Sabtu, 27 Maret 2021

Destinasi Wisata Gunung Semeru

             Gunung Semeru adalah gunung api yang aktif berada di kabupaten Lumajang dan kabupaten Malang Jawa Timur. Destinasi Wisata yang memiliki Puncak Mahameru. Tinggi Wisata gunung Semeru 3676 mdpl. Tempat wisata gunung Semeru merupakan tempat wisata yang disukai oleh orang-orang yang mempunyai mental baja atau mereka yang sangat menyukai tantangan.

            Tempat Wisata Gunung Semeru sangatlah cocok bagi orang-orang yang sangat menyukai alam, tantangan dan mempunyai mental baja. Gunung Semeru mempunyai alam yang sangat indah. Gunung Semeru termasuk destinasi wisata yang cukup ramai dan disukai banyak kalangan pecinta alam.

                    Salah satu spot yang menarik menjadi destinasi atau yang saya harapkan bisa ke sana adalah perjalanan ke Ranu Kumbolo.

sumber gambar: katalogwisata.com

                Ranu Kumbolo adalah tempat wisata yang cocok untuk istirahat dan menikmati sunrise di sela bukit. Sebuah danau yang terletak di dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Indonesia. Danau ini merupakan bagian rute termudah yang berasal dari Ranu Panji menuju Puncak Gunung Semeru.

                Tahukah,kawan... bahwa Gunung Semeru adalah sebuah gunung tertinggi di Pulau Jawa. Gunung yang melambangkan kekokohan alam dengan panorama yang indah dan yang luar biasa. Seperti dalam novel 5 CM karya Donny Dhirgantoro membuat saya terlarut, terhanyut dan ingin megunjungi destinasi wisata di sana.

                Bahkan novel ini sudah difilmkan, rasanya ingin hati bisa merasakan mendaki dan camping bersama orang tercinta (suami). Wisata Semeru adalah salah satu destinasi wisata andalan saya dan keluarga. semoga segera terwujud impian bisa camping di Ranu Kumbolo. Jawa Timur, tunggu kedatangan saya ya...hehhehe

#RCO9

#OneDayOnePost

#ReadingChallengeODOP9


Kamis, 11 Maret 2021

Teruntuk Ayah dan Bunda

 Bismillah

Alhamdulillah akhirnya bisa menyelesaikan tantangan membaca di Reading Challenge ODOP 9. Kali ini Saya membaca buku Seni Berbicara Kepada Anak Panduan Mendidik Anak Tanpa Ngegas. 

Nah, pada tantangan kedua kali ini. Tugas Pertama adalah membuat puisi dengan tema Sosial. Semoga puisi Saya termasuk dalam tema. 

Dalam buku ini menceritakan  pengalaman Joanna Faber dan Julie King dalam pengasuhan anak dan bagaimana cara komunikasi dengan anak tanpa Ngegas. 

Puisi Saya kali ini mengambil sudut pandang si tokoh yang di maksud adalah anak-anak. Semoga kita semua sebagai orang tua mulai belajar memahami Karakter masing-masing anak dan mampu mengerti perasaannya.  Karena itu merupakan salah satu cara untuk menjadikan  perubahan lebih baik pada diri si anak. 


Yuk, simak puisi Saya yang berjudul :


Teruntuk Ayah dan Bunda

Karya : Asma Ummu Abdillah (Ceskha) 


Ayah bunda

Aku ingin kau tahu

Apa yang saat ini kurasa

Bagaimana cara kalian bisa menerima perasaan ku? 

Sedangkan kalian enggan mencari tahu apa perasaanku


Ayah bunda

Hingar bingar dunia ini

Menjadikan kalian penuh emosi

Tanpa bertanya dan mencari tahu isi hati ini yang sebenarnya


Ayah bunda

Tahukah kalian

Hinaan, makian, bullyan 

Semua itu adalah yang kubenci


Ayah bunda

Apakah kalian tahu? 

Bantu Aku untuk bisa menerima yang namanya sebuah perasaan

Bantu Aku untuk bisa memilih apa yang kuinginkan

Bukan malahan paksaan yang banyak kuterima



Ayah bunda

Bantu Aku untuk mendapatkan kepercayaan darimu

Karena itu membuatku semakin belajar apa itu arti tanggung jawab


Ayah bunda

Jangan pernah berhenti dan lelah memotivasiku

Karena kekuatan kalian adalah kekuatanku.

Aku dapat berpikir dan memecahkan masalah 

Apabila ada dukungan dan motivasi dari kalian


Ayah bunda

Bersabarlah

Tenanglah

Percayalah

Aku pasti bisa menjadi apa yang kalian pinta dan harapkan


Hanya ada kata yang membuatku terluka 

JANGAN

NGEGAS


Ayah bunda

Jangan

Jangan

Lagi 

Jangan

Lakukan

Lagi

Itu


Kota Bercahaya, 11 Maret 2021


#RCO9

#OneDayOnePost

#ReadingChallengOdop

#KomunitasODOP

Minggu, 12 Juli 2020

Review Buku Change Or Dead, Tips Menjadi Diri Berubah, Tetap Eksis, dan Sukses Tanpa Batas

Judul Buku : CHANGE OR DEAD!! (Berubah Atau Binasa!!)
Penulis : Albert Kurniawan,  S. E.
Penerbit : Grafindo Khazanah Ilmu
Tebal Buku : 178 Halaman
Cetakan I, April 2010


        Tanpa disadari, hidup ini terus berubah setiap hari, mulai dari diri kita sendiri, lingkungan keluarga, sosial, sampai pada teknologi juga berubah pesat. Namun dari semua hal, yang paling susah kita kendalikan dan perintah untuk berubah adalah diri kita sendiri. Perubahan ada digenggaman diri kita sendiri, lingkungan hanyalah salah satu alat indikator. Perubahan harus dimulai dari adanya awarenes (kesadaran) di bawah alam sadar dan kemudian diwjudkan dalam bentuk perbuatan.

        Namun dalam proses perubahan tidaklah mudah dan instant seperrti membalikkan telapak tangan. Di dalamnya dibutuhkan proses dan waktu untuk beradaptasi dan menyesuaikan dengan lingkungannya dan suasana baru. Sama seperti halnya yang terjadi pada kupu-kupu yang cantik dan mampu terbang, ia mengalami banyak proses, mulai dari kepompong, ulat kemudian pada akhirnya berubah menjadi kupu-kupu yang cantik. Tetapi, jika dalam proses perubahan bentuk ada gangguan atau serangan maka tidak akan menjadi kupu-kupu cantik.
Nah, dari ilustrasi tersebut maka dapat digambarkan dalam mind maping pengembangan diri untuk berubah adalah sebagai berikut ini.




lebih tepatnya adalah Tips Menjadi Diri Berubah, Tetap Eksis, dan Sukses Tanpa Batas adalah dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut.

Buka Pikiran Secara Dewasa

        Mulailah dengan pikiran yang terbuka dan jernih, maka perubahan akan dengan mudah dapat dilakukan, anda menjadi agen transformasi diri. Dunia ini akan terus berubah, siapkan diri anda dengan menerima informasi baru yang positif.

