Rabu, 20 November 2019

Belajar Seru Dan Menyenangkan Bersama Sahabat Kampus Pelangi Ceria


Hai, Sobat  semua 😍😍😍 jumpa lagi nih dengan kami anak-anak Kampus Pelangi Ceria ...jangan bosan ya apabila foto-foto dan video-video kami selalu mengganggu pemandangan beranda  teman-teman semua 🤭😁

Ceritanya nih, hari Rabu 06 November 2019. Kami anak-anak kelompok Merkurius Kampus Pelangi Ceria mengikuti kegiatan di Sentra Seni. Satu kelompok kami terdiri dari 16 anak loh teman-teman.

Jadwal Sentra Kelompok Kami di mulai dari jam 09.30 sampai dengan 10.45. Kami diajak oleh ustadzah bermain dan belajar mengenal Binatang unggas. Pertama-tama kami diminta ustadzah bermain tebak gambar. Lalu kami diminta menyebutkan ciri-ciri dari gambar tersebut. 

Nah, kebetulan di sentra seni, kami mendapat materi pembelajaran binatang Kalkun. Kemudian Ustadzah  meminta kami melihat video ternak kalkun.

Dalam video tersebut banyak sekali kalkun-kalkun. Kalkunnya cantik-cantik, suaranya pn lucu. Kami pun tertawa senang melihatnya.

Wah, betapa senang sekali kami melihat video tersebut loh teman-teman. Biasanya kami hanya melihat di kebun binatang hanya sekitar 1-3 kalkun. Nah, di video terdapat banyak binatang kalkun. Kalkunnya cantik-cantik sekali loh. Kami sampai terpukau melihatnya.

Lalu dari video tersebut kami diajak bermain menirukan jalan membungkuk menirukan cara kalkun berjalan. Dengan berjalan membungkuk kami dapat memaksimalkan anggota tubuh kami untuk bergerak. Kami juga semakin tahu bahwa bagian-bagian tubuh kami harus sering-sering berlatih untuk bergerak. Supaya badan kami sehat.

Setelah itu, Kami juga diajak menirukan suara kalkun oleh ustadzah. Lebih senang sekali ketika menirukan suara dan jalannya kalkun. Kami di video oleh ustaszah. Menambah rasa bahagia tak terkira untuk kami. Apalagi kata ustadzah, video kami juga akn dikirim ke HP ayah dan bunda kami.  Kami girang sekali loh teman-teman ehehehe

Nah, yang terakhir. Kami diajak bermain cat pada gambar kalkun. Ouwh, rasanya semakin menyenangkan loh teman-teman hehe

Jari-jari kami dilatih untuk terbiasa memegang benda. Supaya kelak kami bisa kuat memegang pensil untuk menulis. Kuat untuk bekerja ketika kami dewasa nanti.

Jadi, inilah sepenggal cerita kami hari ini ya sahabat semua. Masih banyak lagi cerita-cerita seru yang membuat kami semakin suka dan betah berada di sekolah kami.

Sekian dulu ya Sobat 😍🤗
Salam Ceria dari kami 😘😘😘🤗🤗🤗

Oh iya, teman-teman, dari cerita kegiatan kami ini, dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran yang dikemas secara menyenangkan  yang diterapkan pada anak usia dini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang kemampuannya kelak kedepannya. 

So, teruslah berkreasi dan semangatttt


#kelasnonfiksi
#onedayonepost
#Menulisidedarikejadiansekitar Kampus Pelangi Ceria 🤗🥰

Selasa, 19 November 2019

Tak Pernahkah Kau Tahu?


Bismillah...

Hai, sobat, Tahukah kau? Apakah kau tak pernah tahu dalamnya isi hati orang lain? pernah terbersitkah? atau bahkan tak akan pernah. Maka jangan berpikir bahwa kau tahu segalanya. Begitupun kau tak pernah tahu dampak dari apa yang kau katakan, maka berpikirlah dahulu sebelum berbicara.

Lebih dari sepuluh tahun berlalu. 

Ketika itu aku bersama teman-teman seperjuangan melakukan kuliah kunjungan di Bandung. Di tengah perjalanan, seperti mahasiswa-mahasiswa pada umumnya kami saling bercanda. Entah saat itu apa yang aku katakan, tapi sahabat yang duduk di sebelahku mengkritikku dengan tenang. 

