Selasa, 31 Desember 2019

Asma bersama Putri Semata Wayangnya


Asma Bersama Putri Semata Wayangnya

Rinai hujan tiada henti beberapa hari ini, Asma bersama puteri semata wayangnya asik bergumul dalam selimut hangat di sebuah kamar berpetak ukuran yang tak terlalu besar. Tembok kamar yang berhiaskan lukisan langit biru dan awan putih. Menjadikan keduanya betah lama di kamar. Ia sedang berlibur di Kota Madinah tempat saudaranya. Asma dan Nayya merupakan sosok keturunan Arab. Sehingga mereka masih bisa berkunjung ke Madinah ke tempat saudara-saudara yang lain.

Dalam sebuah kamar tempat kakak Ayahnya Asma. Terdapat Sebuah rak buku berwarna cokelat keemasan bertengger di ujung kamar. Buku-buku banyak yang menempati rak itu. Gemericik air hujan terus terdengar hingga menjelang larut malam, namun Asma dan Nayya masih belum bisa memejamkan mata. Tak seperti biasa kota Madinah di guyur hujan.

Asma akhirnya menemukan sebuah buku bersampulkan warna biru, dihiasi corak bunga nan indah, kemudian bertuliskan “Sirah Shahabiyah Kisah Para Sahabat Wanita”. Sembari membolak-balik buku tersebut Asma bertanya kepada Nayya, “Dek, mau ummi ceritakan beberapa kisah dari buku ini?” suara lembut Asma membuat Nayya mengangguk sebagai pertanda setuju ia ingin mendengar cerita buku itu.

“Baiklah, sayang….yuk, kita ambil posisi yang enak supaya ummi bisa fokus bercerita dan kamu bisa mendengar cerita ummi dengan seksama.” Ajak Asma kepada putri semata wayangnya sembari mengambil bantal, lalu ia letakkan di pangkuannya.

Namun, sebelum  Asma memulai cerita. Nayya pun penasaran memegang buku berwarna biru itu dengan perlahan, membolak-balik buku lembar demi lembar. Nayya makin penasaran dan bertanya kepada Asma, “Ummi, sepertinya buku ini bagus ya? Aku jadi penasaran isinya apa ya?”

“iya, sayang. Mari bukunya ummi pinjam sebentar, ummi akan segera bercerita isi buku ini ya?” ajak Asma dengan lembut.

Asma memulai cerita dengan penuh semangat, ia mengambil napas panjang dan mengembuskannya perlahan supaya ketika bercerita dapat memaksimalkan ekspresi dan intonasi dalam ceritanya. Berharap putri semata wayangnya mampu menangkap cerita yang akan ia sampaikan.

“Sayang… Buku ini sangat bagus sekali isinya. Ummi akan membawamu ke masa Sahabat Rasul bernama Asma Binti Abu bakar.”

***

Asma’ adalah putri Abu Bakar Ash Shidiq. Asma adalah sosok muslimah yang berjiwa tegar. Dia terbiasa melakukan segala sesuatunya sendiri. Sehingga membuat Asma menjadi perempuan yang mandiri.  Asma menjadi anak yang gigih dan berusaha bekerja keras. Selama masih ada pekerjaan, Asma tak pernah berpangku tangan.

“Maksud berpangku tangan itu apa, ummi?” sela Nayya karena penasaran dengan cerita yang sedang Asma ceritakan.

“Maksudnya, Asma terus bekerja tak kenal lelah. Contohnya, Nayya rajin bantu ummi beberes rumah selagi belum beres. Nayya terus berusaha membantu ummi untuk dapat menyelesaikan pekerjaan tanpa mengeluh. Nayya bantu ummi menyapu ruangan, mencuci piring, membantu memasak di dapur.” Jelas Asma kepada putrinya yang menginjak kelas 2 bangku sekolah dasar.

“OHHH…lanjut ummi!” Jawab Nayya sembari penasaran cerita selanjutnya.

Asma’ termasuk pendahulu yang meyakini ajaran Rasulullah. Asma’ berjanji tak akan pernah berpaling dari Allah. Asma’ membuktikan ucapannya. Seluruh ajaran Rasulullah dilaksanakannya.

Suatu ketika, Rasulullah dan Abu Bakar, Abu Bakar adalah Ayah Asma’. Berhijrah. Melakukan perjalanan menuju Kota Madinah, Asma membekali keduanya dengan makanan. Namun sangat disayangkan, Tidak ada tali untuk mengikat bungkusan.

