Senin, 09 Desember 2019

Keajaiban Pada Ubun-Ubun Bayi



Bismillah

Hai, sobat, pernahkah diantara kalian mengamati sosok bayi yang baru lahir? Coba sesekali amati ya. Bagian atas kepala hingga ke belakang kepala si bayi. Ada sesuatu yang terkadang gerak perlahan dan jika di sentuh. Terasa lunak.

Sobat semua pernah lihat kan? Pada bayi yang baru lahir, biasanya ditemui bagian kepala yang tampak masih berdenyut-denyut. Jika bagian tersebut diraba akan terasa agak lunak. Bagian tersebut disebut ubun-ubun. Ubun-ubun tampak berdenyut karena dibagian bawahnya terdapat pembuluh darah yang agak besar. Ubun-ubun dalam bahasa kedokteran disebut Fontanel.

Ubun-ubun sebenarnya terdiri dari dua bagian; satu di depan, biasa diebut ubun-ubun depan (fontanela anterior) dan satu lagi berada di bagian belakang, biasa disebut ubun-ubun kecil atau ubun-ubun belakang (fontanela posterior).

Namun demikian, secara umum, jika disebut ubun-ubun bayi, maka yang dimaksud adalah ubun-ubun besarbyang berada di bagian depan, bukan ubun-ubun kecil yang ada di bagian belakang kepala.
Hal ini terjadi karena ubun-ubun besaar cenderung lebih mudah diamati karena besarnya dan proses menutupnya lebih lama. Sedangkan ubun-ubun kecil, ukurannya lebih kecil dan proses menutupnya lebih cepat.

Mengapa ubun-ubun muncul pada bayi yang baru lahir, namun sudah tidak ada pada orang dewasa? Jawabannya adalah ubun-ubun yang ada pada bayi didesain oleh Allah SWT  akan menutup seiring dengan pertambahan usianya. Umumnya, ubun-ubun besar akan menutup pada usia 18-24 bulan sedangkan ubun-ubun kecil akan menutup sebelum usia 5 bulan. Jadi tentu saja, ubun-ubun sudah tidak terlihat lagi pada orang dewasa.

Sebenarnya, apa sih ubun-ubun itu dan mengapa ubun-ubun bayi kok lunak?

Ubun-ubun bayi adalah sambungan tulang-tilang dengan tengkorak kepala yang belum sempurna menutup. Atau dengan kata lain, ubun-ubun merupakan ‘celah’ diantara sambungan atau pertemuan tulang-tulang yang menyusun tengkorak kepala. Ubun-ubun tampak lunak karena ‘celah; sambungan tersebut belum tertutup oleh jaringan tulang tengkorak yang keras.

Allah SWT menciptakan ubun-ubun yang masih lunak pada bayi dengan fungsi yang sangat penting. Fungsi pertama adalah sebagai ruang ketika tulang-tulang tengkorak kepala ‘menyempit’ saat prioses persalinan. Fungsi kedua, ubun-ubun juga memberikan ruang untuk tulang tengkorak kepala berkembang, mengikuti perkembangan otak di dalamnya.

Dapat dibayangkan, jika tidak ada jaringan lunak ubun-ubun, maka tulang-tulang tengkorak kepala akan keras dan kaku sehingga akan lebih sulit saat melewati proses persalinan. Lebih jauh lagi, otak bayi tidak akan berkembang menyesuaikan pertumbuhan badan dan usianya, karena tulang-tulang tengkoraak kepala sudah tidak memiliki ruang lagi untuk berkembang. Jika otaknya tetap kecil maaka tentu saja jaringan syaraf dan kemampuan otaknya juga tidak akan berkembang.

Ubun-ubun, walaupun tampak lunak, namun sebenarnya tidak selunak yang dibayangkan. Artinya jika sekadar diraba atau mendapat tekanan halus, tidak akan robek atau tembus. Sebab ubun-ubun sebenarnya memiliki lapisan membrane atau selaput yang cukup kuat untuk melindungi bagian dalam dari bagian lunak tersebut. Namun, tentu saja, anda harus berhati-hati meenyentuhnya. Cukup dielus atau diraba saja. Jika ditusuk dengan jari yang tegak lurus, tentu saja dapat tembus.

Demikian, keajaiban ubun-ubun pada bayi. Masya Allah, luar biasa sekali ciptaanya, bukan? Kalau bukan karena kehendakNya. Siapa lagi? Dia adalah benar-benar Tuhan yang Maha Pencipta Segalanya, Kun Fa Ya Kun, Jadilah maka Jadilah.