"Dek, kalau ngomong mbok dipikir dulu!", ucapnya. Aku langsung terdiam, berpikir,  lalu menangis. Bukan sebab aku sakit hati, justeru sebaliknya. Aku berpikir aku telah melukai orang lain dengan kata-kataku. Dia yang murni berniat mengingatkanku menjadi bingung karena responku itu. Maklum ya... namanya juga perempuan. 

Terima kasih untukmu... Setidaknya hingga hari ini kata-kata itu cukup menjadi pengingat untukku agar tak sembarangan berbicara, meski kadang masih lalai. 😔

Kita tak pernah tahu isi hati orang lain. Saat kita hanya ingin sekadar guyonan, tapi orang lain sedang sensitif, lagi PMS misalnya. Guyonan kita menjadi tidak lucu. Atau saat orang lain sedang sakit, alih-alih membangkitkan semangatnya dengan doa dan perhatian justru berkata yang menyakiti hatinya. 

Come on... itu sama sekali nggak lucu. Kau tahu bagaimana psikologisnya yang ingin bangkit dari sakit? Kau tahu bagaimana hatinya yang lelah lalu kau tambah dengan beban psikolgis akibat ucapanmu itu? Kau tahu bagaimana keluarganya berjuang untuk sehatnya, lalu harus kembali jatuh sebab kalimat tak penting darimu?

Kita tak pernah tahu bagaimana orang lain berusaha memahami hati kita. Lalu sudahkah kita juga berusaha memahami hatinya? Kita tak pernah tahu bagaimana orang lain sudah berkorban untuk kita, lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita juga telah berkorban untuknya, ataukah masih menjadi beban?

Hingga hari ini aku percaya bahwa setiap ucapan atau kalimat-kalimat positif selalu berdampak positif, dan sebaliknya ucapan atau kalimat-kalimat negatif juga memiliki dampak negatif. 

Begitupun dengan perilaku kita. Kau ingin orang lain menghargaimu? Sudahkah kau berusaha untuk menghargai orang lain. Kau ingin orang lain menyapa dan menegurmu sedangkan kau sendiri enggan menyapa dan menegur orang lain? Kau ingin orang lain tersenyum padamu sedangkan kau enggan tersenyum pada orang lain? Jangan becanda, sayang. Itu sama sekali tidak lucu. Lalu ketika orang lain kau anggap tak menghargaimu, apakah itu berarti ada yang membencimu? Atau bagaimana jika logikanya dibalik? Apa yang telah kita lakukan pada orang lain? Apakah mereka menyukainya? Atau jangan-jangan mereka tak suka dengan apa yang telah kita lakukan? Atau....

Maafkan tulisan saya yang terlalu random ini. Hanya sebuah pengingat untuk diri sendiri agar lebih menghargai orang lain. 

Saya tambahkan sedikit kalimat sahabat saya semasa SMA, "Orang biasanya akan mengeluarkan apa yang ada dalam dirinya. Jika dia mengatakan hal negatif, maka negatif pula dia. Jika dia mengatakan hal positif, maka positif pula dia. Orang yang hanya minta dihargai berarti dia miskin harga, sebaliknya orang yang kaya akan harga ia bisa menghargai orang lain." ( dengan sedikit editing)

Baiklah, sobat. intinya...Mari Kita belajar menjaga lisan, hati dan pikiran hanya untuk Allah semata. Semua itu akan ada pertanggung jawabannya di yaumul akhir kelak.

So, untuk mengakhiri tulisanku malam ini. sedikit kata semangat dariku.

Jagalah lisanmu, jagalah hatimu, 
jagalah ruhiyahmu. So, You are The Best. 
Keep Istiqomah Yo....

Allahu 'alam bishowab

Barakallahu fiikum

Allahu Akbar!

#Kelasnonfiksi
#OneDayOnepost

Senin, 18 November 2019

Mengapa Harus Ada Etika Dalam Berteman?


Bismillah...

Hai, sobat, tentu kalian semua pasti mempunyai teman kan? Bahkan diantara kalian pasti mempunyai teman akrab, baik saat bermain di lingkungan rumah maupun di sekolah, Atau di lingkungan pekerjaan. 

ya, itu sebabnya mengapa manusia disebut makhluk sosial? karena manusia senantiasa bergaul dengan orang lain dan tidak mungkin hidup sendiri-sendiri. Sobat semua pasti demikian kan? sobat semua tidak mungkin dapat hidup sendiri-sendiri, pasti membutuhkan orang lain.

