Kamis, 05 Desember 2019

Review Novel Moga Bunda Di Sayang Allah


Judul :Moga Bunda Disayang Allah
Pengarang : Tere Liye
ISBN : 9793210796
Penerbit :Republika
Halaman : 306 Halaman

Novel ini menceritakan seorang anak yang mempunyai keterbatasan mental. Dia tinggal dengan kedua orang tuanya yang mempunyai banyak harta dan sangat terhormat. Melati, nama anak itu, tidak bias melihat, mendenar, dan sering memecahkan barang yang dipegang. Untungnya Bunda Melati sangat sabar merawatnya.

Melati kurang mendapat kasih sayang ayanhnya, HK, selalu sibuk dengan pekerjaannya, walau kadang sang Ayah meluangkan waktu untuk makan bersama. Suatu hari Bunda Melati mencari seorang pendamping yang bias mengajarinya untuk bias menjadi anak yang lebih baik, Bunda Melati mendapat kabar bahwa ada seorang pemuda yang bernama Karang yang sangat baik terhadap anak-anak.

Sebenarnya Karang adalah anak atim piatu yang tidak mengenal orang tuanya. Dia dibesarkan oleh sepasang pecinta anak yang tidak memiliki anak. Masa kecilnya yang kurang beruntung membuat “dendam” dalam diri karang. Dia dendam untuk janji-janji kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang.

Sepeninggalan Ayah angkatnya, dia bersama teman-temannya melanjutkan misi Ayah angkatnya tersebut. Karang mendirikan banyak taman bacaan untuk anak-anak yang kurang beruntung dan memotivasi mereka untuk meraih hari depan yang lebih baik.

Karang pandai membuat cerita yang sarat akan motivasi. Dia sanggup membuat anak menangis diam sekejap hanya dengan sentuhan lembutnya. Bahkan denga ungkapan yang membakar semangat pendengarnya, seorang anak kecil yang terkena lumpuh bias sembuh dan berlari riang.

Namun sebuah peristiwa naas terjadi. Kala berlibur di tengah lautan luas, di atas perahu kecil yang diterpa badai, belasan anak asuhnya meninggal sia-sia, termasuk Qintani, gadis kecil yang dengan semangat dari Karang bias sembuh dari sakit lumpuhnya, bahkan bias berlari-larian. Pada saat yang sama, seorang anak kecil yang tengah liburan dengan kedua orang tuanya dengan pengasuhnya terkena musibah. Dia adalah “Melati”, gadis kecil berusia tiga tahun yang begitu riang dengan suasana pantai, berlarian riang.

Rambut ikalnya bergoyang-goyang ke kanan ke kiri. Jika tertawa, gigi kelincinya terlihat seakin lucu dengan mata yang bening bagai biji buah leci. Namun ketika kebahagiaan itu pudar karena melati terjatuh dan terhantam piring terbang yang berukuran kecil, melati akhirnya menderita buta, tuli dan bisu.

Seketika keluarga HK berubah 100%. Melati sering mengamuk hingga usianya menginjak 6 tahun. Tiga tahun dilalui melati hanya merasakan senyap, sepi, dan kosong. Berbagai usaha sudah dilakukan bunda untuk kesembuhan Melati tapi gagal. Bahkan beberapa dokter malah menyebut Melati sudah gila karena sering mengamuk.

Kejadian tiga tahun lalu juga membuat Karang menyalahkan diri, meski sebenarnya hakim memutuskan Karang tidak bersalah. Karang tetap mengurung diri di kamar tua tempat ibu asuhnya.idupan karang juga berubah total, dari pribadi yang baik hati, penyayang, pecinta anak kecil, menjadi seorang pemabuk. Waktu pagi hingga sore digunakan hanya untuk tidur di kamar yang pengap karena jendela yang tidak pernah di buka.

Suatu hari buda HK menemui Karang, dan meminta bantuannya untuk menolong Melati. Awalnya menolak, namun akhirnya Karang mau membantu Melati, dan tinggal bersama di rumah bunda HK. Empat hari berlalu, pembantu rumah tangga bunda HK menemukan botol minuman di kamar Karang. Kontan Tuan HK mengusir Karang. Namun Karang menolak, dan berjanji tidak akan mabuk lagi.
Hari demi hari dilalui Karang dengan tanpa lelah memotivasi dan mengajari Melati mengenal dunia. Melati mulai bias memegang sendok dan duduk di atas kursi plastic. Bunda Hk sangat bahagia. Setelah tiga minggu berlalu, Tuan Hk pulang dari luar kota dan sangat terkejut setelah melihat Melati mampu memegang sendok makan dan duduk, serta merasakan air hujan yang jatuh di luar rumah. Kejadian ini membuat seisi rumah tertegun, melihat perkembangan Melati yang semakin membaik. Yang paling mengejutkan dari gadis kecil berusia 6 tahun yang buta, tuli sekaligus bisu, mampumenuliskan kalimat indah “Bunda, met bobo, juga…Moga bunda di sayang Allah.