“Ayah, bagaimana ini? Tak ada tali untuk membawa kedua bungkusan bekal Ayah dan Rasulullah?” Tanya Asma kepada Ayahnya.

“Belahlah selendangmu menjadi dua,” Jawab Abu Bakar.

Kemudian Asma mematuhi perintah Ayahnya. Asma melakukan hal yang Ayahnya minta. Karena itu, Rasulullah SAW menjulukinya “Dzaatun Nithaaqain”. Yang artinya “Perempuan pemilik dua selendang kain”.

Sampai akhir hayatnya, Asma tetap bertakwa. Ia menjadi seorang muslimah yang mulia hingga akhir hayat.

“Nah, seperti itu cerita dari Asma’ Binti Abu Bakar, sayang…” ucap Asma sembari menutup buku tersebut.

“Asma benar-benar wanita yang mulia ya, ummi. Tapi kok sama ya namanya seperti ummi?” Tanya Nayya.

“Iya, Sayang. Ayah ummi memberi nama Asma karena berharap ummi bisa seperti Asma’ Binti Abu Bakar, menjadi sosok wanita yang mulia.” Jelas Asma kepada putrinya.

Nayya pun mengangguk dan ia tak tahan lagi menahan rasa kantuknya. Lalu ia merebahkan badannya sembari memegang buku Sirah.

#Tulisan ini terinspirasi dari Buku Sirah Sahabiyah kisah sahabat wanita Rasulullah. Teringat seorang teman yang masih keturunan Arab. Sehingga menjadikan saya membuat cerita ini. Semoga dapat berkenan mewakili Tugas Tantangan pecan 4 kelas Reading Challenge batch 6 ini

Judul : Sirah Shahabiyah Kisah Para Sahabat Wanita
Penulis :Mahmud Mahdi Al Istambuli dan Musthafa Abu AnNashr Asy Syalabi
Penerbit :Maktabah Salafy Press
Tebal Buku : 362 Halaman



#RCO6
#OneDayOnePost

Rabu, 18 Desember 2019

Tugas 2 RCO6 : Review Buku Harry Potter dan Batu Bertuah


Judul Asli : Harry Potter and  the Philosopher’s Stone
Penulis : J. K. Rowling
Penerjemah : Listiana Srisanti
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 382 Halaman

Joanne Kathleen Rowling, Siapa sih yang tak kenal dengan penulis satu ini. Yups, betul sekali. Orang tua yang tengah berjuang membesarkan seorang putrinya ketika ia memulai menuliskan kisah Harry Potter dan Batu Bertuah pada carikan-carikan kertas di kafe setempat. Dewan seni Skotlandia secara tak terduga memberinya penghargaan yang memungkinkan ia menyelesaikan bukunya. Setelah terbit, buku  pertama ini menjadi fenomena internasional, mendapat ulasan luas di media massa, dan meraih berbagai penghargaan termasuk Buku Anak-Anak Tahun ini dari British Book Awards dan The Smarties Prize.

Harry Potter dan Batu Bertuah adalah sebuah novel pertama dalam seri Harry Potter karangan J. K. Rowling yang akan terdiri dari tujuh buku dan menampilkan Harry Potter, seorang penyihir muda. Buku ini terdiri dari 17 bab menggambarkan bagaimana Harry mmengetahui bahwa dia adalah seorang penyihir, membuat teman akrab dan beberapa musuh di Sekolah Ilmu Ghaib dan Ilmu Sihir Hogwarts, dan dengan pertolongan teman-temannya menghalangi kembalinya penyihir jahat Voldemort, yang membunuh orang tua Harry dan mencoba membunuh Harry ketika dia masih berumur satu tahun.

Judul aslinya dalam bahasa Inggris adalah Harry Potter and  the Philosopher’s Stone atau Harry Potter and  the Sorcerer’s Stone di Amerika Serikat. Buku ini pertama kali diterbitkan pada 26 juni 1997 di London oleh Bloomsburry. Mengikuti suksesnya seri ini, sudah dibuat pula seri film dan gamesnya.

Harry potter belum pernah jadi bintang tim Quidditch. Mencetak angka sambil terbang tinggi naik sapu. Dia tak tahu mantra sma sekali, belum pernah membantu menetaskan naga ataupun memakai Jubah Ghaib yang bisa membuatnya tidak kelihatan.

Selama ini dia hidup menderita beserta paman dan bibinya, serta Dudley, anak mereka yang gendhut dan manja. Kamar Harry adalah lemari sempit di bawah tangga loteng, dan selama sebelas tahun. Belum pernah sekal I pun dia merayakan ulang tahun.