Hai, Sobat, dalam berteman pun kita harus mempunyai etika. Mengapa? Karena, supaya kita tidak salah dalam  berteman. Kita harus tahu adab atau etikaanya. Sobat semua yang dimuliakan Allah, berikut  ini akan dipaparkan Bagaimana Adab dalam berteman :

1. Adab Sebelum Berteman
  •    Memilih Teman yang baik 
Salah satunya adalah dalam memilih teman-teman yang baik. Karena, kalau kita salah dalam memilih teman, maka akan membahayakan diri kita, baik di dunia maupun besuk ketika kita hidup di alam akhirat.

Nah, salah satu gambaran pertemanan yang terjalin hingga ke negeri akhirat adalah berteman dengan orang-orang yang bertakwa. Seperti dalam Al Qur'an, Allah ta'ala berfirman :

"teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." (Az-Zukhruf : 67)

Sobat, pengaruh teman memanglah sangat besar. Teman yang baik akan mendorong kita untuk melakukan kebaikan. Sebaliknya, teman yang buruk akan menggoda kita melakukan perbuatan-perbuatan buruk pula. Bahkan, Rasulullah SAW menggambarkan perumpamaan teman yang baik seperti pemilik minyak wangi, sedangkan teman yang buruk seperti tukang pandai besi.
  • Berteman Karena Allah Ta'ala
Sobat semua yang dicintai Allah, niat yang lurus harus ada dalam setiap ucapan dan perbuatan kita, sesuai dengan sabda Nabi kita, Muhammad SAW :

"Sesungguhnya segala amalan tergantung pada niat. Dan, setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkan" HR. Bukhari dan Muslim.

Nah, dalam berteman setidaknya sobat semua diniatkan hanya untuk mencari ridha Allah Ta'ala, bukan karena keinginan-keinginan dunia, seperti mencari kedudukan dan popularitas. Berteman yang murni adalah mengharap pahala dari Allah seperti inilah yang disukai Allah.

2. Adab Ketika Berteman
  • Menampakkan Senyum di Hadapan Teman
Sobat, Kita harus berbuat baik kepada teman-teman kita, seperti senantiasa memberikan senyum ceria yang menghangatkan, bersikap lembut dan berkasih sayang. Apalagi senyuman di hadapan teman- kita itu termasuk sedekah. Jabir Radhiyallahu'anhu pernah berkata, "Setiap perbuatan baik adalah sedekah, dan sesungguhnya termasuk perbuatan baik adalah seseorang menjumpai saudaranya dengan wajah berseri-seri."

Nah, Sobat, sikap lemah lembut, ramah dan kasih sayang adalah perkara yang menguatkan ikatan pertemanan. Salah satu perbuatan yang mudah dilakukan adalah dengan berjabat tangan.

Berjabat tangalah dengan saudaramu, niscaya akan menghilangkan kedengkian saudaramu. serta saling berilah niscaya kamu akan saling mencintai. HR. Malik.

  • Mengucap Salam dan Menjawab Salam
Sobat semua yang dimuliakan Allah, diantara adab sesama teman adalah mengucap salam kepada teman dan membalas salamnya jika ia mengucapkannya terlebih dahulu. Mengucap salam adalah salah satu hak sesama muslim.
  • Memenuhi Undangan Teman
Sobat semua yang dicintai Allah, diantara adab atau etika berteman adalah apabila temanmu mengundangmu ke rumahnya, misalnya untuk makan bersama di rumahnya, maka hendaklah engkau menghadiri undangan tersebut. sebab, ketika ia mengundangmu, artinya ia sangat ingin engkau datang ke rumahnya. Bila engkau datang, maka ia akan sangat senang. Nah, untuk itu sebisa mungkin engkau harus memenuhi undangan temanmu.
  • Saling Memberi Nasihat
Sobat, saling nasihat-menasihati adalah hal yang sangat dicintai Allah. untuk itu, mari kita senantiasa saling memberi nasihat dalam hal kebaikan dan takwa kepada Allah Ta'ala.
  • Menjenguk Ketika Sedang Sakit
Sobat, ketika teman kita sedang sakit hendaknya segera menjenguknya. Hal ini akan membantu mengobati kesedihannya. selain itu, juga dapat menghiburnya.
  • Mendoaknnya
Sobat,  di antara bentuk ketulusan dalam berteman adalah senantiasa saling mendoakan sesama muslim, meski tanpa sepengetahuannya.