" Pemikiran terbuka untuk menggali hal baru justru akan membawa seorang ke berbagai penemuan yang tidak sengaja, tetapi berguna." (David A. Vise)

Berpikir Kreatif

       Kreativitas adalah sesuatu yang menyenangkan, membuat otak makin maksimal dalam bekerja, karena pada umumnya orang menggunakan otak kiri daripada otak kanan. Jadi, Seimbangkan otak kiri dan kanan, agar dapat mencapai impian yang lebih tinggi. Tidak semua orang dapat mencapai puncak kesuksesan dengan jangka waktu yang lama, dibutuhkan pembaharuan dan daya kreatif.

"Orang kreatif tidak takut jika ide mereka diambil orang, karena dia masih memiliki segudang ide gila lainya."

Berpikir Di Luar Kotak ( Think Out Of The Box ) 

         Bebaskan diri Anda dari kebiasaan lama atau kuno, lepaskan dan ekspresikan gaya diri Anda. Ide-ide yang gila dan terkadang juga keluar dari jalur kewajaran. Optimalkan daya otak kanan untuk memikirkan sesuatu yang imajinatif berasal dari lingkungan luar sekitar.

         Jangan menyerah ketika Anda mengalami kegagalan menciptakan ide baru, terus cari informasi yang mampu mendukung dan kekuatan kepercayaan diri Anda sendiri bahwa ide Anda mampu mendobrak kebiasaan lama. Pastikan perubahan Anda ciptakan menuju ke arah perubahan yang lebih baik lagi.

" Hidup ini terkadang sempit,tapi cobalah lihat secara keseluruhan bahwa dunia ini luas, dan memungkinkan Anda memiliki imajinasi untuk dapat keluar dari batas yang ada."

 Andalkan Kekuatan Hati

          Dalam melakukan perubahan, proses mengenal hati, dan melunakkan adalah proses yang cukup sulit, mengalahkan sikap ego diri, berjuang untuk menatap ke arah masa depan. Membangun kepercayaan diri, empati pada orang lain, danmemaafkan kesalahan orang lain merupakan kunci untuk perubahan.

          Jangan malu untuk mengatakan kata "maaf" jika Anda yang melakukan kesalahan, dan jika ada orang lain melakukan kesalahan berusahalah untuk memaafkan dengan hati yang tulus. Hal ini merupakan salah satu ajaran dari semua agama yang ada. Berusahalah untuk mempraktekkan hal tersebut, Selamat mencoba, tak ada kata terlambat untuk dapat melunakkan hati!

"Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal-hal itu sebagaimana keadaan kita."

Capai Kemenangan Pribadi

         Pola pikir orang yang berhasil dan mampu meraih kemenangan pribadi adalah orang yang mau menghargai dirinya sendiri juga orang lain. Menerima kelebihan dan kelemahan diri. Kita diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang sosial.

         Pada akhirnya jika kita mau saling menghargai dan saling mendukung satu sama lain, membuka jaringan pertemanan positif, dan berbagi ilmu serta menyerap ilmu lain, maka dapat dipastikan Anda akan meraih kemenangan pribadi. Namun perlu diingat bahwa kemenangan pribadi ini bukan saja karena kekuatan diri sendiri, tetapi juga ada andil bagian dari orang lain.

"JADI JNGAN MUDAH PUAS DENGAN HASIL YANG ANDA DAPAT SEKARANG"
"Sebuah kekuatan yang dihasilkan dari sinergi yang muncul dari keikhlasan melepaskan ego pribadi demi kepentingan bersama unuk mencapai tujuan team/organisasi" 

       Mulailah dari sekarang, beranilah untuk berubah dengan sepenuh hati sampai impian Anda tercapai, siapa tahu Anda salah satu pencetak perubahan dunia berikutnya.

       Jadi, inilah beberapa Tips Menjadi Diri Berubah, Tetap Eksis, dan Sukses Tanpa Batas. Review dari buku yang berjudul "CHANGE OR DEAD!! BERUBAH ATAU BINASA!!" Merupakan buka yang sangat baik dan sangat direkomendasikan bagi para pembaca yang benar-benar ingin berubah lebih baik dalam menjalani perjalanan hidup di dunia ini. Yuk, segera baca ya... :)

#RCO8
#OneDayOnePost#ReadingChallangeODOP8
#PengembanganDiri

Senin, 30 Maret 2020

Review Islamic Parenting Pendidikan Anak Metode Nabi

🌿🌿🌿 🌿🌿🌿

Judul buku: Islamic Parenting Pendidikan Anak Metode Nabi
Penulis : Syeikh Jamal Abdurrahman
Penerbit : PT Aqwam
Tahun Terbit : 2010
Jumlah Halaman : 310 halaman

       Melihat fenomena perkembangan zaman saat ini, apalagi mengenai kehidupan anak. Dari usia dini hingga remaja yang sudah kecanduan dengan yang namanya 'setan gepeng' alias gadget.
Astaghfirullahal'adzim.

Hampir banyak orang tua mengeluh bagaimana lagi bisa mendidik anak-anaknya ke jalan yang benar.
Menurut Imam Al Ghazali radhiyallahu 'an (hu) dalam mendampingi tumbuh kembang anak memiliki metode dan pelatihan tersendiri. Metode melatih anak merupakan perkara yang terpenting dan paling utama.

Anak merupakan amanah bagi kedua orang tuanya. Hatinya yang suci merupakan perhiasan yang sangat berharga. Untuk itu, jangan racuni atau kotori anak dengan perkara yang tidak baik baginya.

Bila anak dilatih untuk mengerjakan kebaikan, anak akan tumbuh menjadi orang yang baik dan bahagia di dunia dan akhirat. Sebaliknya, bila anak dibiarkan mengerjakan keburukan dan dibiarkan begitu saja bagaikan hewan, anak akan hidup sengsara dan binasa.

Nah, cara orang tua menjaga anaknya adalah dengan mendidik dan mengajarkan akhlak yang baik serta menjaganya dari teman-teman yang buruk.

Bagi teman-teman atau sahabat dunia maya yang menginginkan ilmu yang bermanfaat ini. Untuk lebih jelasnya, mari kita bersama membaca buku yang berjudul, "Islamic Parenting Pendidikan Anak Metode Nabi" yang ditulis oleh Syaikh Jamal Abdurrahman kemudian dialih bahasakan oleh Agus Suwandi. Buku yang diterbitkan oleh penerbit Aqwam.

Buku ini merupakan buku yang sangat direkomendasikan bagi para orang tua dan calon orang tua untuk mendampingi perkembangan putra putrinya kelak.

Apalagi saat ini banyak tindakan kekerasan orang tua terhadap anak mencuat, ada baiknya kita uji sejauh mana pengetahuan kita tentang interaksi Rasulullah terhadap anak-anak. Pernahkah terbayang, tubuh besar yang mulia itu tergulung-gulung di tanah disertai derai tawa anak-anak kecil yang ceria/ Atau saat bersama pasukannya nan gagah perwira pulang usai peperangan, tiba-tiba berhenti di gerbang kota sekadar untuk menaikkan anak-anak kecil di kuda tunggangan beliau? Atau, bagaimana khotbah Jumat yang demikian agung dapat berhenti oleh langkah kaki kecil yang berjalan tertatih mendekat mimbar sewaktu beliau berkhotbah?