Tetapi semua itu berubah dengan datangnya surat misterius yang dibawa oleh burung hantu. Surat yang mengundangnya dating ke tempat yang luar biasa, tempat yang tak terlupakan bagi Harry dan siapa saja yang membaca kisahnya. Karena di tempat itu dia tak hanya menemukan teman, olahraga udara, dan sihir dalam segala hal, dari pelajaran sampai makanan, melainkan juga takdirnya untuk menjadi penyihir besar. Kalau Harry berhasil selamat berhadapan dengan musuh bebuyutannya.

Buku ini mengandung banyak Persamaan dan perbedaan dari segi nilai budayanya, yaitu:

1.       Negara Amerika, inggris dan Indonesia sama-sama menganut paham kepercayaan seperti pada tema perdukunan atau ilmu sihir.
2.       Orang-orang Negara Amerika d, inggris dan Indonesia sama-sama suka bercanda
3.       Perbedaan terlihat karakter sopan santun dalam berjalan, orang Amerika dan inggris terbiasa setiap ada orang berjalan di belakang orang berjalan pasti akan mempersilahkan yang dibelakangnya untuk berjalan terlebih dahulu, sedangkan diindonesia belum terbiasa seperti itu. Hal itu terlihat jelas dalam penggalan cerita harry ini.
4.       Perbedaanya adalah pergaulan bebas, di Amerika Serikat dan inggris sudah terbiasa antara laki-laki dan perempuan bermain bebass. Sedangkan di Indonesia itu budaya tersebut tidak ada. Hanya sekarang-sekarag ini saja Negara Indonesia sudah mulai terjajah dengan masuknya pergaulan bebas
Jika mau dikupas lebih mendalam sebenarnya masih banyak lagi persamaan dan perbedaan budaya dari asal buku ini. Demikian ulasan Buku Terjemahan dari saya, semoga bermanfaat.

#Tugas2RCO6
#OneDayOnePost


Senin, 16 Desember 2019

Tugas 2 RCO 6 : Menyembuhkan Sakit Mnecerdaskan Hati



Judul : Menyembuhkan Sakit Mencerdaskan Hati (Menjawab Fenomena Pengobatan dan Perdukunan)
Penulis : Ibnu Qayyim Al Jauziyah
Penerjemah : Saifuddin Aman
Penerbit :Pustaka Al Mawardi
Tahun Terbit : 2009

Pada dasarnya, semua penyakit pasti ada obatnya. Allah tidak akan menurunkan penyakit kecuali bersamanya diturunkan obat. Rasulullah SAW memberitahu bahwa asas kesehatan adalah menjaga keseimbangan. Disebuutkan dalam hadist : ‘ Perut adalah sumber penyakit dan memelihara antibody adalah pokok penyembuhan. Itulah kaidah kesehatan fisik dalam ajaran islam.

Agar manusia tidak mudah jatuh sakit, maka Allah memberi peringatan : Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan (Qs. Al a’raf :31) berlebih-lebihan berarti mengundang kehancuran.

Sebenarnya penyakit fisik itu bermula dari penyakit psikis atau mental. Bahkan menurut penelitian para ahli, penyakit fisik 80 % diakibatkan oleh mental yang rusak dan pikiran yang tidak benar. Rusaknya mental dikarenakan bergelimang dosa dan kemaksiatan, maka Allah akan kirimkan penyakit yang belum pernah ada sebelumnya.

Penyakit dan penyembuhan adalah sebuah keniscayaan yang akan terus ada dan berkembang sepanjang kehidupan. Fenomena penyakit baru akan terus bermunculan. Fenomena pengobatan cara-cara baru juga akan terus diketemukan, begitu pula fenomena perdukunan.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah telah menangkap isyarat fenomena-fenomena tersebut sepanjang zaman. Maka beliau menulis buku Al Da’ wa ad-Dawa’. Yang diterjemahkan oleh ustadz Saifuddin Aman dengan judul “Menyembuhkan Sakit Mencerdaskan Hati, The Trutch of Ilness and Healing. Dengan dasar Al Quran dan Al Hadist , beliau ungkapkan sumber-sumber penyakit. Dengan metode yang disarikan dari Al Quran dan Hadist Beliau memberitahu cara menyembuhkan sakit, baik sakit fisik maupun sakit jiwa.

Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan sedikit mengupas mengenai persamaan atau perbedaan mengenai asal muasal buku ini dengan kondisi Negara kita.

