. Namun beberapa hal dapat dilakukan untuk menghindarinya, seperti : tidur cukup dan teratur, mengkondisikan kenyamanan ketika hendak tidur,  dan menyingkirkan segala beban pikiran ketika hendak tidur.

Namun, yang lebih penting dari itu semua adalah tidak lupa berdoa kepada Allah SWT agar Dia selalu menjaga kita, baik saat tidur maupun sat terjaga. Kembali lagi adalah kunci semua itu dikembalikan lagi pada Dia, Tuhan Yang Maha Segala Kuasa.

Bahwa pentingnya sebuah doa dalam segala hal, tak hanya ketika kita berada diluar rumah. Didalam rumah pun ketika saat akan istirahat merebahkan badan ke dalam ranjang, ada sebuah tuntunan doa dariNya.

Semoga kita semua dapat mencegah erep-erepen atau Sleep Paralysis dengan perbanyak doa dan mendekat padaNya. Akhir kata, semoga tulisan ini dapat diterima oleh pembaca dan sangat bermanfaat pula.

Wallahu ‘Alam bishowab
Barakallahu Fiikum

#KelasNonfiksi
#OneDayOnePost

Mengapa Wanita Berkumis?



Berkumis adalah identik dengan sosok namanya laki-laki. Laki-laki ditumbuhi kumis itu sudah kodratnya dan juga bisa dipengaruhi karena faktorketurunan, atau juga karena masa pubertas menjadikan hormone testosterone meningkat sehingga tumbuhlah kumis pada laki-laki.

Nah, kali ini. Pria dan wanita secara fisik telah diciptakan oleh Allah secara berbeda, meski ada juga kesamaannya di sana-sini. Masing-masing memiliki ciri tertentu yang menjadi penanda khas dan tidak terdapat pada jenis kelamin yang lain. Misalnya, ciri khas fisik laki-laki adalah dada yang bidang, suara berat, berotot menonjol, berkumis dan berjanggut.

 Lalu apa jadinya jika ada ciri fisik khas laki-laki muncul pada diri perempuan? Kumis yang identic dengan ciri fisik pada laki-laki tumbuh halus pada perempuan. Meski tumbuhnya tak selebat laki-laki. Mengapa kumis, yang merupakan ciri seorang laki-laki, muncul pada perempuan? Apakah ini pertanda ia berkelamin ganda, dan apakah perempuan yang berkumis dapat hamil dan melahirkan?
Ternyata menurut para pakar kedokteran, munculnya kumis pada perempuan dipicu oleh adanya hormone androgen. Pada tubuh pria dan wanita sebenarnya terdapat hormone androgen ini, namun dalam volume yang berbeda. Pada wanita, kadar hormone androgen hanya boleh ada maksimal 10% dari jumlah hormone yang ada pada pria.

Jadi, bila pria memproduksi hormone androgen 6-8mg perhari, misalnya, maka wanita seharusnya hanya memproduksi kurang dari 0,5 mg perhari. Kadarnya memang sulit dinyatakan dengan pasti, karena nilainya berfluktuasi bergantung pada usia, siklus haid dan status menopause wanita.

Banyak hal yang dapat memicu meningkatnya hormone androgen ini. Bisa karena factor genetic atau keturunan, terlalu banyak mengkonsumsi obat yang mengandung steroid, tekanan stress atau karena pola makan yang tidak sehat.

Efek dari kelebihan hormone androgen ini akan menimbulkan tanda hirutisme yaitu munculnya rambut atau bulu pada wajah dan punggung. Jika yang muncul adalah pada wajah, maka tumbuh kumis atau bahkan janggut. Sebenarnya hirutisme ini bukanlah penyakit yang berbahaya. Hirutisme juga bisa dihilangkan dengan terapi hormone. Tetapi jika merasa terganggu dengan munculnya kumis atau janggut, cukup dengan dicukur atau waxing, meski tetap ada kemungkinan tumbuh lagi.

Wanita berkumis susah hamil?

Mungkin ini pertanyaan yang paling membuat penasaran. Mitosnya, wanita berkumis ini akan susah hamil, tetapi sebenarnya mereka tidak mengalami kesulitan untuk hamil. Namun jika hormone androgen pada perempuan kadarnya terlalu tinggi, ia akan menyebabkan bulu yang tumbuh begitu lebat dan siklus haid tidak teratur.