Dalam novel ini memiliki kelebihan yaotu pengarang menciptakan karakter Melati, Bunda dan Karang dalam sosok masing-masing yang tidak bias dibedakan mana yang leibh pantas disebut tokoh utama. Novel ini juga memberikan bnayak pelajaran hidup kepada kita tentang arti ikhlas, sabar bersyukur, dan keadilan Tuhan.

Sedangkan kekurangan pada buku ini terdapat pada gaya bahasa yang menggunakan bahasa tidak baku, sentuhan bahasa yang unik dansyarat makna, sehingga cukup sulit untuk mengartikan kalimat demi kalimat. Pengulangan kalimat yang terlalu seing sehingga membuat pembacanta kadankadang bosan, dan ceritanya sering berpindah-pindah.

#Kelas Nonfiksi
#OneDayOnePost

Rabu, 04 Desember 2019

Review Buku Kreasi Asyik Muslim Cilik



Judul Buku : Kreasi Asyik Muslim Cilik (Panduan Berkarya dan Belajar Islam untuk Ananda)
Penulis : Azka Madihah
Penerbit : Pro-U Media, Yogyakarta
Tahun Terbit : 2016
Tebal Buku : 114 Halaman

“Kriiiing! Kriiing!” Bel tanda istirahat di sekolah Azmi dan Izza berbunyi. Anak-anak kelas Al-Aqsha Ceria berhamburan dengan riang. Namun, saat melihat lapangan yang biasa mereka gunakan untuk bermain basah, mereka mengeluh, “ Ya, hujan…. Nggak bias main di luar dong….”

Mendengar kekecewaan murid-muridnya, ibu guru Tsabita mengingatkan dengan lembut, “Anak-anak…Allah menurunkan hujan sebagai rahmat dan berkah-Nya. Coba bayangkan kalau tidak ada hujan, bisakah tanaman dan sayuran yang selama ini kalian makan tumbuh? Karenanya, Ketika hujan turun, kita disunahkan untuk berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : Allahumma Shayyiban naafi’aan. ‘Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat’.”

***

          Masya Allah, asyik ya, cara ibu guru mengajarkan doa ketika turun hujan pada murid-muridnya. Tak hanya mengajarkan Doa ketika turun hujan saja yang ibu guru ajarkan. Ternyata banyak sekali, ada juga “Cara Mengukur Hujan”.

Dalam Buku Kreasi Asik Muslim Cilik, Ibu Guru Azka, menjelaskan bahwa hujan adalah rahmat dan berkah dari Allah. Banyak yang bias kita pelajari dari hujan. Salah satunya adalah dengan belajar mengukur curah hujan.

Caranya, ambil toples
  1.       Plastic atau botol minum plastic yang dipotong bagian atasnya.
  2.      Tandai tinggi botol dari permukaan tanah dengan spidol dan penggaris. Misal : 5 cm, 10 cm, dan 15 cm.
  3.      Lalu tampung air hujan dan catat air yang tertampung.

Para ilmuwan peneliti memiliki alat yang sangat canggih untuk mengukur curah hujan. Namun alat pengukur curah hujan yang kita buat sangat sederhana. Sehingga kita hanya akan menggunakannya untuk membandingkan curah hujan dari waktu ke waktu. Letakkan alat pengukur hujan di lokasi yang sama setiap kali ingin melakukan percobaan ini. Apakah terlihat perbedaan air hujan yang tertampung ketika hujan gerimis dan hujan deras? Catatlah tanggal dan durasi waktu penampungan air hujan.

Wah, pembelajaran yang sangat menyenangkan, bukan?!

Ibu Guru Azka, yang mempunyai nama lengkap Azka Madihah adalah seorang ibu dan pendidik anak usia dini. Meski latar belakang pendidikannya adalah Sarjana Manajemen dari Institut Pertanian Bogor, tetapi Ibu Azka sering terlibat dalam kegiatan pendidikan anak. Jaman sekarang masih jarang buku inspirasi kreativitas bagi anak Muslim mendorongnya menulis buku Kreasi Asyik Muslim Cilik ini.

Buku ini memberikan panduan aktivitas kreatif dan menyenangkan untuk anak muslim. Buku ini menjabarkan ide-ide kreasi yang dapat dilakukan anak saat menyambut Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Kemudian beberapa aktivitas sains yang terkait alam ciptaan Allah pun tercantum di buku ini.

Buku ini juga mencontohkan cara mempelajari Al Quran, Rukun Islam, Rukun Iman, serta kisah nabi dan rasul dengan cara yang menyenangkan. Tidak lupa, setiap tema diberi penjelasan ilmiah, ayat Al Quran, hadist, dan hikmah yang mudah dipahami anak-anak.

Semoga dengan hadirnya buku ini, anak-anak Muslim di Indonesia dapat mempelajari Islam dengan ceria. Dengannya, mereka dapat tumbuh menjadi anak-anak yang bangga dengan keislamannya dan mau berjuang menegakkan agama Allah. Semoga para orang tua dan guru mampu mengajarkan Islam dengan cara yang menggembirakan anak sehingga pelajaran Islam tidak identic dengan sesuatu yang membosankan atau bahkan menakutkan.