Kita sebagai manusia ciptaanNYA hanya patut berucap syukur atas segala ciptaanNya. Kesempurnaan hanyalah milik Allah. Kita sebagai manusia hanya perlu berhati-hati dalam menjaga segala kekuasaanNya.

Wallahu ‘alam

Barakallahu fiikum

#KelasNonFiksi
#OneDayOnePost

Minggu, 08 Desember 2019

Ulasan Buku 5 Guru Kecilku Bagian II





Judul : 5 Guru Kecilku Bagian II
Penulis : Kiki Barkiah
Penerbit : CV Mustakka Global Informa
Tahun Terbit : 2015
Tebal Buku : i + 237 halaman

Guru adalah sosok yang patut diigugu dan ditiru. Sosok guru lebih banyak dengan orang-orang dewasa yang ilmunya sudah mumpuni. Namun lain halnya dengan bunda Kiki Barkiah. Beliau seorang ibu yang belajar dari kelima putra dan putrinya. Pengalaman beliau dalam mendidik dan mengasuh kelima anaknya, ia dokumentasikan dalam bentuk tulisan yang bermanfaat bagi pembaca. Tepatnya beliau menulis sebuah kisah pengasuhan dan pendidikan anaknya dengan judul " 5 Guru Kecilku".

Kiki Barkiah adalah seorang ibu dari 5 orang anak yang memilih homeschooling sebagai metode pendidikan bagi anak-anaknya. Beliau aktif menulis di sosial media sejak berhijrah ke California, Amerika Serikat.

Atas desakan puluhan ribu follower, akhirnya beliau mengumpulkan tulisan-tulisannya menjadi buku. Beliau sangat mencintai dunia pendidikan. Beliau sempat mendirikan sebuah sekolah homeschooling Tahfidz Al Kindi Mahardika di Kota Batam sebelum hijrah ke Amerika. Sepulang ke tanah air beliau aktif berbagi di berbagai seminar untuk memotivasi para orangtua seputar dunia pola pengasuhan anak.

Buku ini bukanlah buku teori parenting, buku ini adalah buku bagaimana teori parenting dapat diaplikasikan dengan penuh kesabaran dan keyakinan. Buku ini mengangkat kisah-kisah seputar pengasuhan anak yang mungkin sangat umum terjadi dalam keluarga. Namun atas petunjuk Allah SWT penulis mampu menyibak rahasia dan mengumpulkan hikmah yang berserak dari setiap permasalahan yang dihadapi dalam pengasuhan anak sehingga menjadi pelajaran berharga bagi para orang tua.

Buku ini tidak hanya memberikan teladan dalam mengatasi berbagai konflik yang spesifik seputar pengasuhan anak, namun juga memberikan hikmah yang dapat menjadi ruh dalam menyelesaikan permasalahan kehidupan lainnya. Meskipun permasalahan yang diangkat adalah seputar pengasuhan anak usia dini dan remaja, namun hikmah yang tergali dapat menjadi pelajaran berharga bagi orang tua dengan segala usia.

Buku ini adalah buku lanjutan dari buku " 5 Guru Kecilku" bagian I, Atas rahmat Allah SWT buku tersebut menjadi buku best seller yang terjual lebih dari 1400 copy hanya dalam 1 bulan pertama setelah peluncurannya.

Buku ini juga merupakan kumpulan kisah dari kelima anaknya, namun dari cerita satu ke cerita yang lain tidak saling berkaitan, sehingga buku " 5 Guru Kecilku" bagian 2 tetap dapat dinikmati pembaca meski belum membaca buku bagian pertama. 

Setelah membaca buku ini, rasanya tidak menyesal. Buku ini sangat rekomended sekali bagi calon orang tua, guru dan mahasiswa. Bahkan bagi anak-anak juga rekomended. Pembelajaran budi pekerti sangat menonjol Kiki Barkiah dalam menuangkan ide tulisan-tulisannya.

#KelasNonfiksi
#OneDayOnePost

Jumat, 06 Desember 2019

Horeee…..Senangnya Aku Bisa Membuat Tape (Peyeum)

Hai, teman-teman, diantara kalian pernah mendengar kata Tape atau Peyeum? Itu Loh Peyeum yang berasal dari Bandung. Makanan Khas Jawa Barat ini bukan hanya terkenal kelezatannya saja loh, tetapi juga harganya yang murah. Tidak heran jika makanan ini menjadi salah satu makanan primadona Jawa Barat, yang diminati tidak hanya oleh warga Bandung, namun juga pengunjung dari luar kota. Tidak jarang mereka datang  ke Baandung sekadar membeli Peyeum, baik sebagai oleh-oleh maupun untuk dikonsumsi sendiri.