Sudah dijelaskan di atas bahwa Ibnu Qayyim telah menangkap fenomena-fenomena sehingga beliau menuliskannya dalam bentuk tulisan. Sebenarnya tidak jauh beda, pada zaman Rasulullah memang sudah marak adanya pengobatan dengan perdukunan. Seperti halnya, di Negara kita ini.

Pada halaman 9, Saifuddin Aman menuliskan bahwa:

Kabar dari Jawa Timur di permulaan 2009 cukup menggemparkan masyarakat disaat negeri ini sedang mempersiapkan pesta demokrasi. Ribuan orang berjajar antri hanya demi mendapatkan celupan batu untuk sembuh. Dunia mencatat, baru kali itu ada antrian manusia begitu panjang untuk berobat. Di Jakarta dan kota-kota lain, betapa banyak orang antri sesudah shubuh hanya  ingin mendapat usapan batu giok atau getaran magnet untuk sembuh, pengobatan gratis katanya. Singkat Cerita Dimana ada kabar tentang pengobatan yang manjur, orang akan memburunya, sekalipun di puncak gunung.

Dari cuplikan tersebut terdapat persamaan bahwa di Negara kita Indonesia terjangkit perilaku masyarakat yang irrasional. Masyarakat yang masih menganut paham kepercayaan dan perdukunan. Sehingga menimbulkan beberapa sebab terjadinya fenomena seeperti itu.  Adapun beberapa sebabnya adalah :

Pertama, pemerintah belum mampu memberikan pendidikan dan pencerahan kepada masyarakat, dan juga belum mampu menjamin ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan.

Kedua, para ulama kurang berperan dalam menyebarkan akidah yang benar.

Nah, Ulama Besar Ibnu Qayyim Al Jauziyah (Th 1292) mengulas dengan detail tentang faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya penyakit dan factor X yang menjadi penentu kesembuhan. Dan inilah buku beliau yang menjadi referensi utama bagi kita yang terbebas dari sakit, menemukan penyakit dan sekaligus menyembuhkannya. Membaca buku ini, tidak saja Anda menjadi manusia yang sehat, tetapi Anda akan menjadi manusia yang cerdas hatinya. Hati yang cerdas akan mengantarkan Anda meraih sukses dan selamat, dunia dan akhirat.

Perbedaannya dengan Negara kita adalah bahwa Negara kita menganut berbagai macam madzhab, baik hambali atau syafi’I dan yang lainnya. Namun dalam buku karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah ini yang diterjemahkan oleh Saifuddin Aman. Beliau Keislamannya firkahnya menganut paham Sunni bermadzhab Hambali.

Sehingga pemahaman ini masih banyak yang belum dapat diterima oleh masyarakat Indonesia. Hanya pada madzhab tertentu yang dapat menerimanya.

Untuk itu, Apapun madzhab yang mengalir dalam tulisan buku ini. Jika bermanfaat maka gunakan sebaik mungkin ilmunya. Namun jika tak sesuai maka jauhilah dan tak perlu menggunkannya.

Demikian uraian isi Buku ini berdasarkan Persamaan atau perbedaan Negara asal penulis dengan Negara kita Indonesia tercinta ini. Bacalah buku ini, enggak akan nyesel kok. Ilmunya mendaging sekali.

Salam Literasi

Cilacap, 16 Des’ 2019
Menyembuhkan Sakit Mencerdaskan Hati, Ibnu Qayyim Al Jauziyah dialih bahasakan oleh Saifuddin Aman, Pustaka Al Mawardi, 2009



#Tugas 2 RCO6
#OneDayOnePost

Minggu, 15 Desember 2019

Tantangan Pekan 4 : Mencatat Impian sebagai Resolusi Menulis Pribadi di Tahun 2020


Mencatat Impian sebagai Resolusi Pribadi Di Tahun 2020

Impian? Hamper semua orang mempunyai banyak impian. Impian itu sendiri memiliki makna sesuatu yang diharapkan atau dicita-citakan. Nah, impian tak hanya sebagai impian. Seseorang jika ingin impiannya tercapai, maka harus segera menuliskannya dan melakukan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Pada kesempatan kali ini, saya pribadi ingin mengingat kembali apa harapan, cita-cita dan impian selama ini. Yah, setelah telisik demi telisik. Alhamdulillah, ucap syukur tak terhingga kepada Allah yang Maha Segalanya. Tanpa kuasanya di tahun 2019 ini saya masih menjadi pribadi yang introvert dan tak berkembang.