Siklus haid yang tidak teratur ini merupakan salah satu ciri dari penyakit yang disebut Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Penyakit ini disebabkan oleeh ketidakseimbangan hormone dalam tubuh perempuan sehingga menyebabkan gangguan pada organ dan system reproduksinya. Jika ini yang terjadi, maka perlu segeraberkonsultasi ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Pertanyaan selanjutnya apakah kumis pada perempuan menjadi pertanda bahwa ia berkelamin ganda? Jawabannya adalah tidak. Jenis kelamin ditentukan oleh banyaknya kromosom  sex pada inti  selnya, bukan pada munculnya kumis atau tidak. Jika ia memiliki kromosom sex “XY” maka ia adalah pria, dan jika ia memiliki kromosom sex “XX” maka ia adalah wanita.

Memang akan terasa sangat mengganggu saat tumbuh rambut di daerah yang tak diinginkan. Namun tak perlu khawatir, karena urusan ini bisa diatasi dengan waxing, mencukur, atau menggunakan krim yang menghambat pertumbuhan rambut tersebut.

#KelasNonFiksi
#OneDayOnePost

Senin, 09 Desember 2019

Keajaiban Pada Ubun-Ubun Bayi



Bismillah

Hai, sobat, pernahkah diantara kalian mengamati sosok bayi yang baru lahir? Coba sesekali amati ya. Bagian atas kepala hingga ke belakang kepala si bayi. Ada sesuatu yang terkadang gerak perlahan dan jika di sentuh. Terasa lunak.

Sobat semua pernah lihat kan? Pada bayi yang baru lahir, biasanya ditemui bagian kepala yang tampak masih berdenyut-denyut. Jika bagian tersebut diraba akan terasa agak lunak. Bagian tersebut disebut ubun-ubun. Ubun-ubun tampak berdenyut karena dibagian bawahnya terdapat pembuluh darah yang agak besar. Ubun-ubun dalam bahasa kedokteran disebut Fontanel.

Ubun-ubun sebenarnya terdiri dari dua bagian; satu di depan, biasa diebut ubun-ubun depan (fontanela anterior) dan satu lagi berada di bagian belakang, biasa disebut ubun-ubun kecil atau ubun-ubun belakang (fontanela posterior).

Namun demikian, secara umum, jika disebut ubun-ubun bayi, maka yang dimaksud adalah ubun-ubun besarbyang berada di bagian depan, bukan ubun-ubun kecil yang ada di bagian belakang kepala.
Hal ini terjadi karena ubun-ubun besaar cenderung lebih mudah diamati karena besarnya dan proses menutupnya lebih lama. Sedangkan ubun-ubun kecil, ukurannya lebih kecil dan proses menutupnya lebih cepat.

Mengapa ubun-ubun muncul pada bayi yang baru lahir, namun sudah tidak ada pada orang dewasa? Jawabannya adalah ubun-ubun yang ada pada bayi didesain oleh Allah SWT  akan menutup seiring dengan pertambahan usianya. Umumnya, ubun-ubun besar akan menutup pada usia 18-24 bulan sedangkan ubun-ubun kecil akan menutup sebelum usia 5 bulan. Jadi tentu saja, ubun-ubun sudah tidak terlihat lagi pada orang dewasa.

Sebenarnya, apa sih ubun-ubun itu dan mengapa ubun-ubun bayi kok lunak?

Ubun-ubun bayi adalah sambungan tulang-tilang dengan tengkorak kepala yang belum sempurna menutup. Atau dengan kata lain, ubun-ubun merupakan ‘celah’ diantara sambungan atau pertemuan tulang-tulang yang menyusun tengkorak kepala. Ubun-ubun tampak lunak karena ‘celah; sambungan tersebut belum tertutup oleh jaringan tulang tengkorak yang keras.

Allah SWT menciptakan ubun-ubun yang masih lunak pada bayi dengan fungsi yang sangat penting. Fungsi pertama adalah sebagai ruang ketika tulang-tulang tengkorak kepala ‘menyempit’ saat prioses persalinan. Fungsi kedua, ubun-ubun juga memberikan ruang untuk tulang tengkorak kepala berkembang, mengikuti perkembangan otak di dalamnya.