Nah, Kini kami siswa KB & TK Al Irsyad 02 Cilacap tak perlu jauh-jauh lagi ke Bandung.  Kalau ingin makan Tape atau Peyeum, Kami sudah belajar cara membuat Tape atau Peyeum pada bulan Oktober 2019 kemarin. Teman-teman mau tahu bagaimana cara membuatnya? Yuk, Mari kita simak.

Saat belajar membuatnya, kami semua sangat bersemangat dan antusias karena penasaran, pengen tahu bagaimana sih Tape yang rasanya manis bercampur kecut dan bertekstur lunak dibuat. Bahkan ada diantara salah satu kami ada yang belum mengetahui apa itu Tape Peyeum, “Ust, Tape itu seperti apa? Kok singkong? Singkong itu seperti apa? Dan Bagaimana rasanya?” Tanya Hafidz ketika Ustadzah Ceskha sedang memandu jalannya acara pembuatan Tape.

Menurut ustadzah, bahan membuat tape terdiri dari singkong dan ragi sebagai bumbu untuk fermentasinya. Untuk memulai pembuatan, maka singkong dikupas. Dengan mengupas , motorik halus kami semakin terlatih. Kata ustadzah. Kemudian kami diminta untuk mencuci singkong hingga bersih dengan air. Dengan mencuci ini kami jadi belajar untuk bias mandiri dan tidak bergantung kepada mama dan papa.

Selanjutnya, kami diminta memasukkan singkong ke dalam wadah yang sudah disediakan untuk dikukus hingga masak. Setelah singkong ini masak, kemudian singkong didiamkan sehingga dingin. Bila singkong telah dingin, maka siap untuk dilumuri dengan ragi. Kamipun melakukannya bersama-sama, Ustadzahpun tidak membiarkan kami, untuk memastikan bahwa kami melakukannya dengan benar.

Pada bagian atas tumpukan singkong kami taburi lagi ragi sebelum ditutup dengan daun atau plastic. Selesaikan? Mudahlan? Tentu untuk proses pembuatannya sudah selesai, namun untuk bias dimakan maka singkong yang telah dilumuri ragi harus dibiarkan (dieram) selama kurang lebih 2-3 hari untuk mengubah bentuk dan rasa. Setelah tiga hari singkong yang agak keras telah berubah bentuk menjadi Tape yang lunak dan manis.

Hemmmm…mudah ya teman-teman? Ayo, coba kamu lakukan seperti yang kami lakukan. Jangan lupa meminta bantuan mama dan papa ya jika ingin mempraktikkan cara membuat Tape dirumah. Kalian pasti bias seperti kami anak-anak Kampus Pelangi Ceria.

Eitss, jangan bilang enggak bisa sebelum mencoba ya?. Kalian pasti bisa dan senang melakukannya. Seperti halnya kami, kami di sekolah juga melakukannya dengan riang gembira sehingga kami bisa loh teman-teman hehehe. Selamat mencoba dan praktik membuat Tape atau Peyeum ya teman-teman
Salam semangat dan tersenyum ceria selalu ya …

Salam dari kami…Oke oke oke yeeeessssssss…… J


#KelasNonfiksi
#OneDayOnePost

Kamis, 05 Desember 2019

Liburan Spektakuler Di Pangandaran



Desember adalah bulan yang sangat dinanti-nanti setiap orang. Upss, mengapa harus bulan Desember? Memang tak ada bulan lain? Yah, memang benar. Bulan Desember adalah musim anak-anak sekolah Ujian Akhir Semester selanjutnya mereka berangan-angan ingin merefresh otaknya dengan mengadakan acara liburan ke sebuah tempat yang menyenangkan bagi mereka.

Nah, Seperti saya dan keluarga besar. Bulan Desember ini berencana melakukan liburan. Liburan yang spektakuler itu yang kami impikan. Wouwww. Spektakuler? Liburan yang menarik ya? Atau liburan yang luar biasa sekali ya? Tentu iya donk…. Kami menyebut spektakuler karena menurut kami liburan di alam yang indah menakjubkan dan penuh tantangan itulah yang dinamakan Liburan Spektakuler.