Yuk, ikuti kisah-kisah lainnya dalam buku ini. Melalui kisah-kisah yang inspiratif, kita dapat mengambil pelajaran nilai-nilai dasar Islam. Selain itu, dalam buku ini banyak ide dan foto kegiatan Islami kreatif yang bias kita ikuti. 

Buku yang benar-benar sangat direkomendasikan teruntuk para ibu rumah tangga yang membutuhkan buku yang menginspirasi ini. Tak hanya ibu rumah tangga, Ibu Guru anak usia dini lebih diutamakan dalam mengembangkan wawasan kreativitas dalam mengajarkan anak didiknya di sekolah. Buku Ini juga sangat direkomendasikan teruntuk putera puteri di rumah sebagai wawasan mereka mengembangkan kemampuan kreativitas yang dimilikinya.

Semoga aneka kisah dan aktivitas anak Muslim ini menjadikan Kita semakin mencintai Allah, Rasulullah, Al Quran, dan agama Islam. Sudah siap bergembira dan berbangga sebagai pendidik, pengajar dan Anak Muslim?
Mari, Bacalah J

#KelasNonFiksi
#OneDayOne Post

TUGAS RCO 6 : Mengulas Tokoh Utama Novel "Sang Pemimpi" Karya Andrea Hirata



Judul : Sang Pemimpi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
Halaman : x + 288 Halaman
Cetakan : Cetakan Kedua Puluh, 2008
ISBN : 9793062924

          Mimpi, pernahkah kalian bermimpi? Apa sih makna sebenarnya dari sebuah kata “mimpi” itu? Yah, mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan atau indera lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata   yang cepat. Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Penjelasan tersebut bersumber dari laman Wikipedia.org.

         Nah, kali ini apa bedanya pemimpi dan penghayal? Pemimpi adalah orang yang selalu mencari bagaimana agar semua yang dicita-citakan terwujud. Sedangkan Pengkhayal Adalah orang yang hanya berandai-anadai dan membayangkan mimpi-mimpinya sedang terwujud.

        Dalam Novel Sang Pemimpi ini adalah benar-benar memperlihatkan tokoh utama yang memiliki impian-impian yang besar dan berusaha membuat mimpi itu menjadi kenyataan. Hal tersebut didasari dengan kekuatan, usaha, dan pengorbanan yang luar biasa. Maka Andrea Hirata membuat judul tulisannya menjadi " Sang Pemimpi"

         Dalam sebuah Blurb Novel tersebut berbunyi,

      Sang Pemimpi adalah lantunan kisah kehidupan yang memesona dan akan membuat Anda percaya pada tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan pengorbanan. Lebih dari itu, akan membuat Anda percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Andrea Hirata akan membawa Anda berkelana menerobos sudut-sudut pemikiran di mana Anda akan menemukan pandangan yang berbeda tentang nasib, tantangan intelektualitas, dan kegembiraan yang meluap-luap. Sekaligus kesedihan yang mengharu biru.

        Andrea Hirata menggambarkan kenalan remaja yang selayaknya, tapi kemudian tanpa Anda sadari, kisah dan karakter-karakter dalam novel tersebut lambat laun menguasai Anda. Potret-potret kecil yang menawan akan menghentakkan Anda pada rasa humor yang halus tetapi memiliki filosofis yang meresonansi. Arti perjunagan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah dua orang tokoh utama dalam cerita tersebut, Arai dan Ikal, akan menuntun Anda dengan semacam keanggunan dan daya tarik. Dengan begitu, Anda akan melihat ke dalam diri sendiri dengan penuh pengharapan, juga menolak semua keputusasaan dan ketakberdayaan.

        Dalam Novel ini , Andrea Hirata menceritakan sebuah kehidupan di Belitung pada masa SMA. Tiga tokoh utama dalam karya tersebut adalah sosok Ikal, Arai dan Jimbron. Adapun Ulasan Tokoh Utama dalam Novel tersebut sebagai berikut.

Dalam penokohan Ikal ini Andrea Hirata menggunakan sudut pandang orang pertama (aku) adalah seorang  yang mempunyai pengetahuan dan wawasan luas. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan keadaan ataupun kejadian dengan penuh keintelektualitasannya dalam sebuah penggalan cerita yang ia tulis sebagai berikut.

“Lebih tak masuk akal lagi karena aku tahu di balik para-para itu berdiri rumah turunan prajurit Hupo, Tionghoa tulen yang menjadi paranoid karena riwayat perang saudara.” (Halaman 3)

Tokoh Ikal juga memiliki perwatakan sifat yang Baik hati, kebaikannya sungguh luar biasa sosok anak muda seperti Ikal. Hal tersebut tertera dalam sebuah penggalan cerita sebagai berikut.