Dapat dibayangkan, jika tidak ada jaringan lunak ubun-ubun, maka tulang-tulang tengkorak kepala akan keras dan kaku sehingga akan lebih sulit saat melewati proses persalinan. Lebih jauh lagi, otak bayi tidak akan berkembang menyesuaikan pertumbuhan badan dan usianya, karena tulang-tulang tengkoraak kepala sudah tidak memiliki ruang lagi untuk berkembang. Jika otaknya tetap kecil maaka tentu saja jaringan syaraf dan kemampuan otaknya juga tidak akan berkembang.

Ubun-ubun, walaupun tampak lunak, namun sebenarnya tidak selunak yang dibayangkan. Artinya jika sekadar diraba atau mendapat tekanan halus, tidak akan robek atau tembus. Sebab ubun-ubun sebenarnya memiliki lapisan membrane atau selaput yang cukup kuat untuk melindungi bagian dalam dari bagian lunak tersebut. Namun, tentu saja, anda harus berhati-hati meenyentuhnya. Cukup dielus atau diraba saja. Jika ditusuk dengan jari yang tegak lurus, tentu saja dapat tembus.

Demikian, keajaiban ubun-ubun pada bayi. Masya Allah, luar biasa sekali ciptaanya, bukan? Kalau bukan karena kehendakNya. Siapa lagi? Dia adalah benar-benar Tuhan yang Maha Pencipta Segalanya, Kun Fa Ya Kun, Jadilah maka Jadilah.

Kita sebagai manusia ciptaanNYA hanya patut berucap syukur atas segala ciptaanNya. Kesempurnaan hanyalah milik Allah. Kita sebagai manusia hanya perlu berhati-hati dalam menjaga segala kekuasaanNya.

Wallahu ‘alam

Barakallahu fiikum

#KelasNonFiksi
#OneDayOnePost

Jumat, 06 Desember 2019

Horeee…..Senangnya Aku Bisa Membuat Tape (Peyeum)

Hai, teman-teman, diantara kalian pernah mendengar kata Tape atau Peyeum? Itu Loh Peyeum yang berasal dari Bandung. Makanan Khas Jawa Barat ini bukan hanya terkenal kelezatannya saja loh, tetapi juga harganya yang murah. Tidak heran jika makanan ini menjadi salah satu makanan primadona Jawa Barat, yang diminati tidak hanya oleh warga Bandung, namun juga pengunjung dari luar kota. Tidak jarang mereka datang  ke Baandung sekadar membeli Peyeum, baik sebagai oleh-oleh maupun untuk dikonsumsi sendiri.

Nah, Kini kami siswa KB & TK Al Irsyad 02 Cilacap tak perlu jauh-jauh lagi ke Bandung.  Kalau ingin makan Tape atau Peyeum, Kami sudah belajar cara membuat Tape atau Peyeum pada bulan Oktober 2019 kemarin. Teman-teman mau tahu bagaimana cara membuatnya? Yuk, Mari kita simak.

Saat belajar membuatnya, kami semua sangat bersemangat dan antusias karena penasaran, pengen tahu bagaimana sih Tape yang rasanya manis bercampur kecut dan bertekstur lunak dibuat. Bahkan ada diantara salah satu kami ada yang belum mengetahui apa itu Tape Peyeum, “Ust, Tape itu seperti apa? Kok singkong? Singkong itu seperti apa? Dan Bagaimana rasanya?” Tanya Hafidz ketika Ustadzah Ceskha sedang memandu jalannya acara pembuatan Tape.

Menurut ustadzah, bahan membuat tape terdiri dari singkong dan ragi sebagai bumbu untuk fermentasinya. Untuk memulai pembuatan, maka singkong dikupas. Dengan mengupas , motorik halus kami semakin terlatih. Kata ustadzah. Kemudian kami diminta untuk mencuci singkong hingga bersih dengan air. Dengan mencuci ini kami jadi belajar untuk bias mandiri dan tidak bergantung kepada mama dan papa.

Selanjutnya, kami diminta memasukkan singkong ke dalam wadah yang sudah disediakan untuk dikukus hingga masak. Setelah singkong ini masak, kemudian singkong didiamkan sehingga dingin. Bila singkong telah dingin, maka siap untuk dilumuri dengan ragi. Kamipun melakukannya bersama-sama, Ustadzahpun tidak membiarkan kami, untuk memastikan bahwa kami melakukannya dengan benar.