Kami rasanya ingin mengulang kembali liburan beberapa bulan yang lalu. Kami ingin mengunjungi kembali tempat wisata di Pangandaran. Mengapa saya dan keluarga memilih Pangandaran? Karena tempat tersebut tidak jauh dari tempat kami. kami menuju ke pengandaran sangatlah dekat, yaitu Kabupaten Cilacap dengan Kabupaten Pangandaran. Jika ditempuh dengan Kendaraan roda empat milik pribadi, perjalanan dapat ditempuh sekitar kurang lebih 3-4 jam.

Pangandaran merupakan sebuah kabupaten di Jawa Barat, Sedangkan Cilacap adalah Kabupaten di Jawa Tengah. Tepatnya perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kabupaten Pangandaran memiliki berbagai macam panorama dan keeksotikan  alam yang menakjubkan, salah satunya adalah pantai pangandaran. Tempat yang sungguh menakjubkan dan masih banyak tempat tersembunyi, sehingga masih banyak orang yang belum mengetahuinya.  Salah satu tempat yang tersembunyi adalah Green Canyoon. Tempat tersebut mulai diminati banyak pengunjung belumlah lama. Sekitar beberapa tahun kebelakang.

Nah, beberapa waktu lalu. Tepatnya sekitar bulan Maret 2019, kami sekeluarga mengikuti kegiatan Family Gathring Kantor ke tempat pariwisata di Pangandaran. Beberapa tempat yang kami tuju adalah Green Canyon dan Pantai Pasir Putih Pangandaran.

Menurut kami, Green Canyon adalah tempat wisata yang luar biasa indah dan spektakuler. Entahlah menurut orang lain seperti apa. So, pasti sama jugalah ya. Karena terbukti sekali, Kami melakukan perjalanan dari jam 7 pagi dan sesampainya di Green Canyon sekitar pukul 10 siang. ketika kami sudah sampai tempat tersebut. Pengunjung mulai membludak, sampai-sampai kami sekeluarga hampir kehabisan alat pelampung untuk mengikuti menyusuri Green Canyon.

Pada akhirnya kami memilih menuju Dermaga Ciseureuh, Kami memilih Naik Perahu. Perahu disana terkenal dengan nama “Ketinting”. Anak kami sangat senang sekali menaiki perahu. Perjalanan kami menuju Green Canyon menyusuri sungai menghabiskan perjalanan sekitar 30-45 menit. Tarif per orang kala itu 75.000. Namun, karena kami sangat sabar dalam mengantri dan Bapak pemandunya baik hati. Akhirnya kami diberi harga 150.000 untuk 3 orang.

Nah, dalam menyusuri sungai menuju Green Canyon ini yang kami sebut “SPEKTAKULER”. Setelah sampai di Green Canyon. Kami turun dari perahu. Lalu berjalan dan berenang di dalam sebuah Goa. Wow, keren sekali bukan? Bagi Kami sangat keren, karena kami baru pertama kali berada di tempat tersebut.

Pemandunya sangat sabar dan tenang mendampingi kami. Meski di tengah-tengah perjalanan menyusuri Goa. Saya sempat hamper tenggelam karena tak dapat menyeimbangkan badan dengan memegang tali sebagai alat penyusur.



Nah, Pengalaman itu yang membuat saya dan keluarga menjadi pengalaman yang Spektakuler.  Rasanya Pengalaman itu ingin diulang kembali di Bulan Desember ini. Terlebih lagi setelah searching  di laman google. Saya tertarik dengan laman ini  https://www.oyorooms.com/id/allcities/ mencari penginapan yang harganya mudah terjangkau oleh budget yang kami punya. Akhirnya pada titik terakhir klik sebuah penginapan yang murah, terjangkau dan nyaman. Klik Pada google play OYO 609 Ms Hotel Pengandaran. Kami berasa bahagia sekali dan ingin segera mewujudkannya.



Apalagi jika kami mendapat diskon 70 % dari Oyo Hotel. Hemmm, rasanya beberapa hari kami ingin sepuasnya menikmati wisata di Pangandaran. Yuk, teman-teman siapa yang mau ikut liburan yang spektakuler dengan kami. Jangan lupa ya, follow akun Instagram @oyo.indonesia dan akun twitter @oyoindonesia.