“Diperjalanan Aku tak banyak bicara karena  hatiku ngilu mengenangkan nasib malang yang menimpa sepupu jauhku ini.” (Halaman 26)

Selain itu, Ikal memilik banyak watak penokohan antara lain ;  Ikal sangat menyayangi kedua orang tuanya, memiliki sifat pekerja keras demi untuk menggapai impiannya untuk bersekolah, ia menjadi pengontrol ide-ide nakal Arai dengan pemikiran-pemikirannya yang logis, ia memiliki pribadi yang religious, taat beragama dan senang mengaji, dan ia pun memiliki sifat kepedulian yang besar.

Sedangkan Arai Ichsanul Mahidin adalah saudara jauhnya yang menjadi yatim piatu ketika kecil. Tokoh Arai lebih dikenal dengan sebutan Simpai Keramat, yang mempunyai arti dalam keluarganya adalah ia ditakdirkan orang yang terakhir yang masih hidup dan ia pun diangkat menjadi anak oleh ayah Ikal. Arai juga memiliki watak yang optimis dan penuh semangat. seperti dalam penggalan cerita berikut.

"Dimana ada kemauan, disitulah ada jalan"

Jimbron juga merupakan teman Arai dan Ikal yang sangat terobsesi dengan bunda dan gagap bila sedang antusisas terhadap sesuatu atau ketika gugup.

Ketiga tokoh tersebut melewati kisah persahabatan yang terjalin dari kecll hingga mereka bersekolah di SMA Negeri. Yang pada waktu itu belum ada Sekolah Negeri. Dan di Belitung Timur adalah salah satu wilayah yang memiliki Sekolah Menengah Atas Negeri.

Demikian Ulasan tokoh Utama dalam novel Sang Pemimpi sebagai salah satu Tugas kedua Kelas Reading Challenge Batch 6. Semoga dapat diambil manfaatnya. Apabila ada kesalahan dalam menuangkannya adalah kesalahan besar bagi saya selaku penulis ulasan. Semoga pembaca berkenan membaca sedikit ulasan tokoh sesuai kemampuan dan pemahaman saya dalam membaca sebuah novel.

Mengapa saya mengambil Novel ini, karena menurut saya, novel ini tergolong karya Fiksi Non Romance. Hal tersebut sudah terbukti dalam ulasan tokoh utamanya yaitu pada sosok ikal yang mempunyai sifat intelektualitas yang tinggi dan Arai yang mempunyai pribadi yang optimis dan semangat dalam menggapai impiannya, serta sosok Jimbron yang meimiliki rasa antusias dan semangat yang tinggi.
Sekian Ulasan dari saya, semoga pembaca berkenan. SELAMAT MEMBACA!
Salam LITERASI

#KelasRCO6
#OneDayOnePost
#Tugas 2
#KelasNonfiksi
#Belajarkonsistenmerangkaikata

Sabtu, 30 November 2019

Tantangan Pekan 2 Kelas Non Fiksi Mereview tentang "Kampus Pelangi Ceria"


Ayah Bunda dan teman-teman sahabat Dumay (Dunia Maya)...Melihat perkembangan jaman saat ini. Banyak sekali para orang tua bingung memilih sekolahan yang terbaik demi putra-putrinya. Saat ini saya akan berbagi info atau mereview mengenai Sekolah tempat saya mengajar. Siapa tahu diantara teman atau saudara semua dengan membaca ulasan saya nanti dapat menimbang-nimbang sekolahan mana yang cocok.

Baiklah teman-teman....

Saat ini saya bekerja di sebuah lembaga pendidikan anak usia dini. Lembaga tempat saya bekerja mempunyai nama "TK. Al Irsyad". Atau lebih dikenal dengan nama bekennya adalah Kampus Pelangi Ceria. Lembaga tersebut beralamat di Jalan Beo Timur No 6 Tegalreja Cilacap. Sekolah tersebut mempunyai laman Web : http://tkalirsyad02cilacap.sch.id. Sahabat Dumay boleh kok berkunjung ke laman tersebut.hehe

Istilah Kampus Pelangi Ceria booming mulai sekitar akhir tahun 2011. Waktu itu, Kepala Sekolah meminta pendapat kepada saya, "Kira-kira nama yang cocok untuk sekolahan kita apa ya?sebagai ajang promosi?"

Lalu saya jawab saja, "Kampus Pelangi Ceria."

"Mengapa Kampus Pelangi Ceria?Apa nilai jualnya?" dengan rasa penasaran ustadzah Nur berbalik tanya kepada saya. Ketika itu ustadzah Nur adalah selaku Kepala Sekolahnya.

"Menurut saya, filosofi dari pelangi adalah mempunyai pancaran yang indah warna-warni. Begitulah gambaran anak-anak usia dini di sekolah ini. Semua anak didik yang sekolah disini adalah dari berbagai banyak karakter dan setiap masing-masing individu mempunyai banyak bakat terpendam yang ada dalam dirinya. Mari kita buktikan itu."

Sejenak Ibu Kepala terdiam tak bergeming. Tak lama kemudian memutuskan untuk mengambil nama itu "Kampus Pelangi Ceria".