Pada bagian atas tumpukan singkong kami taburi lagi ragi sebelum ditutup dengan daun atau plastic. Selesaikan? Mudahlan? Tentu untuk proses pembuatannya sudah selesai, namun untuk bias dimakan maka singkong yang telah dilumuri ragi harus dibiarkan (dieram) selama kurang lebih 2-3 hari untuk mengubah bentuk dan rasa. Setelah tiga hari singkong yang agak keras telah berubah bentuk menjadi Tape yang lunak dan manis.

Hemmmm…mudah ya teman-teman? Ayo, coba kamu lakukan seperti yang kami lakukan. Jangan lupa meminta bantuan mama dan papa ya jika ingin mempraktikkan cara membuat Tape dirumah. Kalian pasti bias seperti kami anak-anak Kampus Pelangi Ceria.

Eitss, jangan bilang enggak bisa sebelum mencoba ya?. Kalian pasti bisa dan senang melakukannya. Seperti halnya kami, kami di sekolah juga melakukannya dengan riang gembira sehingga kami bisa loh teman-teman hehehe. Selamat mencoba dan praktik membuat Tape atau Peyeum ya teman-teman
Salam semangat dan tersenyum ceria selalu ya …

Salam dari kami…Oke oke oke yeeeessssssss…… J


#KelasNonfiksi
#OneDayOnePost

Kamis, 05 Desember 2019

Review Novel Moga Bunda Di Sayang Allah


Judul :Moga Bunda Disayang Allah
Pengarang : Tere Liye
ISBN : 9793210796
Penerbit :Republika
Halaman : 306 Halaman

Novel ini menceritakan seorang anak yang mempunyai keterbatasan mental. Dia tinggal dengan kedua orang tuanya yang mempunyai banyak harta dan sangat terhormat. Melati, nama anak itu, tidak bias melihat, mendenar, dan sering memecahkan barang yang dipegang. Untungnya Bunda Melati sangat sabar merawatnya.

Melati kurang mendapat kasih sayang ayanhnya, HK, selalu sibuk dengan pekerjaannya, walau kadang sang Ayah meluangkan waktu untuk makan bersama. Suatu hari Bunda Melati mencari seorang pendamping yang bias mengajarinya untuk bias menjadi anak yang lebih baik, Bunda Melati mendapat kabar bahwa ada seorang pemuda yang bernama Karang yang sangat baik terhadap anak-anak.

Sebenarnya Karang adalah anak atim piatu yang tidak mengenal orang tuanya. Dia dibesarkan oleh sepasang pecinta anak yang tidak memiliki anak. Masa kecilnya yang kurang beruntung membuat “dendam” dalam diri karang. Dia dendam untuk janji-janji kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang.

Sepeninggalan Ayah angkatnya, dia bersama teman-temannya melanjutkan misi Ayah angkatnya tersebut. Karang mendirikan banyak taman bacaan untuk anak-anak yang kurang beruntung dan memotivasi mereka untuk meraih hari depan yang lebih baik.

Karang pandai membuat cerita yang sarat akan motivasi. Dia sanggup membuat anak menangis diam sekejap hanya dengan sentuhan lembutnya. Bahkan denga ungkapan yang membakar semangat pendengarnya, seorang anak kecil yang terkena lumpuh bias sembuh dan berlari riang.

Namun sebuah peristiwa naas terjadi. Kala berlibur di tengah lautan luas, di atas perahu kecil yang diterpa badai, belasan anak asuhnya meninggal sia-sia, termasuk Qintani, gadis kecil yang dengan semangat dari Karang bias sembuh dari sakit lumpuhnya, bahkan bias berlari-larian. Pada saat yang sama, seorang anak kecil yang tengah liburan dengan kedua orang tuanya dengan pengasuhnya terkena musibah. Dia adalah “Melati”, gadis kecil berusia tiga tahun yang begitu riang dengan suasana pantai, berlarian riang.

Rambut ikalnya bergoyang-goyang ke kanan ke kiri. Jika tertawa, gigi kelincinya terlihat seakin lucu dengan mata yang bening bagai biji buah leci. Namun ketika kebahagiaan itu pudar karena melati terjatuh dan terhantam piring terbang yang berukuran kecil, melati akhirnya menderita buta, tuli dan bisu.