Semangat Liburan J


#OYOHOTEL






Review Novel Moga Bunda Di Sayang Allah


Judul :Moga Bunda Disayang Allah
Pengarang : Tere Liye
ISBN : 9793210796
Penerbit :Republika
Halaman : 306 Halaman

Novel ini menceritakan seorang anak yang mempunyai keterbatasan mental. Dia tinggal dengan kedua orang tuanya yang mempunyai banyak harta dan sangat terhormat. Melati, nama anak itu, tidak bias melihat, mendenar, dan sering memecahkan barang yang dipegang. Untungnya Bunda Melati sangat sabar merawatnya.

Melati kurang mendapat kasih sayang ayanhnya, HK, selalu sibuk dengan pekerjaannya, walau kadang sang Ayah meluangkan waktu untuk makan bersama. Suatu hari Bunda Melati mencari seorang pendamping yang bias mengajarinya untuk bias menjadi anak yang lebih baik, Bunda Melati mendapat kabar bahwa ada seorang pemuda yang bernama Karang yang sangat baik terhadap anak-anak.

Sebenarnya Karang adalah anak atim piatu yang tidak mengenal orang tuanya. Dia dibesarkan oleh sepasang pecinta anak yang tidak memiliki anak. Masa kecilnya yang kurang beruntung membuat “dendam” dalam diri karang. Dia dendam untuk janji-janji kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang.

Sepeninggalan Ayah angkatnya, dia bersama teman-temannya melanjutkan misi Ayah angkatnya tersebut. Karang mendirikan banyak taman bacaan untuk anak-anak yang kurang beruntung dan memotivasi mereka untuk meraih hari depan yang lebih baik.

Karang pandai membuat cerita yang sarat akan motivasi. Dia sanggup membuat anak menangis diam sekejap hanya dengan sentuhan lembutnya. Bahkan denga ungkapan yang membakar semangat pendengarnya, seorang anak kecil yang terkena lumpuh bias sembuh dan berlari riang.

Namun sebuah peristiwa naas terjadi. Kala berlibur di tengah lautan luas, di atas perahu kecil yang diterpa badai, belasan anak asuhnya meninggal sia-sia, termasuk Qintani, gadis kecil yang dengan semangat dari Karang bias sembuh dari sakit lumpuhnya, bahkan bias berlari-larian. Pada saat yang sama, seorang anak kecil yang tengah liburan dengan kedua orang tuanya dengan pengasuhnya terkena musibah. Dia adalah “Melati”, gadis kecil berusia tiga tahun yang begitu riang dengan suasana pantai, berlarian riang.

Rambut ikalnya bergoyang-goyang ke kanan ke kiri. Jika tertawa, gigi kelincinya terlihat seakin lucu dengan mata yang bening bagai biji buah leci. Namun ketika kebahagiaan itu pudar karena melati terjatuh dan terhantam piring terbang yang berukuran kecil, melati akhirnya menderita buta, tuli dan bisu.

Seketika keluarga HK berubah 100%. Melati sering mengamuk hingga usianya menginjak 6 tahun. Tiga tahun dilalui melati hanya merasakan senyap, sepi, dan kosong. Berbagai usaha sudah dilakukan bunda untuk kesembuhan Melati tapi gagal. Bahkan beberapa dokter malah menyebut Melati sudah gila karena sering mengamuk.

Kejadian tiga tahun lalu juga membuat Karang menyalahkan diri, meski sebenarnya hakim memutuskan Karang tidak bersalah. Karang tetap mengurung diri di kamar tua tempat ibu asuhnya.idupan karang juga berubah total, dari pribadi yang baik hati, penyayang, pecinta anak kecil, menjadi seorang pemabuk. Waktu pagi hingga sore digunakan hanya untuk tidur di kamar yang pengap karena jendela yang tidak pernah di buka.

Suatu hari buda HK menemui Karang, dan meminta bantuannya untuk menolong Melati. Awalnya menolak, namun akhirnya Karang mau membantu Melati, dan tinggal bersama di rumah bunda HK. Empat hari berlalu, pembantu rumah tangga bunda HK menemukan botol minuman di kamar Karang. Kontan Tuan HK mengusir Karang. Namun Karang menolak, dan berjanji tidak akan mabuk lagi.
Hari demi hari dilalui Karang dengan tanpa lelah memotivasi dan mengajari Melati mengenal dunia. Melati mulai bias memegang sendok dan duduk di atas kursi plastic. Bunda Hk sangat bahagia. Setelah tiga minggu berlalu, Tuan Hk pulang dari luar kota dan sangat terkejut setelah melihat Melati mampu memegang sendok makan dan duduk, serta merasakan air hujan yang jatuh di luar rumah. Kejadian ini membuat seisi rumah tertegun, melihat perkembangan Melati yang semakin membaik. Yang paling mengejutkan dari gadis kecil berusia 6 tahun yang buta, tuli sekaligus bisu, mampumenuliskan kalimat indah “Bunda, met bobo, juga…Moga bunda di sayang Allah.