"Saya sudah membuatkan akun sosial media di facebook dengan nama itu, us. Ini facebooknya" Saya memperlihatkan kotak hitam milik saya menunjukkan laman itu.

Jadi, itu singkat cerita awal terbentuknya Kampus Pelangi Ceria ya teman-teman.. Apabila teman-teman penasaran boleh klik saja akun facebook Kampus Pelangi Ceria.

Selanjutnya adalah Sekolah tempat saya mengajar mempunyai Visi dan Misi, diantaranya Adalah

VISI
Terbentuknya generasi yang islami, cerdas, dan mandiri.

MISI
a. Memberikan pelayanan yang optimal melalui lingkungan yang ramah
b. Memberikan perilaku islami dalam kehidupan sehari-hari
c. Melatih dan mengembangkan kecerdasan anak melalui bidang pengembangan kognitif
d. Menerapkan metode inovatif dalam pembelajaran agar mencapai pendidikan yang berkualitas
e. Mengembangkan kemandirian anak melalui kegiatan lifeskill
f. Menyelenggarakan proses pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan

TUJUAN
1. Menanamkan dan mengembangkan keimanan serta ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Menanamkan sikap disiplin, terbiasa hidup sehat dan bersosialisasi dengan orang lain
3. Melatih dan mengembangkan kepekaan anak.
4. Membantu anak meningkatkan kecakapan
5.Membantu anak mengolah keterampilan tubuh.
6. Membantu anak dalam mengembangkan kreativitas dan bakat yang dimiliki.

Progam Unggulan TK. Al Irsyad (Kampus Pelangi Ceria), adalah

  • Special Greeting With 4S + 1 W : Senyum, Salam, Sapa, Santun dan Wangi
  • Jumat Ceria  : Puncak Tema, Panggung Ceria, Games, Tadabur Alam dan Cerdas Ceria
  • One Day With Family : Out Bond dan Outing Class
  • Komputer Ceria : Games (Permainan), Drawing (Menggambar), Colouring (Mewarnai), Writing (Menulis) dan Reading (Membaca)
  • Loving Quran (Pembelajaran Tilawah quran yang dilakukan secara individual dengan metode muri Q dan Murajaah hafalan surat pendek setiap pagi)
  • Smart Stick (Tongkat Pintar) : Pemberian Reward pada anak didik berprestaasi berupa piagam, perlengkapan sekolah dan sebagainya.

MODEL PEMBELAJARAN

Nah, Program Unggulan Sekolah Kami yaitu terletak pada Model Pembelajarannya. TK Al Irsyad Cilacap menggunakan model pembelajaran moving class dengan sistm sentra. Dalam pendekatan ini anak dirangsang untuk secara aktif melakukan kegiatan bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain. Pendekatan ini akan digali potensi anak dalam 9 kecerdasan majemuk guna mengembangkan dirinya seoptimal mungkin.

Model Pembelajaran ini kami menggunakan sentra, dengan sistem pembelajaran moving class. Dalam sehari kami membuka enam sentra, antara lain :

1. SENTRA IMTAQ
    Kegiatan sentra Imtaq diantaranya :
    Kegiatan Shalat berjamaah
 Kegiatan mengenal huruf hijaiyyah              dengan metode permainan
    Kegiatan latihan manasik haji
 Murajaah hafalan surat pendek, doa sehari-hari, dan hadist
    Bercerita tentang ketauladanan nabi dan rasul

2. SENTRA PERSIAPAN
      Kegiatan Sentra Persiapan, seperti :
      Permainan MATEMATIKA
      Persiapan membaca mengenal huruf
      Persiapan Menulis
      Bermain kartu angka, huruf, dan kata
      Kegiatan Meronce, dll

3. Sentra Bahan Alam Cair
    Belajar bereksperimen dan bereksplorasi, seperti:
      Bermain biji-bijian
      Menakar air
      Bermain membuat play dough
      Konsep sains
      Cooking class
  Bermain membentuk dengan baham alam, seperti batu, tanah liat dll.

4. Sentra Seni
   Menumbuhkan jiwa seni dalam diri anak, seperti :
      Kegiatan senam
      Kegiatan Menari
      Kegiatan bermain musik (Drum Band)
      Kegiatan menciptakan bentuk dengan berbagai media

5. Sentra Balok
      Kegiatan Sentra Balok, diantaranya:
      Bermain aneka macam balok, lego, puzzle secara bersama-sama
      Bermain berbagai bentuk dan ukuran balok
      Bermain dengan berbagai perlatan pertukangan
      Bermain memecahkan masalah dengan jiwa kearsitekan yang dimiliki anak didik

6. Sentra Bermain Peran
    Menumbuhkan jiwa kreativitas , imajinatif, inisiatif dan rasa keindahan anak. Kegiatan Sentra            Bermain peran, seperti :
     Sandiwara Boneka
     Bermain peran kehidupan nyata
     Bermain peran berbagai macam profesi

   Selain Model Pembelajaran, yang sangat diminati para orang tua dalam menyekolahkan buah hatinya di Kampus Pelangi Ceria, yaitu terdapat berbagai macam ekstrakurikuler. Jadi, tidak hanya terdapat dalam sekolah dasar atau tingkat lanjutan, tetapi di sekolah anak usia dini seperti di TK. Al Irsyad memiliki beberapa kegiatan ekstrakurikuler, diantaranya adalah Cerdas Gambar (Melukis), Cerdas Vocal (Menyanyi), Cerdas Olah Tubuh (Menari) dan Ceras Musik (Drum Band).