Banyak hal selama ini tersembunyi yang diungkap buku ini. Adegan demi adegan dipotret dengan jelas oleh penulis, membuat kita seolah hadir menyaksikan langsung bagaiman beliau mendidik anak-anak kaum Muslilmin. Mengagumkan, mengesankan, akan memaksa airmata keharuan Anda meleleh...yang akan bermuara pada kesimpulan : beginilah cara  beliau melahirkan generasi terbaik. Suatu fragmen yang sering kita lupakan, karena menganggap generasi terbaik hanyalah para sahabat yang bertemu beliau dalam keadaan dewasa, tidak termasuk anak-anak yang hidup semasa dengan beliau.

Kejelian penulis untuk membidik proses pendidikan dari sejak janin hingga pra-nikah, merupakan keistimewaan tersendiri buku ini. Fase sangat menentukan yang menjadi tanggung jawab orang tua untuk menghitamkan-putihkan anak-anak mereka. Beginilah Nabi mendidik Anak!

Yuk, dampingi anak-anak kita. Peluk mereka dengan ilmu-ilmu yang sudah diajarkan nabi kita Nabi Muhammad SAW. Kepada beliaulah sebagai panutan kita dan pemberi syafaat kita di yaumul akhir. Peluk dan bacalah buku-buku yang bermanfaat seperti buku islamic parenting ini. Insya Allah, akan membantu.

Jadikanlah buku sebagai jendela dunia, maka membaca adalah kuncinya.

Jadikanlah buku sebagai sahabat setia yang akan mendampingi di mana pun dan kapan pun kita berada. Buku akan menemani kita sepanjang zaman.

Selamat membaca dan salam literasi 😘😍🤗

Alhamdulillah review buku ini adalah salah satu tugas akhir kelas Reading Challenge Batch 7, selama mengikuti kelas ini sungguh luar biasa banyak manfaatnya. berawal dari suka baca buku masih kadang baca kadang enggak. semenjak mengikuti kelas RCO kedua kalinya semakin merasa ketagihan dan ketahihan.

Harapan saya, kedepannya RCO semakin maju dan sukses. kalau bisa tantangan RcO kedepannya buku-buku non fiksi yang semakin menambah wawasan ilmu pengetahuan. apalagi sekarang sudah mulai jaman 4.0. jadi harus lebih pintar-pintarnya kita untuk terus meng-upgrade diri.

Terima kasih RCO, Sukses selalu 

#RCOBatch7
#OneDayOnePost
#Komunitas ODOP

Senin, 16 Maret 2020

Karakter Kedua Tokoh Utama Dalam Novel Aftertaste Karya Sefryana Khairil




Judul buku : Aftertaste
Penulis : Sefryana Khairil
Penerbit : Gagas Media
Jumlah Halaman : viii+ 364 halaman


Rindu adalah sebuah perasaan yang mudah diucap, namun betapa tersiksa jika sedang melanda.

Seperti halnya pada Narend dan Fara, dalam Novel karya kak Sefryana, keduanya saling rindu yang menanti bertemu.

Sekilas sedikit sinopsis dari cerita tersebut.

“Kamu tahu, apa yang susah saat memasak?” Narend menatap Farra.
    “Mmm... membuat makanan itu enak?” sahut Farra.
    Narend menggelengkan kepala. “Bukan itu. Tetapi, gimana kita mencampur bumbu-bumbu. Kadang rasa itu bisa berbenturan, sulit disatukan, tapi kalo kita bisa, rasanya pasti enak banget.”
 (hal. 216-217)

    “Seseorang yang mencintai dengan tulus, pasti mengikhlaskan apa pun untuk kebahagiaan orang yang dicintainya.” (hal. 337)

    Farra memasukkan lamaran sebagai cook assistant ke restoran Bellaria usai berhenti bekerja di kafe Delicio—lebih tepatnya terpaksa berhenti karena kafe bangkrut dan tutup. Bellaria merupakan restoran masakan Italia ternama sejak Chef Windu Mahardika mendirikannya enam belas tahun lalu. Setelah Chef Windu meninggal dua tahun lalu, Bellaria diteruskan oleh kedua putranya, Chef Narendra Mahardika sebagai kepala koki dan adiknya Prayata Mahardika yang mengelola manajemen restoran.

    Chef Narend pernah menjadi celebrity chef dan memiliki hubungan asmara dengan Chef Cindy Endria yang menjadi rekan di acara televisi. Namun, hubungan mereka kandas dan semenjak itu Chef Narend bersikap dingin, kasar, dan cenderung kejam di dapur terhadap para bawahannya. Sikapnya inilah yang memicu kekhawatiran Farra saat memutuskan melamar ke Bellaria. Tak seorang pun tahu bahwa Chef Cindy mencampakkan Chef Narend sesudah Chef Narend divonis mengidap suatu penyakit parah. Chef Narend yang sakit hati dan putus asa akhirnya tak lagi memercayai orang lain, menganggap pada akhirnya mereka akan meninggalkannya, sama seperti Chef Cindy. Hubungan Chef Narend dengan Prayata adiknya sendiri pun tak dekat. Mereka sempat bertahun-tahun hidup terpisah akibat perceraian orangtua mereka. Chef Narend ikut Chef Windu, sedangkan Prayata hidup bersama sang ibu. Prayata pun menjaga jarak dengan kakaknya karena Narend terlihat tak ingin dicampuri urusan pribadinya. Prayata memiliki karakter yang cukup jauh berbeda dari sang kakak. Praya lebih memilih mengejar passion dalam bermusik ketimbang mengikuti jejak sang ayah menjadi koki profesional. Praya memiliki sebuah band dan kerap mendapat tawaran manggung di kafe, klub, maupun acara-acara pribadi. Praya juga lebih ramah dan hangat, bahkan pada para pegawai Bellaria.

    Di awal, Narend sempat menolak keras saat tahu Farra yang notabene perempuan diterima bekerja di dapurnya. Semenjak putus dengan Cindy, Narend membuat peraturan tak tertulis yang melarang pegawai perempuan masuk dapurnya. Namun, berkat negosiasi dari Praya, Farra tetap diterima, apa lagi melihat potensi yang dimilikinya. Insiden-insiden tak menyenangkan juga sempat terjadi di dapur Bellaria, tapi berkat kegigihan, Farra berhasil melalui. Hingga suatu hari, sebuah insiden kecelakaan membuat Farra harus dibawa ke rumah sakit dan Narend tak disangka langsung turun tangan. Perhatian Narend ini sontak membuat Farra senang. Di sini juga mulai tumbuh benih cinta yang diawali dari kekaguman. Sedangkan di lain pihak, Praya ternyata juga menaruh hati pada Farra. Praya acapkali tak segan menunjukkan perhatian khusus pada Farra.

    Suatu saat, tanpa disengaja, Farra yang mencemaskan Narend karena tak masuk kerja lantas mengunjungi apartemen, menemukan rekam data medis Narend dan mengetahui penyakit yang Narend tutup-tutupi. Semenjak itulah, Farra makin peduli dan berusaha membangkitkan semangat Narend. Farra juga akhirnya mengetahui penyebab merenggangnya hubungan Narend dan Praya dan bertekad membantu mereka kembali dekat. Sayang, pada kenyataannya, Farra teralihkan oleh perasaan cintanya dan menjadi terfokus pada Narend saja. Praya yang mulai menangkap sinyal kedekatan spesial anatara kakaknya dan Farra merasa cemburu. Praya pun terang-terangan menyatakan perasaannya pada Narend dan mengultimatum agar Narend tak mempermainkan Farra.