Namun, tak henti-hentinya juga ucap syukur kepada teman yang selalu mensupport saya untuk dapat mengembanagkan bakat dan minat saya dalam dunia kepenulisan. Meski tulisan saya masih seperti urap atau kluban yang semua jenis sayuran dicampur dan diurap-urap menggunakan sambal dan parutan kelapa. Hemmm, kalau dimakan enak sih tak apa. kalau tak enak? Hanya akan menjaadi makanan mubadzir yang dibuang sia-sia.

Berkaitan dengan hal menulis ini, saya tak ingin beberapa tulisan saya berisi sampah yang dapat dibuang kapan saja. Saya ingin menjadi pribadi yang produktif dan menghasilkan sebuah tulisan yang bermanfaat bagi pembaca.

Pada awal tahun 2019 ini, saya pribadi memberanikan diri mengikuti sebuah komunitas menulis, waktu itu belum mengenal komunitas one day one post. Tepatnya komunitas writing challenge ini yang memfasilitasi saya menjadi pribadi yang tidak introvert. Saya menjadi pribadi yang berani menuangkan segala rasa danbeban di dalam hati menjadi sebuah tulisan.

Karena dengan menulis bagi saya pribadi adalah menjadi terapi jiwa, teman berbagi dikala suka dan duka. Nah, pertengahan 2019 saya dapat mewujudkan impian saya berupa buku antologi puisi dengan judul buku “Kidung Ramadhan” bersama teman-teman Komunitas Nderes Literasi.

Tak jauh dari itu saya bertemu dengan komunitas odop, tepatnya bulan ramadhan yaitu Ramadhan Writing Challenge.  Di komunitas ini, saya semakin mendapat suntikan semangat dalam dunia kepenulisan. Dari berbagai banyak karakter teman saya pahami dan saya baca bagaimana gaya penulisannya. Saya menjadi semakin belajar bagaimana cara menuangkan ide sebuah tulisan menjadi tulisan yang bermanfaat.

Dari semua itu, saya dapat mengambil kesimpulan. Jika ingin menjadi pribadi yang produktif dalam kepenulisan, maka perbanyaklah berlatih dengan bergabung komunitas menulis.

Nah, di akhir 2019 ini, saya semakin tertantang mengikuti kelas Non Fiksi One Day One Post. Meski pada awalnya saya salah masuk kelas. Tak berminat di non fiksi. Namun apa boleh buat ternyata saya semakin banyak mendapatkan ilmu yang bermanfaat, seperti optimasi blog. Selama ini blog yang saya miliki belumlah apa-apa. Masih terbengkalai hanya sebagai tempat curahan hati melalui menulis.

Setidaknya di tahun 2020 saya ingin mencatat beberapa impian sebagai resolusi menulis,
1.       Saya ingin Membuat buku aktivitas anak usia dini dengan metode Montessori
2.     Saya ingin semakin banyak mengikuti komunitas menulis sebagai alat pengasah kemampuan menulis saya
3.   Saya ingin berbagi ilmu kepenulisan dengan mengenalkan literasi pada lingkungan sekitar dimulai dari anak usia dini hingga anak remaja

Ketiga impian kecil saya di tahun 2020 mendatang, semoga tak hanya sebuah catatan impian belaka. Setidaknya saya harus berproses untuk menggapai impian itu.

Bismillah, jangan pernah berhenti menulis dan menorehkan karya. Hanya dengan karya adalah sebagai warisan ilmu yang tak pernah berhenti mengalir. Terus menulislah, ora nulis tuman! Semboyan saya semenjak mengikuti komunitas menulis.

Terima kasih pula kepada komunitas ODOP Batch 7, ilmu yang luar biasa saya dapatkan dari komunitas ini tak akan pernah terlupakan bagi saya. Sebagai pelecut saya untuk terus berkarya. Meski saya pribadi masih menuliskan sebuah tulisan sampah, setidaknya jangan pernah berhenti berkarya.

Kesan yang luar biasa saya dapatkan dari komunitas ini, meski saya pribadi adalah peserta yang tak aktif, setidaknya saya adalah seorang pengamat semua teman-teman di grup. Meski banyak hal yang membuat hati saya sensitive, namun saya berusaha menjadi pribadi yang dapat menerima segala perbedaan. Setiap manusia mempunyai banyak karakter. Terlebih dalam hal menuangkan ide. Isi Kepala orang masing-masing juga berbeda. Setidaknya dari perbedaan itu diambil hikmah dan pelajarannya.