Dalam novel ini memiliki kelebihan yaotu pengarang menciptakan karakter Melati, Bunda dan Karang dalam sosok masing-masing yang tidak bias dibedakan mana yang leibh pantas disebut tokoh utama. Novel ini juga memberikan bnayak pelajaran hidup kepada kita tentang arti ikhlas, sabar bersyukur, dan keadilan Tuhan.

Sedangkan kekurangan pada buku ini terdapat pada gaya bahasa yang menggunakan bahasa tidak baku, sentuhan bahasa yang unik dansyarat makna, sehingga cukup sulit untuk mengartikan kalimat demi kalimat. Pengulangan kalimat yang terlalu seing sehingga membuat pembacanta kadankadang bosan, dan ceritanya sering berpindah-pindah.

#Kelas Nonfiksi
#OneDayOnePost

Rabu, 04 Desember 2019

Review Buku Kreasi Asyik Muslim Cilik



Judul Buku : Kreasi Asyik Muslim Cilik (Panduan Berkarya dan Belajar Islam untuk Ananda)
Penulis : Azka Madihah
Penerbit : Pro-U Media, Yogyakarta
Tahun Terbit : 2016
Tebal Buku : 114 Halaman

“Kriiiing! Kriiing!” Bel tanda istirahat di sekolah Azmi dan Izza berbunyi. Anak-anak kelas Al-Aqsha Ceria berhamburan dengan riang. Namun, saat melihat lapangan yang biasa mereka gunakan untuk bermain basah, mereka mengeluh, “ Ya, hujan…. Nggak bias main di luar dong….”

Mendengar kekecewaan murid-muridnya, ibu guru Tsabita mengingatkan dengan lembut, “Anak-anak…Allah menurunkan hujan sebagai rahmat dan berkah-Nya. Coba bayangkan kalau tidak ada hujan, bisakah tanaman dan sayuran yang selama ini kalian makan tumbuh? Karenanya, Ketika hujan turun, kita disunahkan untuk berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : Allahumma Shayyiban naafi’aan. ‘Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat’.”

***

          Masya Allah, asyik ya, cara ibu guru mengajarkan doa ketika turun hujan pada murid-muridnya. Tak hanya mengajarkan Doa ketika turun hujan saja yang ibu guru ajarkan. Ternyata banyak sekali, ada juga “Cara Mengukur Hujan”.

Dalam Buku Kreasi Asik Muslim Cilik, Ibu Guru Azka, menjelaskan bahwa hujan adalah rahmat dan berkah dari Allah. Banyak yang bias kita pelajari dari hujan. Salah satunya adalah dengan belajar mengukur curah hujan.

Caranya, ambil toples
  1.       Plastic atau botol minum plastic yang dipotong bagian atasnya.
  2.      Tandai tinggi botol dari permukaan tanah dengan spidol dan penggaris. Misal : 5 cm, 10 cm, dan 15 cm.
  3.      Lalu tampung air hujan dan catat air yang tertampung.

Para ilmuwan peneliti memiliki alat yang sangat canggih untuk mengukur curah hujan. Namun alat pengukur curah hujan yang kita buat sangat sederhana. Sehingga kita hanya akan menggunakannya untuk membandingkan curah hujan dari waktu ke waktu. Letakkan alat pengukur hujan di lokasi yang sama setiap kali ingin melakukan percobaan ini. Apakah terlihat perbedaan air hujan yang tertampung ketika hujan gerimis dan hujan deras? Catatlah tanggal dan durasi waktu penampungan air hujan.

Wah, pembelajaran yang sangat menyenangkan, bukan?!

Ibu Guru Azka, yang mempunyai nama lengkap Azka Madihah adalah seorang ibu dan pendidik anak usia dini. Meski latar belakang pendidikannya adalah Sarjana Manajemen dari Institut Pertanian Bogor, tetapi Ibu Azka sering terlibat dalam kegiatan pendidikan anak. Jaman sekarang masih jarang buku inspirasi kreativitas bagi anak Muslim mendorongnya menulis buku Kreasi Asyik Muslim Cilik ini.