    Narend sendiri perlahan-lahan mulai merasa nyaman dengan kehadiran Farra. Sifat Farra yang ceria, selalu bersemangat, dan perhatian membuatnya tergugah. Hingga saat dia menyadari rasa sayangnya, Narend tak rela Praya memiliki Farra. Narend kemudian menemukan cara untuk membantu Farra mewujudkan mimpi. Narend menawari Farra mengikuti sebuah kompetisi memasak bergengsi untuk para koki muda, dengan hadiah utama beasiswa ke luar negeri. Dengan membawa nama Bellaria, jadilah Farra setuju mengikuti ajang tersebut. Tak diduga, Cindy yang sempat menyaksikan kedekatan Narend dan Farra tersulut cemburu dan mendadak memutuskan ikut berkompetisi di ajang yang sama. Padahal, kalaupun mau, dia bisa saja sekolah dengan biaya sendiri. Selain itu, Cindy sudah bertunangan dan sedang merencanakan pernikahan.

    Di saat kompetisi memasuki babak yang paling menentukan, mendadak Narend menghilang. Dia tak memenuhi janji untuk menghadiri kompetisi dan memberikan dukungan. Praya juga bertanya-tanya tentang keberadaan kakaknya. Hingga saat itu, dia sama sekali tak diberitahu mengenai kondisi kesehatan Narend. Barulah saat Hari yang merupakan sahabat dekat Narend mengabari keberadaan Narend, Praya tahu segalanya.

Review kedua tokoh :

NAREND

Buatku, memberikan kesempatan kedua hampir tak mungkin.
Untuk apa membuka kemungkinan bagi kekecewaan yang lain?
Hati yang benar-benar patah tak perlu berulang-ulang, bukan?
Namun, kali ini rasanya berbeda. Hanya saja, aku bahkan tak lagi
percaya cinta dan kisah romansa itu nyata.
FARRA

Aku tak pernah merencanakan menjatuhkan hati kepadanya.
Tidak juga pada sikapnya yang sedingin es itu. Setiap saat bersamanya,
membuatku selalu bertanya-tanya juga berangan-angan tentang cinta.
Lalu tiba-tiba ketakutan dan harapan kosong melandaku, lagi dan lagi.
Sudah kucoba untuk menepikan segala ras. Namun, terkadang hati dan
keinginan tak selalu sejalan.
Aftertaste mengisahkan dua orang chef yang saling jatuh cinta, tetapi tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya.
Masa lalu membuat mereka enggan membiarkan hati berbicara ,
meskipun mereka tahu tak akan sanggup untuk saling melepaskan.



“Bukankah mencintai adalah merelakan orang yang kita cintai itu bahagia, tanpa rasa sakit?”




Dalam novel tersebut kak Sefryana menggunakan POV orang ketiga, novel yang kental dengan nuansa kuliner Italia dan kehidupan para chef profesional ini hendak mengajak kita menyelami emosi dan konflik antar tokohnya. Kak Sefryana Khairil menurut saya sukses menggambarkan tentang kuliner Italia, membuat saya terpancing rasa lapar setiap kali ada adegan memasak. Bagaimana kedisiplinan di dapur restoran diterapkan juga tergambarkan dengan baik. Ditambah lagi, judul-judul bab yang menggunakan istilah bahasa Italia dan ilustrasi foto monokromnya yang cantik. Juga ada selipan lagu-lagu yang menjadi daya tarik tersendiri.Cinta, mimpi, dan harapan merupakan jiwa dari cerita ini. 


Karakter dari tokoh Chef Narend menurut saya cukup menantang. Dihadapkan pada vonis sakit, dicampakkan kekasih, tanggung jawab pekerjaan, sekaligus hubungan tak dekat dengan satu-satunya adik adalah konflik batin yang menurut saya memang rumit. 

Tak heran, bagi saya, sosok Narend ini antara mengundang simpati tapi juga benci. Simpati karena dia merasa kesepian tapi tak sudi mengakui, sekaligus benci karena dia bersikap egois pada akhirnya, berdalih kondisi kesehatan dan perasaan sayang. 

Sedangkan karakter sosok Farra yang ceria dan berbakat menjadi semacam daya tarik bagi Narend dan Praya. Latar belakang keluarga Farra yang hangat dan harmonis juga turut mendukung cerita. 

Praya adalah tokoh pembantu, tokoh tersebut sebenarnya memendam kesedihan dan bayangan kekecewaan akan masa lalu keluarganya, namun dia bersikap tegar dan menyimpan semuanya sendiri. 


Praya mempunyai tokoh karakter yang sikapnya dewasa dan penyayang. Kelihatan sekali dia menyayangi kakaknya, meskipun hubungan mereka tak dekat.

Secara keseluruhan, Aftertaste digarap dengan apik dan menyajikan topik yang menarik. Kalian yang suka membaca kisah romansa sekaligus menyukai dunia kuliner Italia, akan dimanjakan oleh  berbagai resep menggiurkan sekaligus kisah yang mengaduk-aduk emosi dan meninggalkan kesan mendalam jika membaca novel yang satu ini.


Selamat membaca dan salam literasi ☺

#RCO7
#OneDayOnePost

Sabtu, 29 Februari 2020

Pemikiran dan Perjuangan Sang Pelopor " Ki Hajar Dewantara"


Judul : Ki Hajar Dewantara, Pemikiran dan Perjuangannya.
Penulis : Prof. Dr. Djoko Marihandono,Nur Khozin,Dri Arbaningsih,Dr. Yuda B. Tangkilisan
Penerbit : Museum Kebangkitan Nasional

Tidak ada sesuatu yang lebih baik dan lebih sungguh- sungguh dari yang saya inginkan, kecuali di didik dalam bidang pengajaran
Tokoh RM Soewardi Soerjaningrat yang kemudian dikenal sebagai Ki Hadjar Dewantara merupakan tokoh pendidikan yang sangat fenomenal. Walaupun predikat dokter tidak dapat diraihnya, akan tetapi tokoh ini justru berkembang dalam bidang jurnalistik. Kiprahnya di bidang politik diwujudkan dalam tulisan-tulisan yang dimuat di koran dan majalah baik terbitan Hindia Belanda maupun negeri Belanda. Sebagai tokoh yang mahir dalam menulis, ia memiliki pengalaman yang unik karena ia ditahan bahkan dibuang akibat dari tulisan yang dihasilkannya. Selama masa pembuangan, ia pun tetap menulis bahkan sering tenaganya dipinjam untuk menulis di koran/mingguan Belanda. 

Profesi sebagai jurnalis dan politikus ditinggalkan setelah kembali dari pengasingan. Ki Hadjar Dewantara akhirnya berkecimpung di bidang pendidikan setelah ia mendirikan lembaga pendidikan yang diberi nama Pergerakan Pendidikan Taman Siswo. Penghargaan yang tinggi dari pemerintah diberikan kepada tokoh ini, yang menjadikan hari lahirnya sebagai hari Pendidikan Nasional, 
yang diperingati pada setiap 2 Mei. Mudah-mudahan buku ini dapat melengkapi buku-buku yang telah diterbitkan sebelumnya dengan harapan bahwa Bangsa Indonesia tetap mampu menghargai jasa para pahlawannya yang telah berjasa dalam mengantar bangsa ini ke gerbang kemerdekaan dan mampu bersaing dengan bangsa lain.