Sukses selalu untuk ODOP, TERUSLAH MENELORKAN BIBIT-BIBIT PENULIS YANG LUAR BIASA! HIDUP ODOP, Salam LITERASI…CAYOOOO 😍🤗

#KelasNonFiksi
#OneDayOnePost
#TantanganPekan4
#KesanPesanOdoPbATCH7

Sabtu, 14 Desember 2019

Hore....Aku Bisa Membatik


Teman-teman tentu sudah tahu kan, bahwa batik merupakan warisan budaya leluhur kita. Bahkan sampai-sampai ada negara yang ingin mengakui warisan budaya leluhur kita loh....sehingga pada akhirnya Pemerintah Indonesia atas putusan UNESCO menetapkan Hari Batik Nasional tepat pada tanggal 2 Oktober. Nah, teman-teman setiap memperingati hari batik disuruh menggnakan baju Batik sebagai bentuk peringatannya.

Berkaitan dengan Hari Batik, bulan Oktober kemarin. Adik-adik tercinta kita dari Kampus Pelangi Ceria KB Al Irsyad 02 Cilacap & TK. Al Irsyad Cilacap jalan beo timur mengadakan kegiatan praktik membatik.

Tujuan diadakannya kegiatan tersebut ialah sebagai pembelajaran yang menghargai warisan budaya leluhur dan kreativitas nenek moyang. Kali ini tamu gang diundang untuk membimbing seorang pengusaha batik tradisional dari Kamoung Asmat, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Itu loh, tempatnya tepat di dekat Bandara Tunggul Wulung Cilacap.

Perusahaan Home Industry tesebut dimiliki oleh Bu Sumarni, yang hadir bersama teman-temannya dalam rangka mengajar cara membatik. Anak-anak nampak sangat antusias dan penasaran ingin segera praktik membatik.

Kegiatan tersebut dimulai pukul 08.30, dimulai dengan penjelasan pengantar tentang proses membatik oleh Bu Sumarni.

Aktivitas diawali dengan persiapan, dimana anak-anak akan diberi kain putih yang sudah dibentuk berbagai motif, seperti bunga, ikan, daun, angry bird dan lain sebagainya. Kemudian setelah mendapatkan selembar kain, anak-anak diminta memulai membatik dengan melukis menggunakan lilin atau malam yang dipanaskan. Alat lukis yang digunakan adalah bernama canthing, peralatan khusus membatik. Diharapkan anak-anak mengikuti pola yang sudah disediakan sebelumnya.

Kegiatan ini kelihatannya mudah ya teman-teman....tapi ternyata praktiknya tidak semudah yang kita bayangkan. Dalam.menggunakan canthing lukis, teman-teman harus belajar mengendalikan diri dan penuh kehati-hatian supaya hasil lukisannya sesuai yang diharapkan. Belum lagi kalau ada lilin yang tumpah dari canthing, maka hasilnya tidak akan sesuai yang diinginkan.

Untuk tahapan selanjutnya adalah kegiatan mewarnai. Sebelum kain di celupkan ke pewarna, anak-anak diminta untuk meneliti ulang, apakah lukisannya sudah sesuai harapannya. Setelah itu dimasukkan ke dalam air garam yang dicampur dengan pewarna agar warna yang dihasilkan tidak luntur.

Setelah kain dicelupkan ke pewarna, barulah tahapan berikutnya melepaskan lilin-lilin yang menempel pada kain. Seharusnya, proses dilakukan dengan cara merebus kain hingga lilinnya larut. Namun, untuk lebih mudah praktiknya di Kampus Pelangi Ceria, maka langsung saja dibilas dengan air aki sambil digosok-gosok supaya hilang lapisan lilinnya. Proses terakhir adalah penjemuran kain. Selesai deh teman-teman, praktik membatik kita kali ini hehe....

Prosesnya begitu mudah dan sederhana kan, teman-teman? Kegiatan membatik dapat menjadi proses pengenalan kepada anak-anak didik di Kampus Pelangi Ceria ini. Jika teman-teman tertarik, tentunya teman-teman bisa belajar membatik dengan Bu Sumarni, atau ahli membatik lainnya yang ada di Kota tempat tinggal teman-teman. Hehe.... Hore....akhirnya kami bisa membaik ! Hehe

#kelasNonFiksi
#OneDayOnePost

Kamis, 12 Desember 2019

Review Buku Siswa Senang Guru Gemilang


Judul Buku : Siswa Senang Guru Gemilang
Penulis : Arif Yosodipuro
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2013
Tebal Buku : 169 Halaman

Strategi Mengajar Yang Menyenangkan dan Mendidik Dengan Cerdik


Mengajar memiliki keunikan tersendiri. Ada guru yang secara akademis lulusan sekolah keguruan, tetapi cara mengajarnya tidak menarik. Di sisi lain ada guru yang bukan jebolan sekolah keguruan, namun mengajarnya enak dan menarik.