Buku ini memberikan panduan aktivitas kreatif dan menyenangkan untuk anak muslim. Buku ini menjabarkan ide-ide kreasi yang dapat dilakukan anak saat menyambut Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Kemudian beberapa aktivitas sains yang terkait alam ciptaan Allah pun tercantum di buku ini.

Buku ini juga mencontohkan cara mempelajari Al Quran, Rukun Islam, Rukun Iman, serta kisah nabi dan rasul dengan cara yang menyenangkan. Tidak lupa, setiap tema diberi penjelasan ilmiah, ayat Al Quran, hadist, dan hikmah yang mudah dipahami anak-anak.

Semoga dengan hadirnya buku ini, anak-anak Muslim di Indonesia dapat mempelajari Islam dengan ceria. Dengannya, mereka dapat tumbuh menjadi anak-anak yang bangga dengan keislamannya dan mau berjuang menegakkan agama Allah. Semoga para orang tua dan guru mampu mengajarkan Islam dengan cara yang menggembirakan anak sehingga pelajaran Islam tidak identic dengan sesuatu yang membosankan atau bahkan menakutkan.

Yuk, ikuti kisah-kisah lainnya dalam buku ini. Melalui kisah-kisah yang inspiratif, kita dapat mengambil pelajaran nilai-nilai dasar Islam. Selain itu, dalam buku ini banyak ide dan foto kegiatan Islami kreatif yang bias kita ikuti. 

Buku yang benar-benar sangat direkomendasikan teruntuk para ibu rumah tangga yang membutuhkan buku yang menginspirasi ini. Tak hanya ibu rumah tangga, Ibu Guru anak usia dini lebih diutamakan dalam mengembangkan wawasan kreativitas dalam mengajarkan anak didiknya di sekolah. Buku Ini juga sangat direkomendasikan teruntuk putera puteri di rumah sebagai wawasan mereka mengembangkan kemampuan kreativitas yang dimilikinya.

Semoga aneka kisah dan aktivitas anak Muslim ini menjadikan Kita semakin mencintai Allah, Rasulullah, Al Quran, dan agama Islam. Sudah siap bergembira dan berbangga sebagai pendidik, pengajar dan Anak Muslim?
Mari, Bacalah J

#KelasNonFiksi
#OneDayOne Post

TUGAS RCO 6 : Mengulas Tokoh Utama Novel "Sang Pemimpi" Karya Andrea Hirata



Judul : Sang Pemimpi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
Halaman : x + 288 Halaman
Cetakan : Cetakan Kedua Puluh, 2008
ISBN : 9793062924

          Mimpi, pernahkah kalian bermimpi? Apa sih makna sebenarnya dari sebuah kata “mimpi” itu? Yah, mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan atau indera lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata   yang cepat. Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Penjelasan tersebut bersumber dari laman Wikipedia.org.

         Nah, kali ini apa bedanya pemimpi dan penghayal? Pemimpi adalah orang yang selalu mencari bagaimana agar semua yang dicita-citakan terwujud. Sedangkan Pengkhayal Adalah orang yang hanya berandai-anadai dan membayangkan mimpi-mimpinya sedang terwujud.

        Dalam Novel Sang Pemimpi ini adalah benar-benar memperlihatkan tokoh utama yang memiliki impian-impian yang besar dan berusaha membuat mimpi itu menjadi kenyataan. Hal tersebut didasari dengan kekuatan, usaha, dan pengorbanan yang luar biasa. Maka Andrea Hirata membuat judul tulisannya menjadi " Sang Pemimpi"

         Dalam sebuah Blurb Novel tersebut berbunyi,

      Sang Pemimpi adalah lantunan kisah kehidupan yang memesona dan akan membuat Anda percaya pada tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan pengorbanan. Lebih dari itu, akan membuat Anda percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Andrea Hirata akan membawa Anda berkelana menerobos sudut-sudut pemikiran di mana Anda akan menemukan pandangan yang berbeda tentang nasib, tantangan intelektualitas, dan kegembiraan yang meluap-luap. Sekaligus kesedihan yang mengharu biru.