10 hal menarik bagi saya pribadi mengenai tokoh Sang Pelopor ini yaitu :

1. Seorang yang sangat cerdas, beliau patut menjadi contoh generasi bangsa saat ini dan yang akan datang.

2. Seorang yang ulet, beliau sangat ulet dalam memperjuangkan pemikiran- pemikirannya.

3. Seorang yang sabar, beliau sangat sabar menghadapi para kolonial- kolonial belanda.

4. Beliau mempunyai prinsip  menentukan hak nasib sendiri. Hak menentukan nasib sendiri dari individu yang perlu memperhitungkan tuntutan 
kebersamaan dari masyarakat harmonis, sebagai prinsip dasar lembaga pendidikan ini. Tertib dan Damai menjadi tujuan tertingginya. Tidak ada ketertiban yang terjadi di masyarakat apabila tidak ada perdamaian. Akan tetapi juga tidak akan ada perdamaian selama individu dihalangi dalam mengungkapan kehidupan normalnya. Pertumbuhan alami, merupakan tuntutan yang dibutuhkan bagi pengembangan diri seseorang. Dengan 
demikian, lembaga ini menolak pengertian “pengajaran” dalam arti “pembentukan watak anak secara disengaja” dengan tiga 
istilah “pemerintah – patuh – tertib”. Metode pengajaran yang dianut memerlukan perhatian menyeluruh yang menjadi syarat bagi pengembangan diri demi pengembangan akhlak, jiwa dan 
raga anak. Perhatian inilah yang disebut sebagai “sistem among”.

5. Prinsip beliau membuat Siswa yang mandiri. Sistem ini diterapkan untuk mendidik Siswa menjadi mahlukyang bisa merasa, berpikir dan bertindak mandiri. Di samping memberikan pengetahuan yang diperlukan dan bermanfaat, guru perlu membuat Siswa cakap dalam mencari sendiri pengetahuannya dan menggunakannya agar diperoleh manfaat. Inilah pengutamaan sistem pendidikan among. Pengetahuan yang diperlukan dan bermanfaat adalah pengetahuan yang sesuai kebutuhan ideal dan material dari manusia sebagai warga di lingkungannya.
Pendidikan yang mencerahkan masyarakat. 

Sehubungan dengan masa depan, anggota masyarakat harus diberikan pencerahan. Sebagai akibat dari kebutuhan yang menumpuk, yang sulit dipenuhi dengan sarana sendiri sebagai akibat pengaruh peradaban asing, lembaga pendidikan ini harus sering bekerjasama dalam mengatasi gangguan perdamaian. 

Sebagian dari kaum bumiputera tidak merasa puas. Juga sebagai akibat dari ketersesatan sistem pendidikan itu. Lembaga pendidikan ini harus mencari perkembangan intelektual yang timpang, yang menjadikan kaum bumiputera tergantung secara ekonomi dan juga membuat terasing dari rakyat yang menjadi bagian dari pemerintah kolonial. Dalam kebingungan ini mereka menjadikan budaya Eropa sebagai titik tolak, sehingga Taman Siswo dapat mengambil langkah maju. Atas dasar peradaban sendiri, hanya pembangunan dalam kondisi damai bisa terwujud; 

6. Pendidikan harus mencakup wilayah yang luas. Tidak ada pendidikan betapapun tingginya juga yang bisa membawa dampak bermanfaat bila hanya mencapai kehidupan sosial yang bertahan secara sesaat.

 Pendidikan harus mencakup wilayah yang luas. Kekuatan suatu negara merupakan kumpulan dari kekuatan individu. Perluasan pendidikan rakyat terletak dalam usaha lembaga ini;

7. Perjuangan menuntut kemandirian. Perjuangan setiap prinsip menuntut kemandirian. Oleh karenanya kaum bumiputera jangan mengharapkan bantuan dan pertolongan orang lain, termasuk di dalamnya untuk mewujudkan kemerdekaan. Dengan senang lembaga ini menerima bantuan dari orang lain 
akan, tetapi menghindari apa yang bisa mengikatnya. Jadi Taman Siswo ingin bebas dari ikatan yang menindas dan tradisi yang menekan dan tumbuh dalam kekuatan dan kesadaran kaum bumiputera. 

8. Sistem ketahanan diri. Bila bangsa ini bisa bertumpu pada kemampuan sendiri, semboyannya cukup sederhana. Tidak 
ada persoalan di dunia yang mampu bekerja sendiri. Persoalan itu tidak akan bertahan lama. Mereka tidak bisa bertahan sendiri karena sangat bergantung dari kaum bumiputera. Atas semua yang sudah terjadi selama ini, akan muncul “sistem ketahanan diri” sebagai metode kerja lembaga pendidikan ini. 

9. Pendidikan anak-anak. Lembaga ini bebas dari ikatan, bersih dari praduga. Tujuan lembaga ini adalah mendidik anak-anak. Bangsa bumiputera tidak meminta hak, akan tetapi meminta diberikan kesempatan untuk melayani anak-anak.

10. Pencetus semangat generasi bangsa dengan semboyannya. 
 Ing ngarso sung tulada
Ing madya mangun karso
Tut wuri handayani.

Rawe- rawe rantas malang-malang putus.

Semboyan yang akan membawa semangat generasi bangsa dalam memajukan pendidikan indonesia.

Demikuan sekilas 10 hal menarik dari sebuah biografi Ki Hajar Dewantara. Semoga dapat kita ambil kebermanfaatannya.

Selamat membaca dan Salam literasi.

# RCO Batch 7

Kamis, 13 Februari 2020

Catatan Hati di Setiap Doaku


Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku...

Judul Buku : Catatan Hati di Setiap Doaku
Penulis : Asma Nadia, dkk
Penerbit : Asma Nadia Publishing House
Tahun terbit : 2014, cetakan ke delapan

Seorang teman pernah berkata kepada saya, "percuma berdoa, toh doa-doa saya tidak pernah dikabulkan!"

Kalimatnya membuat Asma Nadia merenung. Benarkah?

Bukankah Allah dekat dan mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Nya? Apa yang salah dengan doa-doa kita?

Allah... jika kita tak lagi percaya kekuatan doa, lantas ke mana wajah harus dihadapkan ketika keputusasaan mengepung dari berbagai sudut dan hidup seakan tak punya harapan?

Buku Asma Nadia ini adalah edisi revisi (dengan penambahan 12 kisah) dari terbitan sebelumnya berjudul Catatan Hati di Setiap Sujudku, yang sekarang sudah sulit ditemui di pasaran.

Buku edisi pertama adalah sebuah proyek bersama dengan anggota milist Asma Nadia. Sementara edisi revisi ini mendapat tambahan dari beberapa Alumni Asma Nadia.

Awal ide penyusunan Catatan Hati di Setiap Doaku beranjak dari keinginan sebagai penulis untuk menebalkan semangat berdoa. Mengajak diri sendiri, juga teman-teman pembaca untuk lebih banyak menengadahkan wajah, menggantungkan hati, pikiran, dan diri sepenuhnya kepada Yang Maha Besar. Dia pemegang kunci yang mengurai setiap permasalahan. Dia yang memberikan kesembuhan, Dia yang maha mengobati hati dari setiap kesedihan.