Baiklah sobat semua yang dirahmati Allah, uraian di atas adalah sejumlah adab atau etika dalam berteman yang telah disampaikan oleh Rasulullah.

Semoga beberapa adab sebelum berteman dan adab ketika berteman ini dapat diambil manfaatnya serta sobat semua dapat mengamalkannya. Karena segala yang dilarang oleh Nabi akan membawakan kemudharatan sedangkan segala yang dicontohkan Nabi akan membawakan manfaat.

Allahul Musta'an

Barakallahu fiikum



Senin, 04 November 2019

Curahan Hati Dari Bumi Wijaya Kusuma Teruntuk ODOP

Curahan Hati Dari Bumi Wijaya Kusuma Teruntuk ODOP

Bismillah.
Alhamdulillah, rasanya sudah di penghujung kegiatan ODOPers. Dua bulan rasanya cepat berlalu. Dan berasa lari maraton. Keringat sampai gobyos. Hehe.

Pertama kali mengikuti challenge ini begitu menggebu dan bersemangat. Tetapi di detik terakhir hampir berubah haluan. Namun, terus diberi semangat oleh kakak PJ Grup Kairo. Rasanya semakin semangat, riang gembira.

Terima kasih kepada PJ dan pengisi materi yang luar biasa. Ilmunya benar-benar ndaging sekali. Seperti uncle ik. Luar biasa materi-materinya.

Yang pada awal saya hobby menulis cerita. Nah, semenjak terjun ke dunia odop. Semakin yakin saya harus banyak belajar. Jadi benar2 dikosongkan gelasnya. Sehingga ilmu yang keren BAnget dapur.

Sekali lagi terima kasih kepada kakak-kakak Pj. Kalian memang luar biasa. Sampai saya tak dapat mengungkap dengan kata-kata.

Salam literasi
Salam kompak seklalk

Minggu, 03 November 2019

Tugas pekan 8 eps.5 terakhir

Oleh : asma _ cnr

    "Ma, besok jadi daftar ulang pesantren?" Suamiku bertanya.

 "Jadi, sekalian antar berkas-berkas. Soalnya baru daftar online," jawabku.

    "Besok jam 7 kita berangkat ya! Jam 8 kan mulainya?" tanya suamiku memastikan. 

      "Iya, Bi ... " jawabku lagi.

   Pengkondisian pesantren untuk Khalif sudah dilakukan sejak kelas empat, memang suami sangat menginginkannya, punya anak yang mondok. Awal masuk kelas enam sudah mulai mencari pondok dan beberapa kali mengunjungi langsung.

    Jatuhlah pada pondok yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah, letaknya di Kota Banjar Jawa Barat, hanya sekitar satu jam perjalanan. Tempatnya bersih dan yang paling penting konsep dasar pendidikan disana yaitu "Tarbiyah", sama dengan yang kami jalani. 

Hari-hari menuju pondok dan persiapannya berlalu begitu cepat, sampai semalam sebelum berangkat.

Khalif termenung sendiri di kamarnya, aku tahu apa yang dirasakannya, gundah, sedih karena akan pergi untuk mondok besok. Matanya terlihat layu tidak bersemangat.

"Khanif, sudah siap?" Aku menghampiri.

"Insyaallah, Ma... tapi Umi nanti sering datang, ya!" Ia menatapku.

"Iya pasti, Mama selalu ada buat Khalif. Semangat ya, senyum dulu dong!" Aku menyemangatinya, lalu aku memeluknya erat.

Keesokan harinya, tanggal 29 Juni 2019. 

Kami sekeluarga mengantar Khanif ke pondok, hati ini berdebar rasanya, menurut beberapa teman, jangan tampakkan kesedihan walau sangat sedih di hadapan anak karena akan menambah berat bebannya.

Ketika sore hendak kami tinggal.

"Ma, Khalif enggak jadi ya mondoknya!" Dia menangis memelukku.

"Sayang, Mama yakin Khanif bisa, nanti kan sering ditengok." Aku berusaha membujuknya.

"Sama Mama mondoknya." Sifat manjanya keluar.

Aku tahu rasanya, aku sedih sekali, aku ingin Khalif tetap bersamaku, tapi aku disadarkan akan cita-cita besar keluarga kami. Yakni, memberikan bekal ilmu agama yang kuat agar kelak bisa menghadapi ujian hidup dengan landasan iman dan cara yang Islami. Sehingga bisa sukses di dunia dan akhirat.