    Demikian sedikit ulasan sebuah lembaga anak usia dini yang dapat menjadi acuan bagi Ayah Bunda, kak atau adik dan teman-teman pembaca semua. Semoga dapat menginspirasi dalam memilih sekolah yang dapat menumbuhkan minat saudara atau buah hati dalam mengembangkan potensi dalam tumbuh kembangnya.

#KelasNonFiksi
#OneDayOnePost
#TantanganPekan2
#Reviewproduk/jasa


Jumat, 29 November 2019

Tantangan Pekan 2 Review Produk Rumah Main Anak


Ayah-bunda, tentu telah mengetahui bahwa masa usia dini disebut juga sebagai masa keemasan (The Golden Years). Pada masa ini, si kecil mulai peka untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka merupakan masa terjadinya kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa Peka pada masing-masing anak berbeda, seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual. Oleh sebab itu, masa ini juga merupakan masa yang tepat untuk mengembangkan berbagai aspek perkembangan si kecil.

Beberapa aspek perkembangan anak usia dini adalah:

1. Aspek Perkembangan Fisik
    Perkembangan Motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot anak, sehingga setiap gerakan sesederhana apapun merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak

2. Perkembangan Kognitif
     Perkembangan kognitif  adalah perkembangan yang mencakup kegiatan mental (otak). 

3. Perkembangan Bahasa
   Kemampuan berbahasa ini mencakup kemampuan bahasa ekspresif dan kemampuan bahasa reseptif. Kemampuan Reseptif adalah kemampuan menghasilkan suara atau kata secara lisan. Sedangkan kemmapuan berbahasa reseptif merupakan kemampuan untuk memproses dan memahami pesan dari bahasa , baik tulis maupun lisan.

4. Perkembangan Sosial-emosional dan Kemandirian
     Perkembangan yang mencakup seorang anak dengan perasaan dalam diri, lingkungan sosial dan persiapan diri memasuki masa pertumbuhan.

Dari Beberapa aspek perkembangan tersebut, Julia Sarah, Founder Komunitas Rumah Main Anak, menyatakan bahwa tiada yang lebih indah selain menyaksikan anak kita bertumbuh dan berkembang dengan optimal. Sebab dengan bermain ialah dunia anak. Ia tak bisa dilepaskan. Lekat dalam kehidupan anak usia dini.

Adalah kita, para orang tua, berperan penuh menjadikan kegiatan bermain anak menjadi penuh makna. Agar bermain tak hanya  sekedar bermain. Ada pembelajaran yang perlu di pahami si kecil. Ada hikmah yang perlu diantarkan ke dalam diri mungilnya.

Rumah Main Anak membuka mata kita bahwasannya bermain itu mudah, meriah, seru, penting, dan tak harus mahal. Dengan menyibukkan si kecil dalam aktivitas bermain, maka diharapkan tak ada lagi orang tua dan anak yang masing-masing sibuk dengan gadget-nya di rumah.

Maka, tatkala Ayah Bunda telah melengkapi perpustakaan di rumah dengan berbagai buku mengenai MPASI, Rumah Main anak patut bersanding di lemari perpustakaan Ayah-bunda sebagai referensi tumbuh kembang anak. Mari, Cerdas menstimulaasi si kecil dengan ragam permainan edukatif dari rumah sendiri.

Buku Rumah Main Anak memiliki dua buku, yaitu Buku Rumah Main Anak 1 dan Buku Rumah Main Anak 2. Kedua buku ini wajib dimiliki oleh para ibu yang kadang mati gaya, saat harus menemani si kecil bermain. ide-ide permainan yang kreatif dan edukatif dikemas dengan pembahasan yang menarik, praktis, dan mudah diikuti. Yang lebih kerennya lagi, semua permainan yang ada di buku ini sudah dipraktikkan sendiri oleh si penulis dan buah hatinya, jadi bukan hoax atau sekedar teori. Dan satu lagi, bukunya colourfull sekali, seger di mata hehe.

Mari, Ayah-Bunda...buku ini sangatlah direkomendasikan dalam tumbuh kembang anak-anak kita.

Judul buku : Rumah Main Anak 1
Penulis : Julia Sarah
Penerbit : Sahabat Sejati Publishing
Tahun terbit : Cetakan 3 Februari 2016
Tebal Buku : 331 halaman


#KelasNonFiksi
#OneDayOne Post

NB: Tulisan ini sebagai tugas tantangan pekan 2 mereview produk/jasa yang sesuai niche blog. Semoga saya bisa konsisten dan istiqomah dengan pilihan niche yang disukai dan diminati. Meski blog penampilan belum dipercantik sesuai niche. Setidaknya sedang berusaha belajar menulis sesuai arah niche blog. bismillah....