Catatan Hati di Setiap Doaku berisi kisah-kisah sejati keajaiban doa yang dirasakan penulis-penulisnya. Menyentuh dan menggugah, bagaimana masing-masing berusaha menemukan kekuatan agar tidak menyerah saat ujian-Nya menyapa.

Sebagian tulisan di buku ini pernah dimuat dalam Catatan Hati di Setiap Sujudku, dan sempat menjadi best seller. Bahkan diterbitkan di Malaysia dan mengalami cetak ulang.

Semoga semakin menebalkan semangat berdoa setiap pembacanya. Hingga tak menempuh jalan pintas lain bagi penyelesaian berbagai persoalan kehidupan.

Gaya bahasa Khas Asma Nadia yaitu lugas,  sangat mudah, dan sederhana sehingga pembaca  semakin luluh dan terenyuh. Semoga tulisan-tulisan dalam buku ini semakin menguatkan kepercayaan kita terhadap-Nya.

Agar keresahan berganti ketenangan.
Agar ketidakmungkinan berganti harapan.
Sama-sama kita meminta, pada Dia YAng Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Busmillah....
Bersamanya, tak ada jala. Buntu

#RCOBatch7
#OneDayOnePost
#Tugas2BukuKedua

Sabtu, 08 Februari 2020

Yuk, Nyalon Kepribadian! ☺

Semut di seberang lautan tampak, gajah di deoan mata tidak tampak.

Judul buku : Salon Kepribadian Jangan Jadi Muslimah Nyebelin
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : Asma Nadia Publishing House
Cetakan ke : 11
Tahun Terbit : 2015

Masya Allah, sebuah pepatah atau lebih tepat pada sebuah 'ledekan' yang sungguh luar biasa benar. Asma Nadia dalam bukunya berjudul "Salon Kepribadian Jangan Jadi Muslimah Nyebelin" halaman ix.

Prolog yang sungguh mengena bagi pembaca tentunya. Ada apakah gerangan sang Asma membuat prolog tersebut. Mari kita simak. 

Asma memang sungguh penulis yang keren dan hebat dapat menuangkan sebuah gagasan yang dapat menghipnotis pembacanya.  Beliau memaparkan bahwa karakter manusia yang memang JAUH lebih mampu menangkap, melihat, dan memerhatikan apa yang ada di luar, ketimbang yang ada pada dirinya sendiri.

Sehingga beliau mengupas semua kepribadian muslimah dalam bukunya, beliau tak ingin kebanyakan muslimah mempunyai watak yang nyebelin, cuek, tak pedulian dan lain sebagainya. Beliau  berharap muslimah dapat memperbaiki kepribadiannya sehingga tampaklah dari mereka muslimah yang cantik lahir dan bathinnya.

Gaya bahasa yang beli gunakan menggunakan bahasa yang sangat sederhana, gaul dan mudah di pahami. Dalam halaman terakhir ia paparkan mengenai beberapa ibadah yang dapat menambah kecantikan dalam seorang wanita atau lebih dikenal dengan inner beauty.

So, makin penasaran kan dengan isi bukunya? Saya pribadi tak bosan membaca buku tersebut. Bolak balik. Sedikit demi sedikit memahami isi bacaan. Hingga nancep ke ulu hati. Dan berazzam bahwa AKU BISA LEBIH BAIK LAGI!

Pada intinya, buku ini sangat bermanfaat untuk kita semua para muslimah. Buku non fiksi Asma Nadia dan materinya yang mendaging sekali, sangat praktis dan memandu muslimah untuk berproses. Buku ini akan membantu kita "memeriksa" diri kita secara tajam dan kemudian akan membuat kita bergegas memperbaiki penampilan diri dan hati.

Mari kita baca bukunya bersama dan memperbaiki diri bersama-sama.

Selamat membaca dan Salam Literasi 😍

#RCObatch7
#TantanganPertama

Jumat, 31 Januari 2020

Gelombang Cinta Asma

Setiap orang mempunyai harapan dalam membangun rumah tangga dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang. Namun namanya kehidupan sudah ada yang lebih mengaturnya.

Yah, ada DIA, Allah Sang Maha Pengatur Segalanya. 

Asma adalah tokoh utama dalam sebuah tulisan saya nantinya. Dalam kisah ini, Asma benar-benar merasakan gelombang cinta yang dahsyat dariNya.

Jika mengartikan kata "cinta" tak akan cukup satu dua kata bahkan ratusan dan ribuan kata. Tak satupun manusia yang hidup tanpa Cinta dari Sang Maha Pemberi Cinta. Yah, Dialah Allah azza wajalla. Oleh karena itu Allah berikan manusia cinta agar kita bisa mencintai.

Namun, cinta tak selalu bahagia, kesempurnaan, atau kesuksesan. Cinta juga penuh dengan pengorbanan dan bahkan terselip kekecewaan yang mendalam hingga menyesakkan dada.

Seperti dalam kisah Gelombang Cinta Asma tertuang berdasarkan kisah nyata dan semoga dapat menginspirasi pembacanya.

Selasa, 31 Desember 2019

Asma bersama Putri Semata Wayangnya


Asma Bersama Putri Semata Wayangnya

Rinai hujan tiada henti beberapa hari ini, Asma bersama puteri semata wayangnya asik bergumul dalam selimut hangat di sebuah kamar berpetak ukuran yang tak terlalu besar. Tembok kamar yang berhiaskan lukisan langit biru dan awan putih. Menjadikan keduanya betah lama di kamar. Ia sedang berlibur di Kota Madinah tempat saudaranya. Asma dan Nayya merupakan sosok keturunan Arab. Sehingga mereka masih bisa berkunjung ke Madinah ke tempat saudara-saudara yang lain.

Dalam sebuah kamar tempat kakak Ayahnya Asma. Terdapat Sebuah rak buku berwarna cokelat keemasan bertengger di ujung kamar. Buku-buku banyak yang menempati rak itu. Gemericik air hujan terus terdengar hingga menjelang larut malam, namun Asma dan Nayya masih belum bisa memejamkan mata. Tak seperti biasa kota Madinah di guyur hujan.

Asma akhirnya menemukan sebuah buku bersampulkan warna biru, dihiasi corak bunga nan indah, kemudian bertuliskan “Sirah Shahabiyah Kisah Para Sahabat Wanita”. Sembari membolak-balik buku tersebut Asma bertanya kepada Nayya, “Dek, mau ummi ceritakan beberapa kisah dari buku ini?” suara lembut Asma membuat Nayya mengangguk sebagai pertanda setuju ia ingin mendengar cerita buku itu.

“Baiklah, sayang….yuk, kita ambil posisi yang enak supaya ummi bisa fokus bercerita dan kamu bisa mendengar cerita ummi dengan seksama.” Ajak Asma kepada putri semata wayangnya sembari mengambil bantal, lalu ia letakkan di pangkuannya.

Namun, sebelum  Asma memulai cerita. Nayya pun penasaran memegang buku berwarna biru itu dengan perlahan, membolak-balik buku lembar demi lembar. Nayya makin penasaran dan bertanya kepada Asma, “Ummi, sepertinya buku ini bagus ya? Aku jadi penasaran isinya apa ya?”

“iya, sayang. Mari bukunya ummi pinjam sebentar, ummi akan segera bercerita isi buku ini ya?” ajak Asma dengan lembut.