Seketika keluarga HK berubah 100%. Melati sering mengamuk hingga usianya menginjak 6 tahun. Tiga tahun dilalui melati hanya merasakan senyap, sepi, dan kosong. Berbagai usaha sudah dilakukan bunda untuk kesembuhan Melati tapi gagal. Bahkan beberapa dokter malah menyebut Melati sudah gila karena sering mengamuk.

Kejadian tiga tahun lalu juga membuat Karang menyalahkan diri, meski sebenarnya hakim memutuskan Karang tidak bersalah. Karang tetap mengurung diri di kamar tua tempat ibu asuhnya.idupan karang juga berubah total, dari pribadi yang baik hati, penyayang, pecinta anak kecil, menjadi seorang pemabuk. Waktu pagi hingga sore digunakan hanya untuk tidur di kamar yang pengap karena jendela yang tidak pernah di buka.

Suatu hari buda HK menemui Karang, dan meminta bantuannya untuk menolong Melati. Awalnya menolak, namun akhirnya Karang mau membantu Melati, dan tinggal bersama di rumah bunda HK. Empat hari berlalu, pembantu rumah tangga bunda HK menemukan botol minuman di kamar Karang. Kontan Tuan HK mengusir Karang. Namun Karang menolak, dan berjanji tidak akan mabuk lagi.
Hari demi hari dilalui Karang dengan tanpa lelah memotivasi dan mengajari Melati mengenal dunia. Melati mulai bias memegang sendok dan duduk di atas kursi plastic. Bunda Hk sangat bahagia. Setelah tiga minggu berlalu, Tuan Hk pulang dari luar kota dan sangat terkejut setelah melihat Melati mampu memegang sendok makan dan duduk, serta merasakan air hujan yang jatuh di luar rumah. Kejadian ini membuat seisi rumah tertegun, melihat perkembangan Melati yang semakin membaik. Yang paling mengejutkan dari gadis kecil berusia 6 tahun yang buta, tuli sekaligus bisu, mampumenuliskan kalimat indah “Bunda, met bobo, juga…Moga bunda di sayang Allah.

Dalam novel ini memiliki kelebihan yaotu pengarang menciptakan karakter Melati, Bunda dan Karang dalam sosok masing-masing yang tidak bias dibedakan mana yang leibh pantas disebut tokoh utama. Novel ini juga memberikan bnayak pelajaran hidup kepada kita tentang arti ikhlas, sabar bersyukur, dan keadilan Tuhan.

Sedangkan kekurangan pada buku ini terdapat pada gaya bahasa yang menggunakan bahasa tidak baku, sentuhan bahasa yang unik dansyarat makna, sehingga cukup sulit untuk mengartikan kalimat demi kalimat. Pengulangan kalimat yang terlalu seing sehingga membuat pembacanta kadankadang bosan, dan ceritanya sering berpindah-pindah.

#Kelas Nonfiksi
#OneDayOnePost

Rabu, 04 Desember 2019

Review Buku Kreasi Asyik Muslim Cilik



Judul Buku : Kreasi Asyik Muslim Cilik (Panduan Berkarya dan Belajar Islam untuk Ananda)
Penulis : Azka Madihah
Penerbit : Pro-U Media, Yogyakarta
Tahun Terbit : 2016
Tebal Buku : 114 Halaman

“Kriiiing! Kriiing!” Bel tanda istirahat di sekolah Azmi dan Izza berbunyi. Anak-anak kelas Al-Aqsha Ceria berhamburan dengan riang. Namun, saat melihat lapangan yang biasa mereka gunakan untuk bermain basah, mereka mengeluh, “ Ya, hujan…. Nggak bias main di luar dong….”

Mendengar kekecewaan murid-muridnya, ibu guru Tsabita mengingatkan dengan lembut, “Anak-anak…Allah menurunkan hujan sebagai rahmat dan berkah-Nya. Coba bayangkan kalau tidak ada hujan, bisakah tanaman dan sayuran yang selama ini kalian makan tumbuh? Karenanya, Ketika hujan turun, kita disunahkan untuk berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : Allahumma Shayyiban naafi’aan. ‘Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat’.”