Kamis, 28 November 2019

Luar Biasa Literasi K'GUM Cilacap


Kamis, 28/11 tepat hari ini Matahari tersenyum merekah, pancarannya sangat memesona yang memandangnya, seperti halnya cahya itu menerangi suasana Gedung Dwijaloka Kabupaten Cilacap, yang dipenuhi oleh 170 peserta Loka Karya Kebahasaan dan Peluncuran Buku Karya Penulis K'GUM Cilacap. Acara tersebut dimulai sekitar pukul 08.00 sampai dengan pukul 15.00. Rangkaian Acara tersebut dalam rangka HUT PGRI Ke 74, HUT Guru Nasional dan HUT Ke-1 K'GUM Cilacap.

Hari ini adalah hari yang sangat luar biasa di Kota Bercahaya, mengapa dikatakan Luar biasa??? Yah, memang sangat luar biasa. Dalam moment acara ini sekitar 80 penulis di Cilacap telah menulis sekitar 102 Judul tulisan. Nah, siapa penulis itu? mereka kebanyakn adalah para guru.

Balai Bahasa Jawa Tengah saja dengan terang-terangan mengapresiasi pegiat literasi di Kabupaten Cilacap, terutama adalah pada kalangan pendidik atau guru.

Hal tersebut telah diungkap oleh Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah Bapak Tirto Suwondo dalam sambutannya, "Berkali-kali saya sampaikan bahwa Cilacap ini sungguh luar biasa dalam memaknai positif. Begitu muncul Komunitas guru menulis ini, produktivitasnya sangat tinggi. Dalam jangka yang relatif singkat dari bulan April sampai Oktober melahirkan 102 judul buku dari 80 penulis. hal ini sungguh luar biasa. Patut diapresiasikan." Ujar Bapak Tirto Suwondo.

Beberapa kali beliau mengisi acara kegiatan komunitas menulis di Cilacap sehingga pada kesempatan ini membuatnya terpukau dan sangat mengapresiasi atas semangatnya para pendidik kabupaten cilacap dalam bidang literasi.

Bahkan Bapak Tirto menyebutkan bahwa dalam tingkat Jawa Tengah, geliat literasi di kalangan para pendidik sangatlah tinggi. Terlebih lagi ia menyatakan guru yang sekaligus menjadi penulis dan melahirkan karya adalah bukan guru biasa. 

"Guru yang penulis itu bukan guru biasa. Hal ini juga berlaku untuk profesi lain yang bisa melakukan kegiatan menulis, dia bukan orang biasa. berkaitan dengan itu sangat panjang, karena yang bisa dicatat itu karyanya, bukan orangnya." ucap beliau.

Wah, memang sungguh luar biasa sekali ya...

Pada kesempatan kali ini, Bapak Tirto Suwondo secara simbolis melakukan peluncuran buku-buku karya para guru yang tergabung dalam K'GUM  dan dipamerkan di gedung Dwijaloka ini.

Pada hari ini juga bertepatan dengan hari kelahiran Bapak Tirto Suwondo, Panitia K'Gum memberikan surprise kepada beliau di akhir acara. Hal itu membuat Bapak Tirto sangat kaget dan terharu. Selama hidupnya bekerja dalam dunia literasi di Balai Bahasa Jawa Tengah. Belum pernah ia ketika mengisi acara diberikan sesuatu yang istimewa, " Saya sangat bersyukur dan tak akan melupakan moment ini. K'Gum Cilacap memang benar-benar Luar Biasa," ujarnya.

Lagi-lagi kami selalu mendapat kata apresiasi luar biasa dari beliau. Kami semakin mendapat suntikan semangat tiada terkira. Kami semakin ingin membuktikan dan mewujudkan bahwa 

KAMI..
SATU PENDIDIK
SATU KARYA


Atau bahkan lebih dari satu karya, sudah terbukti dari 80 Penulis menghasilkan 102 judul buku. Maka dari itu, sebisa mungkin para pendidik terus mengasah kemampuannya dalam bidang tulis menulis. jadi, tak hanya lisannya saja yang dapat menyampaikan ilmu. namun juga dapat dibuktikan dalam sebuah karyanya.

Harapan beliau, semoga para pegiat literasi Cilacap pada para guru untuk lebih dikembangkan dan dilatih terus bahkan tak hanya diri mereka yang berkarya. Setidaknya ilmunya juga dipraktikkan pada anak didiknya juga, sehingga anak didiknya pun dapat menghasilkan karya berupa buku yang bermanfaat.

Semoga K'GUM tahun depan tidak hanya memamerkan buku para guru melainkan juga hasil karya murid-muridnya. Baik berupa puisi, cerpen, novel, esai, opini dan resensi atau bahkan karya-karya yang lain.