Asma memulai cerita dengan penuh semangat, ia mengambil napas panjang dan mengembuskannya perlahan supaya ketika bercerita dapat memaksimalkan ekspresi dan intonasi dalam ceritanya. Berharap putri semata wayangnya mampu menangkap cerita yang akan ia sampaikan.

“Sayang… Buku ini sangat bagus sekali isinya. Ummi akan membawamu ke masa Sahabat Rasul bernama Asma Binti Abu bakar.”

***

Asma’ adalah putri Abu Bakar Ash Shidiq. Asma adalah sosok muslimah yang berjiwa tegar. Dia terbiasa melakukan segala sesuatunya sendiri. Sehingga membuat Asma menjadi perempuan yang mandiri.  Asma menjadi anak yang gigih dan berusaha bekerja keras. Selama masih ada pekerjaan, Asma tak pernah berpangku tangan.

“Maksud berpangku tangan itu apa, ummi?” sela Nayya karena penasaran dengan cerita yang sedang Asma ceritakan.

“Maksudnya, Asma terus bekerja tak kenal lelah. Contohnya, Nayya rajin bantu ummi beberes rumah selagi belum beres. Nayya terus berusaha membantu ummi untuk dapat menyelesaikan pekerjaan tanpa mengeluh. Nayya bantu ummi menyapu ruangan, mencuci piring, membantu memasak di dapur.” Jelas Asma kepada putrinya yang menginjak kelas 2 bangku sekolah dasar.

“OHHH…lanjut ummi!” Jawab Nayya sembari penasaran cerita selanjutnya.

Asma’ termasuk pendahulu yang meyakini ajaran Rasulullah. Asma’ berjanji tak akan pernah berpaling dari Allah. Asma’ membuktikan ucapannya. Seluruh ajaran Rasulullah dilaksanakannya.

Suatu ketika, Rasulullah dan Abu Bakar, Abu Bakar adalah Ayah Asma’. Berhijrah. Melakukan perjalanan menuju Kota Madinah, Asma membekali keduanya dengan makanan. Namun sangat disayangkan, Tidak ada tali untuk mengikat bungkusan.

“Ayah, bagaimana ini? Tak ada tali untuk membawa kedua bungkusan bekal Ayah dan Rasulullah?” Tanya Asma kepada Ayahnya.

“Belahlah selendangmu menjadi dua,” Jawab Abu Bakar.

Kemudian Asma mematuhi perintah Ayahnya. Asma melakukan hal yang Ayahnya minta. Karena itu, Rasulullah SAW menjulukinya “Dzaatun Nithaaqain”. Yang artinya “Perempuan pemilik dua selendang kain”.

Sampai akhir hayatnya, Asma tetap bertakwa. Ia menjadi seorang muslimah yang mulia hingga akhir hayat.

“Nah, seperti itu cerita dari Asma’ Binti Abu Bakar, sayang…” ucap Asma sembari menutup buku tersebut.

“Asma benar-benar wanita yang mulia ya, ummi. Tapi kok sama ya namanya seperti ummi?” Tanya Nayya.

“Iya, Sayang. Ayah ummi memberi nama Asma karena berharap ummi bisa seperti Asma’ Binti Abu Bakar, menjadi sosok wanita yang mulia.” Jelas Asma kepada putrinya.

Nayya pun mengangguk dan ia tak tahan lagi menahan rasa kantuknya. Lalu ia merebahkan badannya sembari memegang buku Sirah.

#Tulisan ini terinspirasi dari Buku Sirah Sahabiyah kisah sahabat wanita Rasulullah. Teringat seorang teman yang masih keturunan Arab. Sehingga menjadikan saya membuat cerita ini. Semoga dapat berkenan mewakili Tugas Tantangan pecan 4 kelas Reading Challenge batch 6 ini

Judul : Sirah Shahabiyah Kisah Para Sahabat Wanita
Penulis :Mahmud Mahdi Al Istambuli dan Musthafa Abu AnNashr Asy Syalabi
Penerbit :Maktabah Salafy Press
Tebal Buku : 362 Halaman



#RCO6
#OneDayOnePost

Rabu, 18 Desember 2019

Tugas 2 RCO6 : Review Buku Harry Potter dan Batu Bertuah


Judul Asli : Harry Potter and  the Philosopher’s Stone
Penulis : J. K. Rowling
Penerjemah : Listiana Srisanti
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 382 Halaman

Joanne Kathleen Rowling, Siapa sih yang tak kenal dengan penulis satu ini. Yups, betul sekali. Orang tua yang tengah berjuang membesarkan seorang putrinya ketika ia memulai menuliskan kisah Harry Potter dan Batu Bertuah pada carikan-carikan kertas di kafe setempat. Dewan seni Skotlandia secara tak terduga memberinya penghargaan yang memungkinkan ia menyelesaikan bukunya. Setelah terbit, buku  pertama ini menjadi fenomena internasional, mendapat ulasan luas di media massa, dan meraih berbagai penghargaan termasuk Buku Anak-Anak Tahun ini dari British Book Awards dan The Smarties Prize.

Harry Potter dan Batu Bertuah adalah sebuah novel pertama dalam seri Harry Potter karangan J. K. Rowling yang akan terdiri dari tujuh buku dan menampilkan Harry Potter, seorang penyihir muda. Buku ini terdiri dari 17 bab menggambarkan bagaimana Harry mmengetahui bahwa dia adalah seorang penyihir, membuat teman akrab dan beberapa musuh di Sekolah Ilmu Ghaib dan Ilmu Sihir Hogwarts, dan dengan pertolongan teman-temannya menghalangi kembalinya penyihir jahat Voldemort, yang membunuh orang tua Harry dan mencoba membunuh Harry ketika dia masih berumur satu tahun.

Judul aslinya dalam bahasa Inggris adalah Harry Potter and  the Philosopher’s Stone atau Harry Potter and  the Sorcerer’s Stone di Amerika Serikat. Buku ini pertama kali diterbitkan pada 26 juni 1997 di London oleh Bloomsburry. Mengikuti suksesnya seri ini, sudah dibuat pula seri film dan gamesnya.

Harry potter belum pernah jadi bintang tim Quidditch. Mencetak angka sambil terbang tinggi naik sapu. Dia tak tahu mantra sma sekali, belum pernah membantu menetaskan naga ataupun memakai Jubah Ghaib yang bisa membuatnya tidak kelihatan.

Selama ini dia hidup menderita beserta paman dan bibinya, serta Dudley, anak mereka yang gendhut dan manja. Kamar Harry adalah lemari sempit di bawah tangga loteng, dan selama sebelas tahun. Belum pernah sekal I pun dia merayakan ulang tahun.

Tetapi semua itu berubah dengan datangnya surat misterius yang dibawa oleh burung hantu. Surat yang mengundangnya dating ke tempat yang luar biasa, tempat yang tak terlupakan bagi Harry dan siapa saja yang membaca kisahnya. Karena di tempat itu dia tak hanya menemukan teman, olahraga udara, dan sihir dalam segala hal, dari pelajaran sampai makanan, melainkan juga takdirnya untuk menjadi penyihir besar. Kalau Harry berhasil selamat berhadapan dengan musuh bebuyutannya.