***
     Linangan air mata dalam setiap sujudku tak mampu menahan rindu, hati selalu bertanya,

Bagaimana kabarnya saat ini? 
Sedang apa? 
Sudah makan belum? 
Apa tidurnya cukup?
Sudah bisakah berbaur dan punya teman?
Bagaimana sekolahnya?

Pertanyaan-pertanyaan itu tak semuanya bisa dijawab, hanya bisa berhusnudzan pada Allah Yang Maha Menjaga, 

"Jagalah anakku ya Allah, berikan kekuatan dan kemudahan dalam belajar di sana, sehatkanlah ia, jadikanlah ia penjaga Alquran-Mu, hiburlah ia di kala sedih, sampaikanlah salamku padanya, bisikkanlah rinduku ini." 

Ingin rasanya memeluknya lama, ingin bersama lagi di rumah.

"Maafkan mama yang tak bisa membersamaimu belajar lagi, tak bisa menyambut dan memelukmu setiap pulang sekolah, memasakkan ayam goreng kesukaanmu.

***
   Dalam bait doa-doaku selalu terbayang wajahmu Nak .... 

Senyuman hingga tangisan yang selalu menghiasi hari-hari, kali ini tak pernah kujumpai.

Aku yakin ...  menitipkanmu di Pesantren.
Insyaa Allah, membuatmu menjadi pribadi saleh.

Kesalehan adalah bekal terbaik kesuksesan dunia akhirat.

Jika kau tahu .... 

Ribuan bulir air mata selalu terjatuh di atas sajadah, untuk mendoakanmu.

Berharap Allah akan senantiasa menjagamu di sana ... 

Di tempat pendidik generasi terbaik, insyaallah. 

Semoga engkau di sana baik-baik saja, sehat dan semangat ya sayangku. 
Engkau selalu bersama Mama .... 
Selalu ada di hati Mama.

(Cilacap, 18 Juli 2019)

#odopbatch7
#onedayone post
#komunitasgurameh
#tantangan 8 episode 5

Tantangan pekan 8 Biografi Si Penelusur Sejarah

Biografi Si Penelusur Sejarah
Ika Ratnani

Dia adalah seorang Perempuan manis dan baik hati. Tahi lalat di kening kiri menambah kekhasan sosok Guru IPS di sebuah lembaga pendidikan negeri, SMP Negeri 01 Cilacap. Dia adalah teman saya yang sama-sama tinggal di Cilacap. Saya pertama bertemu dengan mbak Ika di Komunitas Guru Menulis Cilacap. Saya kira orangnya pendiam. Namun, setelah beberapa lama berkomunikasi. Ternyata Mbak Ika orangnya ramah, baik dan supel. 

Ika Ratnani adalah nama lengkapnya, biasanya teman-teman memanggilnya Ika. Nama yang sangat familiar. Banyak guru baru sering salah kira, bahwa pemilik nama tersebut adalah seorang anak perempuan kalau tidak tahu nama panjangnya. Ika lahir di Cilacap pada tanggal 17 Juni 1984. Dia dibesarkan dari keluarga yang cinta akan pendidikan.

Pengalaman yang berkesan selama hidup mba ika adalah ketika pada  masa di bangku kuliah  ikut KSR UNS banyak pengalaman dari tingkat lokal sampai nasional. Mbak ika berusaha Melatih diri memberi pertolongan pertama. Betul-betul  membutuhkan keseriusan dan kekuatan batin. Kadang dimarahi juga orang tak dikenal.

Kemudian hal kepenulisan, mbak ika mengikuti Sejarah Lokal Cilacap. Maka terlihat jelas sosok Si Penelusur Sejarah yang handal. Nah ketika itu, kebetulan dilombakan dan mendapat juara 1.Puncak kegiatan ini dapat pengalaman menjadi Tim Penelusuran Sejarah Kab Cilacap dan menelurkan 2 buku berjudul 1) Ratu Brantarara, Menarik Benang Merah Kerajaan Nusa Tembini dan Pajajaran (solo) sama 2) Jejak Sejarah Kuno Kabupaten Cilacap (Tim).