Kenapa demikian?

Mengajar merupakan aktivitas yang tidak hanya memerlukan kecakapan lahir, namun juga perlu melibatkan aktivitas bathin karena mengajar melibatkan jiwa, rasa, dan karsa. Tidak terlibatnya rasa dan karsa dalam mengajar membuat suasana mengajar hambar, sekadar ritual saja. Artinya kegiatan belajar-mengajar hanya sekadar penyampaian materi, tidak tercipta komunikasi yang kondusif antara guru dan siswa. Komunikasi yang terjadi sebatas guru bicara di depan kelas tanpa memperhatikan bagaiamana kondisi dan kebutuhan siswa.

Mengajar dan mendidik sebenarnya bukan monopoli orang tertentu. Karena sejak lahir manusia memiliki fitrah atau insting mendidik generasinya sesuai dengan kebutuhan. Orangtua yang hidupnya sebagai petani akan mendidik atau mengajari anaknya untuk bertani.

Nah, kali ini Pak Arif Yosodipuro, yang mempunyai asal dari daerah Rembang. Beliau sudah bergelut dan berpengalaman dalam dunia mengajar dan mendidik. Untuk itu, di tahun 2013 ia memberanikan diri menulis buku dengan judul “Siswa Senang Guru Gemilang”.

Buku ini ia susun berdasarkan pengalaman, dialog, dan observasi kepada rekan guru dalam proses pembelajaran di sebuah lembaga pendidikan. Kemudian penulis merangkum kiat dan strategi mengajar yang penulis anggap menyenangkan dan memotivasi siswa.

Bahasa yang digunakan berbentuk informasi dan dialog. Hal ini dimaksudkan agar tercipta komunikasi dengan pembaca yang budiman. Apa yang penulis sampaikan bukan bermaksud menggurui namun semata-mata sebagai sharing opinion kepada Bapak atau Ibu yang bergelut dalam bidang pendidikan—formal maupun informal.

Berhasil-tidaknya proses belajar mengajar dipengaruhi salah satunya oleh kualitas guru. Guru dituntut memiliki strategi mengajar yang menyenangkan, ia juga harus kreatif dan inovatif. Cara mengajar yang menarik dan menyenangkan akan membangkitkan dan meningkatkan gairah belajar siswa, memberikan motivasi dan memsacu prestasi mereka.

Selain stratei, sosok siswa yang memiliki beragam karakter dan latar belakang harus pula dipahami guru agar tercipta komunikasi yang kondusif. Fakta menunjukkan bahwa ada siswa yang ogah-ogahan belajar dan dianggap bodoh tapi ternyata ia genius; dan siapa sangka orang yang drop out ternyata kemudian sukses dalam berbisnis. Ini menunjukkan bahwa kesuksesan dalam kehidupan tidak ditentukan oleh nilai akademis belaka.

Lantas, bagaimana guru dapat membantu siswa menggali potensi mereka?

Memiliki dan temukan informasi selengkapnya dalam Siswa Senang, Guru Gemilang ini. Buku ini mengupas strategi mengajar yang menyenangkan dan mendidik dengan cerdik, yang merupakan hasil dialog, wawancara, dan observasi terhadap rekan-rekan pengajar di berbagai lembaga pendidikan. Dilengkapi contoh-contoh kasus riil yang hari-hari dihadapi guru, isi buku ini dikemas dalam bahasa yang jelas, lugas, dan komunikatif. Buku ini antara lain menyajikan;

·         Setiap orang adalah pendidik
·         Idealisme dan realitas dalam pendidikan
·         Siswa serupa tapi tak sama
·         Menguak strategi tikus
·         Lima kontriversi karakter guru
            Kiat mengajar yang menyenangkan dan mendidik dengan  cerdik

Nah, makin penasaran bukan? Buku ini memang benar-benar buku yang direkomendasikan bagi orang tua dan para pendidik loh. Enggak bakalan nyesel deh setelah baca buku ini. Setelah baca buku ini rasanya semakin semangat dan antusias ingin berkreasi dan berinovasi dalam mendampingi siswa dan siswi nya di sekolah. Mari, segera baca ya. Jangan sampai ketinggalan informasi yang bermanfaat dari buku ini loh. Yuk, segera baca ya…

#KelasNonFiksi
#OneDayOnePost

Fenomena Gejala Erep-erep atau Sleep Paralysis



Teman-teman pernah merasakan yang namanya erep-erepen? Erep-erepen berasal dari bahasa jawa yang artinya ketindihan. Fenomena erep-erep atau tindihan, adalah suatu fenomena kaku atau lumpuhnya seluruh anggota tubuh ketika hendak terjaga dari tidur. Seluruh anggota tubuh tidak bisa berbicara. Erep-erep biasanya diikuti atau didahului oleh halusinasi atau mimpi yang menakutkan.