Mari, para pendidik satukan karya dan visi misi kita dalam wadah Literasi yang mampu memfasilitasi yaitu melalui Komunitas Guru Menulis Cilacap yang mempunyai semboyan "BERSINERGI, BERKREATIVITAS, MENGINSPIRASI"

Lanjutkan K'GUM Cilacap

Salam Lierasi 

#KelasNonFiksi
#Onedayonepost

Pesta Kebun HUT PGRI Ke 74 dan HUT GURU di Kampus Pelangi Ceria




PGRI .. abadi

Tetap mempersatukan diri
Dengan nama nan sentosa
lahir negara kita



PGRI abadi
Bernaung di bawah sang panji
Sinar surya nan merata
Anggotanya bersama



Wahai kaum guru semua
Bangunkan rakyat dari g’lita
Kita lah penyuluh bangsa
Pembimbing melangkah ke muka



Insyaflah ‘kan kewajiban kita
Mendidik mengajar praputra
Kita lah pembangun jiwa
Pencipta kekuatan negara



--------
PGRI .. abadi
Tetap mempersatukan diri
Dengan nama nan sentosa
Lahir negara kita



PGRI abadi
Bernaung di bawah sang panji
Sinar surya nan merata
Anggotanya bersama



Wahai kaum guru semua
Bangunkan rakyat dari g’lita
Kita lah penyuluh bangsa
Pembimbing melangkah ke muka



Insyaflah ‘kan kewajiban kita
Mendidik mengajar praputra
Kita lah pembangun jiwa
Pencipta kekuatan negara




Siapa sih yang tak kenal dengan lirik lagu di atas? Yupsss, benar sekali. lirik di atas adalah sebuah lagu mars PGRI. Jika dinyaanyikan dengan penjiwaan. Sungguh bulu kuduk merinding. Sangat dalam sekali maknanya. 

Namun, kali ini saya tidak membahas makna tersirat dalam lagu tersebut. Lagu itu adalah sebagai pembuka Acara Pesta Kebun. Mengapa penulis sebut pesta kebun?

Baiklah, singkat cerita. Rabu, 28/11 kemmarin, Kampus Pelangi Ceria menjadi Tuan Rumah Perayaan HUT PGRI Ke 74 dan HUT Guru. Acara digelar di teras halaman sekolah kami. Berhubung sekolah kami penuh dengan warna warni, dipenuhi hijaunya pepohonan. Sehingga kami sebut Pesta Kebun. Biar keren dikit gitu hehe

Acara dilaksanakan dengan hikmat, diikuti sekitar 300 pendidik Taman kanak-kanak  se-kecamatan Cilacap Selatan. Kemudian dihadiri tamu undangan dari Penilik dan Pengawas Paud dan TK. Pengawas sangat terharu melihat kami para pendidik merayakan dengan pesta ala kadarnya, duduk dengan beralaskan tikar. Terlebih lagi, ketika melihat kami para pendidik menata rapi sepatu-sepatu kami.

"Saya terharu sekali, dan sangat terkesan dengan para pendidik TK Cilacap Selatan. Melihat pemandangan indah. Sepatu tertata rapi. Membuat kami terharu bahwa sosok guru benar-benar digugu dan dititu. Pantas sekali ditiru oleh anak-anak didiknya. Sepatu saja mereka menata rapi. berbentuk melingkar." ujar Ibu Darmi selaku Pengawas Tk Cilacap Selatan.

Kami cukup bertepuk tangan dan terdiam melihat ekspresi para pengawas yang terharu melihat cara kami menyambut mereka. Mereka juga telah membuat kami tak dapat berucap apapun. Mereka juga memilih duduk ditikar bersama-sama kami. Padahal kami sudah menyiapkan kursi terbaik sebagai persembahan kami untuk mereka.

Ah, benar-benar hari itu adalah hari yang tak terlupakan buat kami. Kami semakin termotivasi, kami semakin semangat untuk terus berjuaang mencerdaskan kehidupan bangsa bersama sahabat kecil kami di TK. Apalagi ketika Pak Eko Ketua PGRI Ranting Cilacap Selatan memekikkan sebuah kata semangat.

HIDUP PGRI! JAYA
HIDUP GURU! HIDUP
SOLIDARITAS! YESSSSS

Suara gelak tawa semangat guru TK Se Kecamatan Cilacap Selatan bergemuruh hebat. Rasanya di hari itu hari yang sangat istimewa untuk kami.

Semoga kedepannya, kami para guru diberikan kesehatan yang melimpah, kesejahteraan yang selayaknya sehingga membuat kami semakin semangat dalam menumbuhkan benih-benih bangsa indonesia yang cerdas, islami dan unggul dalam segala hal, serta sumber daya tenaga pendidik TK juga semakin unggul, kerja keras dan kreatif.

Demikian cerita kami para pendidik Taman kanak-kanak. Semoga para pembaca berkenan membacanya ya hehehe

Salam Ceria
Salam Gembira dan SEMANGATTTTTTT 


#KelasNONFIKSI
#Onedayonepost