Buku ini mengandung banyak Persamaan dan perbedaan dari segi nilai budayanya, yaitu:

1.       Negara Amerika, inggris dan Indonesia sama-sama menganut paham kepercayaan seperti pada tema perdukunan atau ilmu sihir.
2.       Orang-orang Negara Amerika d, inggris dan Indonesia sama-sama suka bercanda
3.       Perbedaan terlihat karakter sopan santun dalam berjalan, orang Amerika dan inggris terbiasa setiap ada orang berjalan di belakang orang berjalan pasti akan mempersilahkan yang dibelakangnya untuk berjalan terlebih dahulu, sedangkan diindonesia belum terbiasa seperti itu. Hal itu terlihat jelas dalam penggalan cerita harry ini.
4.       Perbedaanya adalah pergaulan bebas, di Amerika Serikat dan inggris sudah terbiasa antara laki-laki dan perempuan bermain bebass. Sedangkan di Indonesia itu budaya tersebut tidak ada. Hanya sekarang-sekarag ini saja Negara Indonesia sudah mulai terjajah dengan masuknya pergaulan bebas
Jika mau dikupas lebih mendalam sebenarnya masih banyak lagi persamaan dan perbedaan budaya dari asal buku ini. Demikian ulasan Buku Terjemahan dari saya, semoga bermanfaat.

#Tugas2RCO6
#OneDayOnePost


Senin, 16 Desember 2019

Tugas 2 RCO 6 : Menyembuhkan Sakit Mnecerdaskan Hati



Judul : Menyembuhkan Sakit Mencerdaskan Hati (Menjawab Fenomena Pengobatan dan Perdukunan)
Penulis : Ibnu Qayyim Al Jauziyah
Penerjemah : Saifuddin Aman
Penerbit :Pustaka Al Mawardi
Tahun Terbit : 2009

Pada dasarnya, semua penyakit pasti ada obatnya. Allah tidak akan menurunkan penyakit kecuali bersamanya diturunkan obat. Rasulullah SAW memberitahu bahwa asas kesehatan adalah menjaga keseimbangan. Disebuutkan dalam hadist : ‘ Perut adalah sumber penyakit dan memelihara antibody adalah pokok penyembuhan. Itulah kaidah kesehatan fisik dalam ajaran islam.

Agar manusia tidak mudah jatuh sakit, maka Allah memberi peringatan : Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan (Qs. Al a’raf :31) berlebih-lebihan berarti mengundang kehancuran.

Sebenarnya penyakit fisik itu bermula dari penyakit psikis atau mental. Bahkan menurut penelitian para ahli, penyakit fisik 80 % diakibatkan oleh mental yang rusak dan pikiran yang tidak benar. Rusaknya mental dikarenakan bergelimang dosa dan kemaksiatan, maka Allah akan kirimkan penyakit yang belum pernah ada sebelumnya.

Penyakit dan penyembuhan adalah sebuah keniscayaan yang akan terus ada dan berkembang sepanjang kehidupan. Fenomena penyakit baru akan terus bermunculan. Fenomena pengobatan cara-cara baru juga akan terus diketemukan, begitu pula fenomena perdukunan.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah telah menangkap isyarat fenomena-fenomena tersebut sepanjang zaman. Maka beliau menulis buku Al Da’ wa ad-Dawa’. Yang diterjemahkan oleh ustadz Saifuddin Aman dengan judul “Menyembuhkan Sakit Mencerdaskan Hati, The Trutch of Ilness and Healing. Dengan dasar Al Quran dan Al Hadist , beliau ungkapkan sumber-sumber penyakit. Dengan metode yang disarikan dari Al Quran dan Hadist Beliau memberitahu cara menyembuhkan sakit, baik sakit fisik maupun sakit jiwa.

Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan sedikit mengupas mengenai persamaan atau perbedaan mengenai asal muasal buku ini dengan kondisi Negara kita.

Sudah dijelaskan di atas bahwa Ibnu Qayyim telah menangkap fenomena-fenomena sehingga beliau menuliskannya dalam bentuk tulisan. Sebenarnya tidak jauh beda, pada zaman Rasulullah memang sudah marak adanya pengobatan dengan perdukunan. Seperti halnya, di Negara kita ini.

Pada halaman 9, Saifuddin Aman menuliskan bahwa:

Kabar dari Jawa Timur di permulaan 2009 cukup menggemparkan masyarakat disaat negeri ini sedang mempersiapkan pesta demokrasi. Ribuan orang berjajar antri hanya demi mendapatkan celupan batu untuk sembuh. Dunia mencatat, baru kali itu ada antrian manusia begitu panjang untuk berobat. Di Jakarta dan kota-kota lain, betapa banyak orang antri sesudah shubuh hanya  ingin mendapat usapan batu giok atau getaran magnet untuk sembuh, pengobatan gratis katanya. Singkat Cerita Dimana ada kabar tentang pengobatan yang manjur, orang akan memburunya, sekalipun di puncak gunung.

Dari cuplikan tersebut terdapat persamaan bahwa di Negara kita Indonesia terjangkit perilaku masyarakat yang irrasional. Masyarakat yang masih menganut paham kepercayaan dan perdukunan. Sehingga menimbulkan beberapa sebab terjadinya fenomena seeperti itu.  Adapun beberapa sebabnya adalah :

Pertama, pemerintah belum mampu memberikan pendidikan dan pencerahan kepada masyarakat, dan juga belum mampu menjamin ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan.

Kedua, para ulama kurang berperan dalam menyebarkan akidah yang benar.

Nah, Ulama Besar Ibnu Qayyim Al Jauziyah (Th 1292) mengulas dengan detail tentang faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya penyakit dan factor X yang menjadi penentu kesembuhan. Dan inilah buku beliau yang menjadi referensi utama bagi kita yang terbebas dari sakit, menemukan penyakit dan sekaligus menyembuhkannya. Membaca buku ini, tidak saja Anda menjadi manusia yang sehat, tetapi Anda akan menjadi manusia yang cerdas hatinya. Hati yang cerdas akan mengantarkan Anda meraih sukses dan selamat, dunia dan akhirat.

Perbedaannya dengan Negara kita adalah bahwa Negara kita menganut berbagai macam madzhab, baik hambali atau syafi’I dan yang lainnya. Namun dalam buku karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah ini yang diterjemahkan oleh Saifuddin Aman. Beliau Keislamannya firkahnya menganut paham Sunni bermadzhab Hambali.

Sehingga pemahaman ini masih banyak yang belum dapat diterima oleh masyarakat Indonesia. Hanya pada madzhab tertentu yang dapat menerimanya.

Untuk itu, Apapun madzhab yang mengalir dalam tulisan buku ini. Jika bermanfaat maka gunakan sebaik mungkin ilmunya. Namun jika tak sesuai maka jauhilah dan tak perlu menggunkannya.

Demikian uraian isi Buku ini berdasarkan Persamaan atau perbedaan Negara asal penulis dengan Negara kita Indonesia tercinta ini. Bacalah buku ini, enggak akan nyesel kok. Ilmunya mendaging sekali.

Salam Literasi

Cilacap, 16 Des’ 2019
Menyembuhkan Sakit Mencerdaskan Hati, Ibnu Qayyim Al Jauziyah dialih bahasakan oleh Saifuddin Aman, Pustaka Al Mawardi, 2009



#Tugas 2 RCO6
#OneDayOnePost