Mengapa erep-erep terjadi? Ada yang berpendapat bahwa hal itu terjadi karena ada urat saraf yang terjepit sehingga menghalangi proses ‘menuju sadar penuh’. Bahkan ada pula yang berpendapat bahwa erep-erep adalah akibat diganggu, diduduki atau dihisap napasnya oleh setan. Benarkah demikian? Tentu tidak demikian. Sebenarnya erep-erep bukan  dikarenakan urat saraf yang terjepit, ditindih atau diduduki oleh setan aat kita tidur, tetapi karena tidak siapnya tubuh saat otak kita sudah bangun dari tidur. Dalam istilah medis disebut Sleep Paralysis.

Begini penjelasannya. Tidur, sebenarnya memiliki tahapan-tahapan. Mulai dari tidur ringan  (setengah sadar), tidur dalam, tidur lebih dalam, dan tahap REM (Rapid Eye Movement = gerak mata cepat ). Saat tidur berada pada tahap REM inilah mimpi terjadi. Saat kondisi tubuh terganggu (missal karena kelelahan, kurang tidur atau stress), maka gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Pada kondisi tersebut, kesadaran  tubuh bergeser dari  tahap sadar ke tahap tidur yang paling ringan, kemudian langsung melompat ke tahap REM.  Oleh sebab itu, ketika otak tiba-tiba terbangun dari tahap REM, Tubuh ternyata belum siap. Disinilah kelumpuhan tidur terjadi. Saat otak telah sadar, tapi ternyata tidak diikuti oleh tubuh, sehingga badan seakan lumpuh atau tak bisa bergerak.

Pertanyaan selanjutnya ialah mengapa kejadian tersebut hampir selalu diikuti atau didahului oleh halusinasi munculnya sosok lain, bayangan seram, orang asing atau orang-orang yang kita kenal? Hal ini bisa dijelaskan bahwa halusinasi atau ‘penampakan’ tersebut sebenarnya adalah mimpi dari tidur tahap REM yang masih terbawa saat tubuh lumpuh.

Jadi, jelas bahwa Sleep Paralysis bukan dikarenakan urat saraf terjepit atau diduduki setan, tetapi karena tidak selarasnya kesiapan otak dan tubuh untuk bangun dari tidur. Meski demikian, penyebab terjadinya sleep paralysis secara medis belum diketahui pasti. Diantara beberapa factor yang diduga sebagai penyebab munculnya sleep paralysis, antara lain: kurang tidur, kelelahan, stress atau terlalu banyak beban pikiran. Bahkan, penggunaan obat-obat tertentu juga dapat menjadi pemicu munculnya sleep paralysis.

Apakah Sleep Paralysis bisa dicegah atau di atasi?

Memang belum ada riset spesifik untuk meneliti bagaimana mencegah dan mengatasi Sleep paralysis ini. Namun beberapa hal dapat dilakukan untuk menghindarinya, seperti : tidur cukup dan teratur, mengkondisikan kenyamanan ketika hendak tidur,  dan menyingkirkan segala beban pikiran ketika hendak tidur.

Namun, yang lebih penting dari itu semua adalah tidak lupa berdoa kepada Allah SWT agar Dia selalu menjaga kita, baik saat tidur maupun sat terjaga. Kembali lagi adalah kunci semua itu dikembalikan lagi pada Dia, Tuhan Yang Maha Segala Kuasa.

Bahwa pentingnya sebuah doa dalam segala hal, tak hanya ketika kita berada diluar rumah. Didalam rumah pun ketika saat akan istirahat merebahkan badan ke dalam ranjang, ada sebuah tuntunan doa dariNya.

Semoga kita semua dapat mencegah erep-erepen atau Sleep Paralysis dengan perbanyak doa dan mendekat padaNya. Akhir kata, semoga tulisan ini dapat diterima oleh pembaca dan sangat bermanfaat pula.

Wallahu ‘Alam bishowab
Barakallahu Fiikum

#KelasNonfiksi
#OneDayOnePost