        Andrea Hirata menggambarkan kenalan remaja yang selayaknya, tapi kemudian tanpa Anda sadari, kisah dan karakter-karakter dalam novel tersebut lambat laun menguasai Anda. Potret-potret kecil yang menawan akan menghentakkan Anda pada rasa humor yang halus tetapi memiliki filosofis yang meresonansi. Arti perjunagan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah dua orang tokoh utama dalam cerita tersebut, Arai dan Ikal, akan menuntun Anda dengan semacam keanggunan dan daya tarik. Dengan begitu, Anda akan melihat ke dalam diri sendiri dengan penuh pengharapan, juga menolak semua keputusasaan dan ketakberdayaan.

        Dalam Novel ini , Andrea Hirata menceritakan sebuah kehidupan di Belitung pada masa SMA. Tiga tokoh utama dalam karya tersebut adalah sosok Ikal, Arai dan Jimbron. Adapun Ulasan Tokoh Utama dalam Novel tersebut sebagai berikut.

Dalam penokohan Ikal ini Andrea Hirata menggunakan sudut pandang orang pertama (aku) adalah seorang  yang mempunyai pengetahuan dan wawasan luas. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan keadaan ataupun kejadian dengan penuh keintelektualitasannya dalam sebuah penggalan cerita yang ia tulis sebagai berikut.

“Lebih tak masuk akal lagi karena aku tahu di balik para-para itu berdiri rumah turunan prajurit Hupo, Tionghoa tulen yang menjadi paranoid karena riwayat perang saudara.” (Halaman 3)

Tokoh Ikal juga memiliki perwatakan sifat yang Baik hati, kebaikannya sungguh luar biasa sosok anak muda seperti Ikal. Hal tersebut tertera dalam sebuah penggalan cerita sebagai berikut.

“Diperjalanan Aku tak banyak bicara karena  hatiku ngilu mengenangkan nasib malang yang menimpa sepupu jauhku ini.” (Halaman 26)

Selain itu, Ikal memilik banyak watak penokohan antara lain ;  Ikal sangat menyayangi kedua orang tuanya, memiliki sifat pekerja keras demi untuk menggapai impiannya untuk bersekolah, ia menjadi pengontrol ide-ide nakal Arai dengan pemikiran-pemikirannya yang logis, ia memiliki pribadi yang religious, taat beragama dan senang mengaji, dan ia pun memiliki sifat kepedulian yang besar.

Sedangkan Arai Ichsanul Mahidin adalah saudara jauhnya yang menjadi yatim piatu ketika kecil. Tokoh Arai lebih dikenal dengan sebutan Simpai Keramat, yang mempunyai arti dalam keluarganya adalah ia ditakdirkan orang yang terakhir yang masih hidup dan ia pun diangkat menjadi anak oleh ayah Ikal. Arai juga memiliki watak yang optimis dan penuh semangat. seperti dalam penggalan cerita berikut.

"Dimana ada kemauan, disitulah ada jalan"

Jimbron juga merupakan teman Arai dan Ikal yang sangat terobsesi dengan bunda dan gagap bila sedang antusisas terhadap sesuatu atau ketika gugup.

Ketiga tokoh tersebut melewati kisah persahabatan yang terjalin dari kecll hingga mereka bersekolah di SMA Negeri. Yang pada waktu itu belum ada Sekolah Negeri. Dan di Belitung Timur adalah salah satu wilayah yang memiliki Sekolah Menengah Atas Negeri.

Demikian Ulasan tokoh Utama dalam novel Sang Pemimpi sebagai salah satu Tugas kedua Kelas Reading Challenge Batch 6. Semoga dapat diambil manfaatnya. Apabila ada kesalahan dalam menuangkannya adalah kesalahan besar bagi saya selaku penulis ulasan. Semoga pembaca berkenan membaca sedikit ulasan tokoh sesuai kemampuan dan pemahaman saya dalam membaca sebuah novel.

Mengapa saya mengambil Novel ini, karena menurut saya, novel ini tergolong karya Fiksi Non Romance. Hal tersebut sudah terbukti dalam ulasan tokoh utamanya yaitu pada sosok ikal yang mempunyai sifat intelektualitas yang tinggi dan Arai yang mempunyai pribadi yang optimis dan semangat dalam menggapai impiannya, serta sosok Jimbron yang meimiliki rasa antusias dan semangat yang tinggi.
Sekian Ulasan dari saya, semoga pembaca berkenan. SELAMAT MEMBACA!
Salam LITERASI

#KelasRCO6
#OneDayOnePost
#Tugas 2
#KelasNonfiksi
#Belajarkonsistenmerangkaikata