Mba ika memang benar-benar Si Penelusur Sejarah. Sehingga sejarah budaya kita masih terus dijaga dan lestari. Mbak ika Juga menjadi guru berprestasi tingkat Kabupaten Cilacap. Hal tersebut menjadi suntikan semangat bagi mbak ika untuk terus mengembangkan bakatnya dalam bidang kepenulisan.

Untuk saat ini, kesibukan mbak ika mengikuti komunitas one day one post batch 7. Mbak ika terus semangat dalam mengembangkan bakat dan kemampuannya.

Salam literasi 🍃

#odob batch7
#onedayonepost
#komunitas menulis
#Tantangan Pekan 8 Biografi

Jumat, 01 November 2019

Tantangan Pekan 8 eps.4


Oleh : asma cnr

         Kehidupan kami sangat bahagia, ia tumbuh dengan baik setiap perkembangannya sesuai dengan usianya. Alhamdulillah.  

Kulitnya yang putih, rambutnya agak merah, bola matanya hitam dan mulutnya merah muda, banyak yang mengira anakku bule. Khanif kecil suka bermain, mencuri banyak perhatian sekitarnya, terlebih nenek dan kakeknya yang mengasuh setiap hari karena aku dan suami bekerja. 

Pagi hari sebelum berangkat kerja, aku selalu menitipkan Hanif pada orang tuaku.

"Akung, putay ... putay ..." Khanif memanggil kakeknya sambil meminta sesuatu.

"Iya, nanti ... kita ke depan lagi ya," jawab bapakku yang sudah paham dengan permintaan sang cucu.

"Mau kemana, Pak?" tanyaku yang tak paham.

"Khanif pengen liat ban mobil yang berputar di pinggir jalan," jelas bapak.

"Oh, kirain apa, pinternya cucu Akung. Saya berangkat dulu ya, Pak," kataku sambil berpamitan dan mencium tangan bapak.

Aku sangat bersyukur mempunyai orang tua yang mendukung dalam pekerjaan, mereka sangat perhatian dan ikhlas mengasuh Khanif, namun aku terkadang merasa tidak enak juga. 

Hari-hari membersamai Khanif kecil terasa sangat indah, tingkahnya yang aktif dan lucu membuat banyak orang tertarik dan sayang padanya. Hanya saja sering rewel jika sakit atau menginginkan sesuatu.

"Ma, atit!" Khanif meringis sambil menarik -narik popoknya.

"Apanya yang sakit? Sini, Mama lihat!" Aku mendekat.

Ternyata ujung penisnya terlihat merah, menurut orang tuaku sejak kemarin kalau mau pipis suka menangis. Segera aku bawa ke dokter, menurut pemeriksaan ujungnya tersumbat dan harus segera disunat, kalau bisa pekan itu juga.

Ya Allah ... kejadian ini membuatku terpukul dan suami memutuskan agar aku sendiri yang mengasuh Khanif, bukan berarti orang tuaku tidak amanah, hanya saja kami tidak mau membebani kedua orang tua dengan mengasuh cucunya. Banyak hal yang merepotkan dalam mengasuh anak balita dan kami tahu itu. Biarlah aku yang mengasuh dengan tanganku sendiri dan suami bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kami.

***

"Muhammad Khaanif Lidinillah." Panggilan itu membuatku menengok ke arah kanan, tampak anak lelakiku memakai kemeja batik dan kopiah hitam melangkah ke podium untuk wisuda kelulusannya setelah enam tahun ditempa dan dibina.

Kilatan-kilatan masa lalu semakin terbayang, kini usianya sudah 12,5 tahun. Rasanya baru kemarin melahirkan dan membesarkannya, tak terasa pula air mata jatuh ketika acara sungkeman berlangsung. 

Khanif menghampiri, mencium tangan dan bersimpuh di hadapanku, kueratkan pegangannya, kucium kening dan pipinya. Tak kuasa menahan haru, kedua adiknya pun ikut memeluk. Sungguh sangat haru, perjuangannya di sekolah dari kelas lima jarang aku temani karena kehadiran bayi. 

"Maafkan Mama ya, Kak! Semoga Kakak sukses dunia akhirat," bisikku padanya.
Ia mengangguk.

"Khanif juga, maaf kalau banyak salah!" Ia memelukku lebih erat.

"Sudah Mama maafkan, selalu Mama maafkan," ucapku lirih.

Kutatap bola matanya, kuhapus air mata dari mata indahnya. 

#odopbath7
#onedayonepost
#komunutasodop
#Tantanganpekan8eps.4