***

          Masya Allah, asyik ya, cara ibu guru mengajarkan doa ketika turun hujan pada murid-muridnya. Tak hanya mengajarkan Doa ketika turun hujan saja yang ibu guru ajarkan. Ternyata banyak sekali, ada juga “Cara Mengukur Hujan”.

Dalam Buku Kreasi Asik Muslim Cilik, Ibu Guru Azka, menjelaskan bahwa hujan adalah rahmat dan berkah dari Allah. Banyak yang bias kita pelajari dari hujan. Salah satunya adalah dengan belajar mengukur curah hujan.

Caranya, ambil toples
  1.       Plastic atau botol minum plastic yang dipotong bagian atasnya.
  2.      Tandai tinggi botol dari permukaan tanah dengan spidol dan penggaris. Misal : 5 cm, 10 cm, dan 15 cm.
  3.      Lalu tampung air hujan dan catat air yang tertampung.

Para ilmuwan peneliti memiliki alat yang sangat canggih untuk mengukur curah hujan. Namun alat pengukur curah hujan yang kita buat sangat sederhana. Sehingga kita hanya akan menggunakannya untuk membandingkan curah hujan dari waktu ke waktu. Letakkan alat pengukur hujan di lokasi yang sama setiap kali ingin melakukan percobaan ini. Apakah terlihat perbedaan air hujan yang tertampung ketika hujan gerimis dan hujan deras? Catatlah tanggal dan durasi waktu penampungan air hujan.

Wah, pembelajaran yang sangat menyenangkan, bukan?!

Ibu Guru Azka, yang mempunyai nama lengkap Azka Madihah adalah seorang ibu dan pendidik anak usia dini. Meski latar belakang pendidikannya adalah Sarjana Manajemen dari Institut Pertanian Bogor, tetapi Ibu Azka sering terlibat dalam kegiatan pendidikan anak. Jaman sekarang masih jarang buku inspirasi kreativitas bagi anak Muslim mendorongnya menulis buku Kreasi Asyik Muslim Cilik ini.

Buku ini memberikan panduan aktivitas kreatif dan menyenangkan untuk anak muslim. Buku ini menjabarkan ide-ide kreasi yang dapat dilakukan anak saat menyambut Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Kemudian beberapa aktivitas sains yang terkait alam ciptaan Allah pun tercantum di buku ini.

Buku ini juga mencontohkan cara mempelajari Al Quran, Rukun Islam, Rukun Iman, serta kisah nabi dan rasul dengan cara yang menyenangkan. Tidak lupa, setiap tema diberi penjelasan ilmiah, ayat Al Quran, hadist, dan hikmah yang mudah dipahami anak-anak.

Semoga dengan hadirnya buku ini, anak-anak Muslim di Indonesia dapat mempelajari Islam dengan ceria. Dengannya, mereka dapat tumbuh menjadi anak-anak yang bangga dengan keislamannya dan mau berjuang menegakkan agama Allah. Semoga para orang tua dan guru mampu mengajarkan Islam dengan cara yang menggembirakan anak sehingga pelajaran Islam tidak identic dengan sesuatu yang membosankan atau bahkan menakutkan.

Yuk, ikuti kisah-kisah lainnya dalam buku ini. Melalui kisah-kisah yang inspiratif, kita dapat mengambil pelajaran nilai-nilai dasar Islam. Selain itu, dalam buku ini banyak ide dan foto kegiatan Islami kreatif yang bias kita ikuti. 

Buku yang benar-benar sangat direkomendasikan teruntuk para ibu rumah tangga yang membutuhkan buku yang menginspirasi ini. Tak hanya ibu rumah tangga, Ibu Guru anak usia dini lebih diutamakan dalam mengembangkan wawasan kreativitas dalam mengajarkan anak didiknya di sekolah. Buku Ini juga sangat direkomendasikan teruntuk putera puteri di rumah sebagai wawasan mereka mengembangkan kemampuan kreativitas yang dimilikinya.

Semoga aneka kisah dan aktivitas anak Muslim ini menjadikan Kita semakin mencintai Allah, Rasulullah, Al Quran, dan agama Islam. Sudah siap bergembira dan berbangga sebagai pendidik, pengajar dan Anak Muslim?
Mari, Bacalah J

#KelasNonFiksi
#OneDayOne Post